MARKET DATA

Revolusi Sumba: Diam-Diam Ada yang Berubah di Balik Sabana -Tenunnya

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
15 October 2026 19:30
NIHI SUmba. (Instagram/@NIHI)
Foto: NIHI SUmba. (Instagram/@NIHI)

Wisatawan Asing Semakin Banyak Mengenal Sumba Timur

Potensi pariwisata Sumba Timur memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Daerah ini menyimpan keindahan alam yang begitu beragam, mulai dari pantai, padang sabana, hingga perbukitan dengan pemandangan yang sulit ditemukan di daerah lain.

Keindahan tersebut disaksikan langsung oleh tim CNBC Indonesia ketika mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Sumba Timur, salah satunya Bukit Hiliwuku.

Bukit Hiliwuku berada di kawasan Desa Katikuluku, Kecamatan Matawai La Pawu, Kabupaten Sumba Timur. Dari pusat Kota Waingapu, perjalanan menuju lokasi ini membutuhkan waktu sekitar satu jam menggunakan kendaraan roda empat.

Ketika tiba di lokasi, tim CNBC Indonesia disambut pemandangan matahari yang perlahan mulai bergerak menuju ufuk barat. Cahaya matahari sore menyinari hamparan perbukitan yang membentang luas sejauh mata memandang.

Dari atas bukit, terlihat pemandangan alam yang begitu memukau. Bentuk permukaan tanah yang naik turun menciptakan deretan bukit dan lembah dengan kontur yang unik.

Keindahannya semakin lengkap dengan jalanan berliku yang membelah kawasan perbukitan.

Dari kejauhan, jalan tersebut terlihat seperti garis panjang yang mengikuti lekukan bukit, menambah keindahan pemandangan alam Hiliwuku.

Menjelang matahari terbenam, pemandangan semakin menarik. Cahaya matahari sore mempertegas bentuk perbukitan dan lembah yang saling bersambung, menciptakan panorama alam yang begitu memanjakan mata.

Tidak heran jika tempat ini menjadi salah satu destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan ketika datang ke Sumba Timur.

Selain Bukit Hiliwuku, tim CNBC Indonesia juga mengunjungi Bukit Wairinding yang berada di Desa Pambotanjara, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur.

Bukit Wairinding merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup terkenal di Pulau Sumba. Daya tarik utamanya adalah hamparan padang sabana dan perbukitan bergelombang yang membentang luas.

Berbeda dengan kunjungan ke Bukit Hiliwuku yang dilakukan menjelang matahari terbenam, tim CNBC Indonesia justru tiba di Bukit Wairinding ketika matahari sedang berada tepat di atas kepala.

Bukit Wairinding, Sumba TimurBukit Wairinding, Sumba Timur Foto: Elvan Chandra

Saat itu waktu menunjukkan sekitar pukul 12.00 WITA. Teriknya sinar matahari begitu terasa dengan suhu udara mencapai sekitar 30 derajat Celsius.

Namun, rasa panas tersebut seolah terbayarkan ketika melihat pemandangan alam yang tersaji di depan mata.

Dari atas Bukit Wairinding, hamparan perbukitan dengan bentuk bergelombang terlihat begitu luas. Bukit demi bukit saling bersambung, membentuk lanskap padang sabana yang menjadi salah satu ciri khas keindahan alam Sumba Timur.

Meski matahari tengah bersinar sangat terik, pemandangan tersebut tetap mampu membuat siapa pun yang datang terpukau.

Keindahan Bukit Hiliwuku dan Bukit Wairinding menjadi gambaran betapa besarnya potensi wisata alam yang dimiliki Sumba Timur.

Kini, keindahan tersebut semakin mudah diperkenalkan kepada masyarakat luas melalui internet.

Foto dan video yang diunggah wisatawan melalui Instagram, TikTok, Facebook, hingga YouTube memungkinkan masyarakat dari berbagai daerah, bahkan luar negeri, mengenal destinasi wisata di Sumba Timur.

Internet juga mempermudah calon wisatawan mencari lokasi melalui Google Maps, menyusun perjalanan, mencari penginapan, hingga menemukan destinasi wisata lain yang belum banyak dikenal.

Bagi daerah yang memiliki kekayaan alam dan budaya seperti Sumba Timur, kemudahan berbagi informasi melalui internet menjadi peluang besar untuk menarik perhatian lebih banyak wisatawan.

Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Timur mencatat jumlah kunjungan wisatawan sepanjang 2025 mencapai 41.524 orang, terdiri atas 36.242 wisatawan nusantara dan 5.282 wisatawan mancanegara. Tumbuh lebih dari 40% dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika melihat lima tahun terakhir, jumlah kunjungan wisatawan memang mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Pada 2021, jumlah wisatawan tercatat 16.539 orang, kemudian melonjak menjadi 46.298 orang pada 2022.

Jumlahnya sempat turun menjadi 38.854 orang pada 2023, sebelum kembali meningkat menjadi 41.812 orang pada 2024.

Namun, perkembangan menarik justru terlihat dari kunjungan wisatawan mancanegara yang terus mengalami peningkatan.

Pada 2021, wisatawan asing yang berkunjung ke Sumba Timur hanya berjumlah 172 orang. Jumlahnya kemudian meningkat menjadi 1.402 orang pada 2022, sebanyak 3.040 orang pada 2023, dan 3.756 orang pada 2024.

Perkembangan ini memperlihatkan semakin besarnya minat wisatawan asing untuk mengenal keindahan alam dan kekayaan budaya Sumba Timur. Kehadiran internet dan media sosial juga membuka peluang bagi berbagai destinasi wisata di daerah tersebut untuk semakin dikenal luas.

Kehadiran wisatawan membuka peluang bagi berbagai usaha masyarakat, termasuk penginapan, penyedia makanan, jasa transportasi, pemandu wisata, dan pedagang kerajinan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat Kabupaten Sumba Timur memiliki 19 unit akomodasi hotel pada 2024, dengan 583 kamar dan 725 tempat tidur.

Bagi pedagang tenun di kampung adat, potensi tersebut menjadi peluang yang semakin luas ketika dipadukan dengan akses internet.

Wisatawan yang datang langsung dapat membeli produk sekaligus mengenal pembuatnya. Sementara mereka yang belum berkunjung memiliki kesempatan menemukan kain-kain khas Sumba melalui media sosial.

Cerita Mama Kiani dan masyarakat Kampung Praiyawang memperlihatkan bagaimana internet dapat membantu promosi wisata sekaligus mendukung aktivitas perdagangan.

Kain tenun yang sebelumnya banyak ditawarkan kepada pengunjung kini juga bisa diperkenalkan melalui media sosial. Bahkan, internet memungkinkan komunikasi antara pedagang dan pembeli tetap berlangsung meski keduanya berada di daerah atau negara berbeda.

Meski perkembangan pariwisata dipengaruhi banyak faktor, akses internet memberikan sarana tambahan bagi masyarakat untuk memperkenalkan keindahan alam dan kekayaan budaya Sumba Timur kepada dunia.

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw)



Most Popular
Features