MARKET DATA

Deretan Raja Batu Bara Dunia, Dari Indonesia Ada Haji Isam?

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
25 September 2026 15:35
Aktivitas pertambangan batubara milik Bayan Resources di Tabang/Pakar, Kalimantan, Jumat (17/11/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki).
Foto: Aktivitas pertambangan batubara milik Bayan Resources di Tabang/Pakar, Kalimantan, Jumat (17/11/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki).

Jakarta, CNBC Indonesia - Per Kamis (24/9/2026), PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi emiten Indonesia dengan kapitalisasi pasar terbesar dalam daftar saham berkategori industri batu bara. Nilai pasar perusahaan mencapai sekitar US$22,94 miliar, setara Rp410,6 triliun.

Angka itu menempatkan Bayan di bawah Coal India dan di atas China Coal Energy. Namun, jaraknya masih sangat jauh dari pemimpin daftar: China Shenhua Energy memiliki kapitalisasi pasar US$155,22 miliar, atau sekitar 6,8 kali nilai Bayan.

Dominasi China terlihat jelas: tujuh dari sepuluh perusahaan dalam daftar berasal dari negara tersebut. Indonesia menyumbang dua nama, yakni Bayan dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), sementara India diwakili Coal India. Dari sisi nilai pasar, Bayan unggul sekitar Rp31,5 triliun atas China Coal Energy yang berada tepat di bawahnya.

Nilai Bayan juga bisa dicek dari perdagangan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Pada penutupan Kamis, saham BYAN berada di Rp12.375 per lembar. Jika dikalikan dengan sekitar 33,33 miliar saham beredar, kapitalisasi pasarnya mencapai kurang lebih Rp412,5 triliun. Angka tersebut sedikit berbeda dari hasil konversi dalam tabel karena penyedia data dapat mengambil harga dan kurs pada waktu yang berbeda.

Nama Bayan belakangan mendapat perhatian setelah Low Tuck Kwong dan Elaine Low menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama, perusahaan dalam grup usaha Haji Isam.

Rencana pengalihan itu mencakup 10.000.000.500 saham, setara sekitar 30% dari seluruh saham Bayan. Penyelesaian transaksi masih bergantung pada pemenuhan syarat dalam perjanjian.

Karena itu, nilai pasar Bayan yang mencapai lebih dari Rp410 triliun bukan nilai saham yang dibeli Haji Isam dan bukan pula harga transaksi yang disepakati. Market cap menggambarkan nilai seluruh saham perusahaan pada harga pasar saat itu; angkanya dapat berubah setiap hari mengikuti pergerakan harga saham.

Perlu dicatat, daftar ini mengikuti klasifikasi industri batu bara dari penyedia data. Perusahaan tambang dengan bisnis yang lebih beragam tetapi juga memproduksi batu bara, seperti BHP dan Glencore, tidak masuk dalam cakupannya. Dengan batasan tersebut, China Shenhua memimpin dari sisi market cap global, sementara Bayan menjadi nama terbesar dari Indonesia.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)



Most Popular