MARKET DATA

BI Rate Ditahan: Ini 10 Negara dengan Suku Bunga Tertinggi di Dunia

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
21 October 2026 15:31
Dunia Menuju Arah yang Berbeda: Suku Bunga Jadi Senjata Baru
Foto: Infografis/ Dunia Menuju Arah yang Berbeda: Suku Bunga Jadi Senjata Baru/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Naik atau turunnya suku bunga masih menjadi fokus utama para pelaku pasar keuangan dunia saat ini, tak terkecuali di Indonesia. Bank Indonesia (BI) pada hari ini, Rabu (21/10/2026) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di 5,75%.

Level tersebut terbilang jauh lebih rendah dibandingkan sejumlah negara lain yang ternyata memiliki tingkat suku bunga hingga puluhan persen. 

Merujuk data Trading Economics yang dihimpun hingga 21 Oktober 2026, Venezuela masih menempati posisi pertama dalam daftar negara dengan tingkat suku bunga tertinggi di dunia.

Nilainya mencapai 58,86%, atau sepuluh kali lipat dibandingkan BI Rate saat ini. 

Turki menempati posisi kedua dengan tingkat bunga 37%. Negara ini sudah cukup lama menghadapi persoalan kenaikan harga barang dan tekanan terhadap mata uang lira.

Bank sentral Turki bahkan mempertahankan tingkat bunga tersebut dalam lima keputusan berturut-turut hingga September 2026. Langkah ini dilakukan di tengah kekhawatiran terhadap kenaikan harga energi dunia dan ketidakpastian kondisi ekonomi global.

Sementara itu, Argentina berada di urutan ketiga dengan tingkat bunga 29%.

Negara Amerika Selatan tersebut memiliki sejarah panjang menghadapi inflasi tinggi dan pelemahan mata uang. Bahkan, pada Oktober 2023, tingkat bunga acuannya pernah mencapai 126%.

Adapun, dari 10 negara tersebut terlihat bahwa negara-negara dengan suku bunga tinggi berasal dari kawasan Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin. 

Sebagai contoh Afrika tercatat ada lima negara yang masuk daftar. Yakni Zimbabwe, Malawi, Nigeria, Mesir, dan Sierra Leone. 

Mengapa Suku Bunga Negara-Negara Tersebut Sangat Tinggi?

Tingginya suku bunga suatu negara bukan berarti kondisi ekonominya lebih baik dibandingkan negara lain.

Justru, dalam banyak kasus, suku bunga yang sangat tinggi mencerminkan besarnya tantangan ekonomi yang sedang dihadapi.

Ada beberapa alasan mengapa suatu negara mempertahankan tingkat bunga yang tinggi:

1. Menahan kenaikan harga barang

2. Menjaga nilai tukar mata uang

3. Menjaga kepercayaan terhadap perekonomian

Ketika harga barang terus meningkat dan nilai tukar mata uang melemah, bank sentral biasanya akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk membantu menjaga kestabilan ekonomi.

Langkah ini juga diharapkan dapat membuat masyarakat dan investor tetap percaya terhadap kondisi keuangan negara tersebut.

Dengan suku bunga yang tinggi, masyarakat cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil pinjaman dan membelanjakan uangnya.

Sementara itu, investor bisa lebih tertarik menyimpan dana dalam mata uang negara tersebut karena imbal hasil yang ditawarkan lebih besar. Kondisi ini diharapkan dapat membantu menekan inflasi sekaligus mengurangi tekanan terhadap nilai tukar.

Meski demikian, suku bunga tinggi juga memiliki konsekuensi. Biaya pinjaman menjadi lebih mahal, baik bagi masyarakat maupun perusahaan. Jika dipertahankan terlalu lama, kondisi ini bisa membuat konsumsi dan investasi melambat, sehingga pertumbuhan ekonomi ikut tertahan.

CNCB INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw)



Most Popular