RAPBN 2027 Hari Ini Disahkan, Mampukah Bangkitkan IHSG rupiah?
Saham-saham Amerika Serikat (AS) melemah pada perd
agangan Senin (28/9/2026) atau Selasa dini hari waktu Indonesia. Saham tertekan oleh lonjakan imbal hasil (yield) US Treasury pada awal pekan.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 347,11 poin atau 0,67% ke level 51.481,51.
Saham Boeing menjadi pemberat utama indeks, dengan penurunan hampir 7% setelah Federal Aviation Administration (FAA) menyatakan belum akan memberikan sertifikasi untuk pesawat 737 Max 10 milik raksasa kedirgantaraan tersebut hingga lembaga itu menyelesaikan penilaian terhadap gangguan perangkat lunak baru.
Indeks S&P 500 merosot 0,77% ke level 7.683,69, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,92% ke posisi 26.820,38.
Pada titik terendah perdagangan, Dow Jones sempat terkoreksi lebih dari 400 poin, sementara S&P 500 melemah sekitar 1%.
Ketiga indeks utama berhasil bangkit dari level terendahnya sekitar tengah hari setelah laporan Presiden Donald Trump terbuka untuk memberikan pelonggaran sanksi kepada Iran terkait masalah nuklir.
Laporan tersebut membuat harga minyak mentah turun cukup jauh dari level tertingginya pada hari itu.
Yield US Treasury Melonjak
Meski demikian, imbal hasil US Treasury melanjutkan kenaikan tajam yang terjadi pada pekan sebelumnya.
Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang menjadi acuan naik menembus 5,2%. Sementara itu, yield obligasi tenor 30 tahun melampaui 5,5%. Keduanya diperdagangkan di sekitar level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
"Yield tersebut kembali naik secara signifikan hari ini, dan hal itu menyebabkan pelemahan pasar saham yang dapat dipahami," ujar Justin Bergner, manajer portofolio di Gabelli Funds, kepada CNBC.
Ia menambahkan, persaingan mendapatkan modal akibat belanja perusahaan hyperscaler AI juga memberikan tekanan kepada konsumen melalui suku bunga yang lebih tinggi.
Kondisi tersebut membuat tekanan terhadap pasar saham menjadi semakin berat.
Saham AI Berguguran, Nvidia Melawan Arus
Sejumlah saham berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi pemberat utama indeks saham AS pada Senin.
Saham Advanced Micro Devices (AMD) dan Micron Technology masing-masing anjlok 3,6% dan 2,6%.
Amazon dan Microsoft juga terkoreksi sekitar 1%, sedangkan Meta Platforms merosot 4,8%.
Namun, Nvidia bergerak berlawanan dengan tren pelemahan saham hyperscaler dan perusahaan AI lainnya.
Saham Nvidia melonjak 1,7% setelah perusahaan tersebut mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) tambahan senilai US$150 miliar.
Dengan tambahan tersebut, total nilai program pembelian kembali saham Nvidia mencapai US$235 miliar.
(evw/evw)