MARKET DATA
Newsletter

IHSG & Rupiah Bangkit, 10 Kabar Ini Bakal Menguji Nyali Investor

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
05 October 2026 06:20
FILE PHOTO: The Charging Bull statue, also known as the Wall St. Bull, is seen in the financial district of New York City, U.S., August 18, 2018.  REUTERS/Brendan McDermid/File Photo
Foto: Pixabay

Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Jumat (2/10/2026), setelah laporan tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan meningkatkan harapan Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga pada Oktober.

Saham teknologi menjadi penggerak utama kenaikan, sementara laporan pengiriman kendaraan Tesla dan perkembangan pemulihan bisnis Nike turut menjadi sorotan investor.

Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Kompak Naik

Mengutip pembaruan perdagangan CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average naik sekitar 244 poin atau 0,5%. S&P 500 menguat 0,7%, sementara Nasdaq Composite mencatat kenaikan terbesar, yakni 1,2%.

Nasdaq sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa sebelum turun dari puncaknya. Saham Nvidia juga mencapai rekor untuk pertama kalinya sejak Mei. AMD, CrowdStrike, dan Palo Alto Networks turut mencetak rekor.

Meski ketiga indeks menguat, kenaikannya menyusut ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS kembali naik setelah sebelumnya turun merespons laporan tenaga kerja. Pergerakan tersebut menunjukkan pasar masih sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga.

Data Tenaga Kerja di Bawah Ekspektasi

Ekonomi AS hanya menambah 29.000 pekerjaan pada September, jauh di bawah perkiraan pasar sebanyak 84.000. Tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,2%, melampaui proyeksi yang memperkirakan angkanya bertahan di 4,1%.

Laporan tersebut memperlihatkan perlambatan perekrutan tenaga kerja. Bagi investor, kondisi ini memperkuat harapan bahwa The Fed tidak perlu kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Menurut kontrak berjangka suku bunga yang dikutip CNBC International, peluang The Fed mempertahankan bunga pada pertemuan Oktober mencapai sekitar 78%, naik dari sekitar 76% sehari sebelumnya.

Namun, perlambatan tenaga kerja tetap perlu dicermati. Meski dapat meredakan kekhawatiran terhadap pengetatan moneter, pelemahan yang berlanjut juga berpotensi memengaruhi konsumsi dan pertumbuhan ekonomi.

Saham Teknologi Jadi Andalan

Penguatan saham teknologi memperlihatkan kembalinya minat investor terhadap aset berisiko setelah laporan tenaga kerja dirilis. Nvidia menjadi salah satu sorotan utama, bersama sejumlah saham semikonduktor dan keamanan siber.

Chief Investment Officer Nuveen, Saira Malik, menilai laporan tenaga kerja dapat memberikan dukungan bagi pasar menjelang musim laporan keuangan perusahaan.

Dalam wawancara dengan CNBC, Malik memperkirakan musim laporan keuangan akan menunjukkan hasil yang kuat. Optimisme tersebut menambah sentimen positif, meski investor masih menghadapi gejolak di pasar obligasi.

Pengiriman Tesla Bikin Kejutan

Tesla melaporkan pengiriman 486.532 kendaraan pada kuartal III-2026. Jumlah tersebut melampaui perkiraan Wall Street sekitar 461.100 unit dan menjadi sentimen positif bagi saham perusahaan.

Dibandingkan kuartal II-2026, pengiriman meningkat dari 480.126 kendaraan. Namun, angkanya masih lebih rendah dibandingkan 497.099 kendaraan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan demikian, Tesla berhasil melampaui ekspektasi pasar sekaligus memperbaiki pengiriman secara kuartalan, meski belum membukukan pertumbuhan tahunan.

Saham produsen kendaraan listrik itu menguat pada perdagangan pagi setelah laporan dirilis. Investor menyambut hasil pengiriman yang lebih tinggi dari perkiraan, sambil menantikan perkembangan kinerja keuangan perusahaan.

Nike Tertekan, Pemulihan Bisnis Masih Berat

Di tengah penguatan pasar, saham Nike turun sekitar 6% saat pembukaan, setelah sebelumnya merosot sekitar 10% dalam perdagangan prapasar.

Pendapatan Nike pada kuartal I tahun fiskal 2027 mencapai US$11,21 miliar, turun sekitar 4% secara tahunan dan di bawah ekspektasi US$11,32 miliar. Sementara itu, laba per saham sebesar US$0,48 melampaui perkiraan US$0,43.

Tekanan di pasar China masih membayangi perusahaan, meski bisnis di Amerika Utara tumbuh. Manajemen memperkirakan pendapatan tahun fiskal 2027 turun dalam persentase satu digit tinggi.

Nike juga menargetkan penghematan US$2,5 miliar hingga 2031 dan merencanakan pemangkasan tenaga kerja mulai 2027. Perkembangan tersebut memperkuat kekhawatiran investor bahwa pemulihan bisnis membutuhkan waktu lebih panjang.

(gls/gls)


Most Popular
Features