MARKET DATA
Newsletter

AS dan MSCI Kembali Kirim "Badai", IHSG- Rupiah Rawan Terguncang!

mae,  CNBC Indonesia
16 October 2026 06:35
Masih Dihantui Virus Corona, IHSG Merah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Masih Dihantui Virus Corona, IHSG Merah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
  • Pasar keuangan Indonesia kompak melemah pada perdagangan Kamis, saham dan rupiah  berakhir di zona  merah
  • Wall Street kompak menguat meski inflasi AS memanas
  • Data ekonomi global dan pertemuan IMF serta reshuffle kabinet akan menjadi penggerak sentimen pasar hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia kompak melemah pada perdagangan Kamis (15/10/2026) baik bursa saham ataupun rupiah melemah.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih menghadapi tekanan pada hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Kamis (15/10/2026). IHSG ditutup anjlok 1,33% atau turun 79,24 poin ke level 5.863,78.

IHSG dibuka di posisi 5.917,13 dan sempat menyentuh level tertinggi 5.917,70. Namun, tekanan jual menyeret indeks hingga ke titik terendah 5.804,21 sebelum akhirnya memangkas sebagian pelemahan menjelang penutupan.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 567 saham melemah, 120 saham stagnan, dan hanya 108 saham menguat. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp10,25 triliun dengan volume perdagangan 306,62 juta lot.

Investor asing mencatat net buy sebesar Rp 567,8 miliar pada perdagangan Kamis.

Dari sisi sektoral, infrastruktur menjadi pemberat utama dengan penurunan 4,6%. Sektor energi menyusul dengan koreksi 2,7%, sementara sektor industri turun 2,4%.

Sejumlah saham yang menekan IHSG antara lain PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).

Di tengah tekanan tersebut, beberapa saham seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) menjadi penopang indeks.
Rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (15/10/2026), memperpanjang tren pelemahan sehari sebelumnya.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp17.920/US$, turun 0,14% dibandingkan posisi penutupan Rabu (14/10/2026) di Rp17.895/US$. Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak di rentang Rp17.900-Rp17.957/US$.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah 0,43% ke level 102,110 pada pukul 15.00 WIB. Pelemahan dolar terjadi di tengah turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS dan meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun stagnan di 7,169% pada Kamis.

 

Dari pasar saham AS, bursa Wall Street kompak menguat pada perdagangan Kamis (15/10/2026) atau Jumat dini hari Waktu Indonesia.

Investor mulai mengalihkan dana dari saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) ke sektor lain yang dinilai menawarkan valuasi lebih menarik, di tengah kekhawatiran terhadap besarnya belanja AI dan ancaman inflasi yang persisten.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 556,21 poin atau 1,08% ke level 52.177,69. Sementara itu, S&P 500 menguat 0,33% ke posisi 7.744,06.
Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turut berakhir di zona hijau, naik tipis 0,08% ke level 26.713,03.

Namun, pergerakan Nasdaq cukup bergejolak. Indeks tersebut sempat merosot hingga 1,4% sebelum memangkas kerugiannya dan berbalik menguat menjelang penutupan.

Tekanan terhadap saham teknologi muncul seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap besarnya investasi perusahaan dalam pengembangan AI. Pelaku pasar mulai mempertanyakan apakah potensi pendapatan perusahaan-perusahaan AI mampu mengimbangi besarnya belanja modal dan valuasi saham yang sudah melonjak tinggi.

Saham Seagate Technology dan Western Digital melanjutkan pelemahannya sepanjang pekan ini. Tekanan juga melanda saham SK Hynix, yang turut memicu aksi jual tajam pada indeks Kospi Korea Selatan dalam perdagangan sebelumnya.

Investor semakin khawatir terhadap potensi kelebihan pasokan (oversupply) chip memori, terutama ketika produsen Korea Selatan menghadapi persaingan yang semakin ketat dari China.

CEO Tesla Elon Musk turut menyoroti perkembangan tersebut melalui unggahan di platform X. Ia memperkirakan China akan memproduksi RAM dalam jumlah sangat besar pada 2028.


Kekhawatiran terhadap prospek industri AI juga muncul setelah pendapatan Anthropic dilaporkan mencapai US$16,8 miliar pada kuartal III-2026. Sejumlah pelaku pasar mempertanyakan apakah pertumbuhan pendapatan perusahaan AI tersebut cukup cepat untuk membenarkan lonjakan valuasi saham-saham produsen chip.


Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) turut mengubah pertimbangan investor dalam mengalokasikan dana.
Ketika imbal hasil Treasury tenor 10 tahun menembus 5%, level tertinggi sejak awal 2000-an, aset pendapatan tetap menjadi semakin kompetitif dibandingkan saham teknologi yang memiliki valuasi tinggi dan risiko lebih besar.

"Ketika imbal hasil Treasury mencapai 5% dan menjadi yang tertinggi sejak awal 2000-an, investor akan mulai membandingkannya dengan mengambil taruhan besar pada AI," ujar Alex Shahidi, co-chief investment officer Evoke, bagian dari MAI Capital Management, kepada CNBC International.

Menurut Shahidi, persoalannya bukan lagi apakah investor harus masuk atau keluar dari saham AI, melainkan seberapa besar konsentrasi investasi yang ingin mereka tempatkan di sektor tersebut.

Meski demikian, tidak semua saham yang berkaitan dengan AI mengalami tekanan.


Saham CoreWeave melonjak hampir 6%, berbalik arah setelah anjlok lebih dari 15% pada sesi sebelumnya. Investor sebelumnya khawatir perusahaan tersebut terlalu agresif menggunakan utang untuk membiayai ekspansi infrastruktur AI. Imbal hasil obligasi korporasi CoreWeave juga sempat melonjak.

Saham Micron Technology turut pulih dari pelemahan sebelumnya dan ditutup naik hampir 2%.
Di luar sektor teknologi, penguatan saham konsumen turut menopang pasar. Saham Walmart naik 1,5%, sedangkan Nike melonjak lebih dari 5%.

Di sisi lain, investor juga mencermati data inflasi terbaru yang memperkuat kekhawatiran bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), dapat mengambil kebijakan moneter yang lebih ketat menjelang akhir tahun.


Data indeks harga produsen atau Producer Price Index (PPI) AS pada September mencatat kenaikan 1,3% secara bulanan dan 6,3% secara tahunan. Kedua angka tersebut menjadi kenaikan terbesar sejak 2022.
Data itu dirilis sehari setelah inflasi konsumen atau Consumer Price Index (CPI) September juga menunjukkan kenaikan tahunan yang lebih tinggi dari perkiraan pasar.

Kombinasi kenaikan harga konsumen dan harga produsen memperbesar kekhawatiran bahwa tekanan inflasi AS belum mereda, terutama di tengah tingginya harga energi.

"Laporan PPI hari ini, setelah CPI pada Rabu, menegaskan bahwa inflasi semakin memburuk ketika harga energi tetap tinggi," kata David Russell, kepala strategi pasar global di TradeStation.

"Terlepas dari ada atau tidaknya pemilu, harga terus naik dan The Fed mungkin terpaksa mengambil tindakan," ujarnya.
Kondisi tersebut menempatkan investor pada persimpangan: di satu sisi, saham teknologi masih menawarkan potensi pertumbuhan dari revolusi AI; di sisi lain, imbal hasil obligasi yang tinggi dan risiko pengetatan moneter membuat investor semakin selektif dalam menentukan aset yang layak diburu.

Pasar keuangan Indonesia masih akan dibayangi sejumlah sentimen negatif dari luar negeri, mulai dari pengumuman terbaru MSCI, memansnya inflasi AS hingga perang.

Memanasnya inflasi harga produsen AS bisa menjadi "badai" baru bagi pasar keuangan dunia, termasuk Indonesia.

Diskusi Chairman The Fed di acara IMF-World Bank juga akan menjadi sorotan pelaku pasar keuangan.

Dari dalam negeri, rumor reshuffle akan menjadi penggerak pasar hari ini. 

Berikut beberapa sentimen pasar hari ini:

1.MSCI Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, Ini Penyebabnya

Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka konsultasi untuk mengubah status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Keputusan final ditargetkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

MSCI menyoroti kekhawatiran investor terkait transparansi kepemilikan saham, dugaan praktik perdagangan terkoordinasi, serta efektivitas penegakan aturan. Meski regulator telah mengumumkan sejumlah reformasi, MSCI menilai belum ada kemajuan yang memadai dan konsisten.

Sejalan dengan rencana tersebut, MSCI mempertahankan pembekuan sejumlah perubahan indeks saham Indonesia. MSCI tidak akan menaikkan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), menambahkan saham ke MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI), maupun menaikkan saham ke segmen indeks dengan kapitalisasi lebih besar.

Pelaku pasar dapat menyampaikan tanggapan hingga 30 April 2027. MSCI menyatakan rencana reklasifikasi dapat ditinjau kembali jika konsultasi menunjukkan bukti perbaikan material dalam tata kelola dan fungsi pasar saham Indonesia.

2. Perkembangan Perang: Houthi Serang Istana Presiden Yaman, 5 Orang Tewas

Jakarta, CNBC Indonesia - Kelompok Houthi Yaman melancarkan serangan rudal dan drone ke kompleks Istana Presiden Al-Maashiq di Kota Aden, Kamis (15/10/2026). Serangan tersebut menewaskan lima orang dan melukai 16 lainnya.

Pemerintah Yaman menyatakan Perdana Menteri dan sejumlah anggota kabinet selamat. Sementara itu, Houthi mengklaim serangan menargetkan markas operasi militer Arab Saudi di Aden.

Ketegangan juga meningkat setelah koalisi militer pimpinan Arab Saudi melaporkan serangkaian serangan Houthi terhadap infrastruktur Saudi. Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh disebut menewaskan 17 orang dan melukai 333 lainnya, sedangkan serangan di Bandara Abha menewaskan tiga orang dan melukai 28 lainnya.

Koalisi Saudi mengeklaim telah menghancurkan 127 fasilitas penyimpanan senjata dan peluncur di Yaman. Houthi, yang didukung Iran, juga memperingatkan bahwa wilayah udara dan bandara Arab Saudi tidak aman.

Konflik kembali memanas sejak bulan lalu, ketika pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi kembali pecah. Situasi ini turut meningkatkan risiko keamanan di sekitar Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden.

 3.  Inflasi AS Makin Panas! Harga Produsen Melonjak Tertinggi dalam 4,5 Tahun

Jakarta, CNBC Indonesia - Inflasi Amerika Serikat (AS) semakin memanas. Harga produsen pada September 2026 melonjak 1,3% secara bulanan, kenaikan tertinggi sejak Maret 2022 dan jauh melampaui ekspektasi pasar sebesar 0,5%.

Data Departemen Tenaga Kerja AS, Kamis (15/10/2026), menunjukkan indeks harga produsen (Producer Price Index/PPI) naik 6,3% secara tahunan, tertinggi sejak Desember 2022.

Lonjakan ini dipicu kenaikan harga energi akibat perang AS-Israel dengan Iran. Harga energi produsen melesat 10,8%, bensin naik 20,3%, sementara diesel melonjak 21% secara bulanan dan 115,2% secara tahunan.

Tekanan juga meluas ke sektor jasa. Harga jasa produsen naik 0,8%, sedangkan biaya transportasi barang melalui jalan raya meningkat 3,8% dan tarif penerbangan melonjak 5%.

Kenaikan harga produsen berpotensi merembet ke konsumen dan memperberat upaya Federal Reserve (The Fed) mengendalikan inflasi. Ekonom memperkirakan inflasi PCE inti, indikator utama acuan The Fed, berpotensi naik 0,4% secara bulanan pada September atau 3,1% secara tahunan.

Kondisi ini membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang sekitar 30% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan 27-28 Oktober. Sebelumnya, The Fed telah menaikkan suku bunga ke kisaran 3,75%-4,00% pada September.

Di sisi lain, penjualan ritel AS naik 0,8% pada September, melampaui perkiraan 0,3%. Namun, penjualan ritel inti yang mengecualikan sejumlah komponen utama hanya tumbuh 0,1%, melambat tajam dari 1,2% pada Agustus.

Kombinasi inflasi tinggi dan pelemahan momentum konsumsi menjadi tantangan bagi perekonomian AS. Jika kenaikan harga terus berlanjut, The Fed akan menghadapi dilema antara menahan suku bunga untuk menjaga pertumbuhan ekonomi atau kembali mengetatkan kebijakan moneter demi meredam inflasi.

4. Klaim Pengangguran AS Naik, Pasar Tenaga Kerja Tetap Tangguh

AS kemarin juga mengumumkan jumlah warga Amerika Serikat (AS) yang mengajukan klaim awal tunjangan pengangguran naik tipis pada pekan yang berakhir 10 Oktober 2026. Namun, angkanya masih di bawah ekspektasi pasar, mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja AS yang tetap solid.

Departemen Tenaga Kerja AS mencatat klaim awal pengangguran naik 1.000 menjadi 199.000, sedikit di bawah perkiraan pasar sebesar 200.000.

Sementara itu, klaim berkelanjutan (continuing claims) turun 4.000 menjadi 1,71 juta. Angka ini masih relatif dekat dengan level terendah dalam lebih dari tiga tahun yang tercatat dua pekan sebelumnya.

Data tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih tangguh, sejalan dengan penilaian Federal Reserve (The Fed) yang menyebut kondisi ketenagakerjaan berada di sekitar tingkat kesempatan kerja penuh.

Di sisi lain, klaim awal tunjangan pengangguran dari pegawai federal AS meningkat 68 menjadi 463. Data ini menjadi sorotan di tengah kebijakan pemerintahan yang mendorong pengurangan jumlah pegawai sektor publik.

5. Karhutla di Kalimantan, 9  Emiten Sawit Disorot

Sembilan emiten perkebunan merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mayoritas perusahaan mengklaim operasional dan target produksi 2026 tetap berjalan normal, tanpa dampak material terhadap kinerja keuangan.

Sembilan emiten tersebut yakni PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Mahkota Group Tbk (MGRO), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), PT Gozco Plantations Tbk (GZCO), PT J.A. Wattie Tbk (JAWA), dan PT Andira Agro Tbk (ANDI).

Suasana saat kabut kebakaran hutan menyelimuti kota Palangkaraya, provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (14/10/2026). (REUTERS/Arief Rahman Septian Prathama)Suasana saat kabut kebakaran hutan menyelimuti kota Palangkaraya, provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (14/10/2026). (REUTERS/Arief Rahman Septian Prathama) Foto: REUTERS/Arief Rahman Septian Prathama

Meski mayoritas menyatakan dampaknya tidak material, respons perusahaan bervariasi. PGUN mengungkapkan adanya karhutla di sekitar area konsesi, sedangkan GZCO menilai dampaknya tidak signifikan. Adapun ANDI masih melakukan penelusuran internal untuk memastikan dampak terhadap kegiatan usahanya.

PGUN menyatakan kebakaran tidak menghentikan operasional utama. Aktivitas pemanenan dan pengolahan di pabrik kelapa sawit tetap berjalan normal. Perseroan juga menyebut tidak ada kerusakan material pada aset biologis maupun aset tetap yang memerlukan penghapusbukuan.

Seluruh kegiatan operasional PGUN berpusat di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, yang menyumbang 100% produksi dan pendapatan perseroan. Seluruh produksi CPO perusahaan juga dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku biodiesel jenis FAME dari perusahaan afiliasinya, JARR.

Bagi investor, risiko karhutla tidak hanya menyangkut kerusakan kebun dan gangguan produksi, tetapi juga potensi gangguan rantai pasok, tekanan reputasi, serta konsekuensi hukum dan lingkungan. Perkembangan kondisi di lapangan dan realisasi produksi hingga akhir tahun pun menjadi hal yang perlu dicermati.

6. Bahlil Resmikan Kilang LPG Rp644 M, Impor RI Bisa Berkurang?

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meresmikan kilang Liquefied Petroleum Gas (LPG) Cilamaya di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026). Kilang milik PT Energi Nusantara Perkasa (ENP) yang bekerja sama dengan PT Euroasiatic Jaya ini menelan investasi US$ 36 juta atau sekitar Rp644,5 miliar.

Kilang tersebut memiliki kapasitas produksi LPG sebesar 160 ton per hari atau 52.800 ton per tahun. Selain itu, fasilitas ini mampu menghasilkan kondensat sebanyak 320 barel per hari atau 105.600 barel per tahun.

Bahlil menyebut kapasitas produksi LPG domestik saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Indonesia masih mengimpor sekitar 7 juta-8 juta ton LPG per tahun, sementara kapasitas produksi dalam negeri tidak lebih dari 8 juta ton.

Menurut Bahlil, kehadiran kilang Cilamaya dapat membantu memenuhi sekitar 10% kebutuhan LPG di wilayah Jawa Barat dan Jakarta, yang mencapai 1.000-1.500 ton per hari.

Direktur Utama PT Energi Nusantara Perkasa Sarjono menjelaskan, kilang Cilamaya dirancang dengan kapasitas terpasang 40 MMSCF dan batas desain maksimum 44 MMSCF. Fasilitas ini menggunakan kombinasi teknologi mechanical refrigerated dan turbo expander untuk mengoptimalkan pemulihan LPG dari proses ekstraksi.

Dengan beroperasinya kilang Cilamaya, Indonesia kini memiliki dua fasilitas pengolahan LPG dengan total kapasitas terpasang 140 MMSCF, yakni di Gresik dan Cilamaya.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan memperkuat pasokan LPG domestik dan membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor.

7. Prabowo Lantik 7 Pejabat Baru, Rumor Reshuffle Menteri Ekonomi Menguat


Presiden Prabowo Subianto melantik tujuh pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Pelantikan ini mencakup empat wakil menteri serta tiga pejabat badan pemerintah.

Empat wakil menteri yang dilantik akan mengisi posisi strategis di sektor pertahanan, pertanian, serta imigrasi dan pemasyarakatan.

Berikut daftar empat wakil menteri yang dilantik Prabowo:


1. Marsekal TNI Yusuf Jauhari sebagai Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik Industri Pertahanan dan Teknologi.
2. Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon sebagai Wakil Menteri Pertahanan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan.
3. Dr. Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian.
4. M. Maulana Bungaran, S.H., M.H. sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.


Selain itu, Prabowo melantik tiga pejabat badan, yakni Letnan Jenderal Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional, serta Mayor Jenderal Sriyanto sebagai Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional.

Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat baru di lingkungan Kabinet Merah Putih dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat baru di lingkungan Kabinet Merah Putih dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat baru di lingkungan Kabinet Merah Putih dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)


Di tengah pelantikan tersebut, kabar mengenai kemungkinan perombakan atau reshuffle kabinetPrabowo kembali mencuat.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pelantikan pejabat baru berpotensi berlanjut pada Jumat (16/10/2026), termasuk untuk sejumlah posisi di kementerian bidang ekonomi.

Salah satu rumor yang berkembang adalah kemungkinan perombakan pada posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Saat ini, jabatan tersebut masih dirangkap oleh Bahlil Lahadalia, yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

Menanggapi kabar tersebut, Bahlil menegaskan bahwa keputusan perombakan kabinet sepenuhnya berada di tangan Presiden.
"Reshuffle itu hak prerogatif Bapak Presiden, ya. Jadi kita serahkan semuanya kepada Bapak Presiden. Oke," ujar Bahlil saat ditemui dalam acara pemberian bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Muarabaru, Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026).

Meski demikian, hingga pernyataan tersebut disampaikan, kabar mengenai kemungkinan pergantian Menteri ESDM masih sebatas rumor. Keputusan reshuffle kabinet tetap menjadi kewenangan Presiden Prabowo Subianto.

8. RI Punya 23 Juta Akun Kripto, Tukar Data Pajak pada 2027

Indonesia memiliki lebih dari 23 juta akun konsumen aset kripto per Agustus 2026, hampir empat kali populasi Singapura.

Wakil Menteri Keuangan Nurkholisoh Ibnu Aman mengatakan, Indonesia telah mengadopsi Crypto-Asset Reporting Framework (CARF) dari OECD untuk memungkinkan pertukaran informasi pajak aset kripto lintas negara.

Pertukaran data pertama dijadwalkan berlangsung pada 2027. Pemerintah juga akan memperkuat keadilan aturan, memperjelas pengawasan dan perpajakan, serta meningkatkan kerja sama internasional untuk mengawasi transaksi aset digital.

9. Harga Ekspor AS 

Hari ini AS akan mengumumkan data harga ekspor impor September. Sebagai catatan, harga ekspor Amerika Serikat (AS) naik 8,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Agustus 2026. Angka ini meningkat dari kenaikan 8,1% pada Juli, yang telah direvisi turun.

Sementara itu, harga impor AS melonjak 7% secara tahunan pada Agustus 2026, mendekati level tertinggi dalam empat tahun sebesar 7,1% yang tercatat pada Juni.

Data Biro Statistik Tenaga Kerja AS (Bureau of Labor Statistics/BLS) menunjukkan tekanan harga perdagangan internasional AS masih tinggi. Kenaikan harga impor dan ekspor berpotensi menambah tekanan biaya bagi pelaku usaha dan memengaruhi dinamika inflasi di negara tersebut.

Secara historis, harga ekspor AS pernah melonjak hingga 18,6% pada Mei 2022 sebelum mencatat kontraksi terdalam sebesar 11,8% pada Juni 2023. Adapun harga impor mencapai rekor kenaikan 21,4% pada Juli 2008 dan penurunan terdalam 19,1% pada Juli 2009.

10 Diskusi Chairman The Fed-IMF

Pertemuan IMF-World Bank di Bangkok, Thailand menghadirkan agenda penting pada hari ini, Jumat (16/10/2026)\yakni diskusi antara Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, dan Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, dalam sesi Fireside Chat di Bangkok, Thailand.

Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) Kevin Warsh. (Dok. Federalreserve)Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) Kevin Warsh. (Dok. Federalreserve) Foto: Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) Kevin Warsh. (Dok. Federalreserve)



Agenda utama yang patut dicermati adalah diskusi antara Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh dan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva di Bangkok, Thailand, pada pukul 10.30 WIB. Diskusi ini berpotensi memberikan petunjuk mengenai prospek ekonomi global, tekanan inflasi, arah suku bunga AS, serta risiko utang dunia.

Pernyataan Warsh menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter The Fed, pergerakan dolar AS, imbal hasil US Treasury, dan harga emas. Bagi Indonesia, sinyal kebijakan The Fed yang lebih ketat berpotensi menekan rupiah dan memicu arus modal keluar dari pasar negara berkembang, sedangkan sinyal yang lebih lunak dapat mendukung aset berisiko.

 

Berikut agenda ekonomi hari ini

  • Konferensi Pers Capaian Dua Tahun Sektor Pariwisata di Gedung Sapta Pesona, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat

  • Diskusi Chairman The Fed dengan Direktur Pelaksana IMF di acaar IMF-World Bank Meeting

  • AS akan mengumumkan data harga ekspor impor


Berikut agenda korporasi hari ini
RUPS PT Indo Boga Sukses Tbk
RUPS PT PT Hartadinata Abadi Tbk
Tanggal distribusi HMETD PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
Tanggal cum Dividen Tunai Interim PT Segar Kumala Indonesia Tbk


Berikut indikator ekonomi terbaru:


(mae/mae) Next Article RAPBN 2027 Hari Ini Disahkan, Mampukah Bangkitkan IHSG & Rupiah?


Most Popular
Features