MARKET DATA

Lockheed Punya Kejutan, F-16G Ditawarkan untuk Angkatan Udara AS

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
21 September 2026 21:30
A Turkish Air Force F16 fighter jet prepares to take off after Defense Secretary Ash Carter visited the Incirlik Air Base near Adana, Turkey, Tuesday, Dec. 15, 2015. Carter said the U.S. wants Turkey to better control its border with Syria, which cou
Foto: F16 turkey (AP/)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jet tempur F-16 merupakan salah satu pesawat tempur yang paling banyak digunakan di dunia. Jet buatan Amerika Serikat (AS) ini dirancang untuk menghadapi pesawat musuh di udara sekaligus menyerang sasaran di darat.

F-16 hanya menggunakan satu mesin sehingga ukurannya lebih kecil dan biaya operasinya lebih murah dibandingkan sejumlah pesawat tempur kelas berat. Namun, pesawat ini tetap dapat membawa rudal, bom, meriam, serta berbagai alat untuk mencari dan mengunci sasaran.

Pesawat tersebut pertama kali terbang pada 1974. Meski desain dasarnya sudah berusia lebih dari setengah abad, F-16 terus diperbarui. Bentuk body-nya mungkin terlihat hampir sama, tetapi radar, mesin, kokpit, senjata, dan perangkat pertahanannya terus berubah dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Perjalanan panjang itu kini berpeluang memasuki babak baru. Lockheed Martin menawarkan F-16G kepada Angkatan Udara AS untuk menggantikan sebagian armada F-16 lama yang sudah mulai menua.

Mengutip Aviation Week, F-16G dikembangkan dari F-16 Block 70, yakni versi produksi paling modern dari keluarga Fighting Falcon.

Pesawat tersebut akan mendapatkan sejumlah tambahan untuk membuatnya dapat terbang lebih jauh dan lebih mudah menemukan sasaran.

Salah satunya adalah conformal fuel tanks, yakni tangki bahan bakar tambahan yang dipasang mengikuti bentuk badan pesawat. Posisi tersebut membuat tempat untuk membawa senjata di bawah sayap tetap dapat digunakan.

Pesawat tempur F16 Sufa Milik Israel Air Force. (Dok. IAF)Pesawat tempur F16 Sufa Milik Israel Air Force. (Dok. IAF) Foto: Pesawat tempur F16 Sufa Milik Israel Air Force. (Dok. IAF)

F-16G juga akan membawa tangki bahan bakar berkapasitas 600 galon di bagian sayap. Tambahan bahan bakar ini dapat memperpanjang jarak terbangnya tanpa terlalu sering bergantung pada pesawat tanker untuk mengisi bahan bakar di udara.

Kemampuan pencarian sasarannya akan diperkuat dengan infrared search and track (IRST). Perangkat ini mencari panas yang dikeluarkan mesin pesawat lain sehingga pilot dapat menemukan lawan tanpa selalu menyalakan radar.

Peralatan lainnya adalah pod Sniper, yakni perangkat berbentuk tabung yang dipasang di bagian luar pesawat. Alat tersebut membantu pilot melihat, mengikuti, dan mengarahkan senjata ke sasaran di udara maupun darat.

F-16G juga akan dilengkapi parasut pengereman. Parasut ini dibuka setelah pesawat mendarat untuk membantu mengurangi kecepatan, terutama ketika menggunakan landasan pendek atau licin.

Tawaran tersebut muncul ketika Angkatan Udara AS menghadapi persoalan dengan armada tempurnya. Banyak F-16 yang digunakan saat ini telah beroperasi selama puluhan tahun dan secara perlahan mendekati masa pensiun.

AS terakhir kali memesan F-16 baru sekitar 26 tahun lalu. Setelah itu, negara tersebut lebih banyak memperbarui peralatan dan memperpanjang masa pakai pesawat yang sudah dimiliki.

Pada saat yang sama, produksi F-35 belum cukup cepat untuk langsung menggantikan seluruh jet tempur yang akan dipensiunkan. F-16G kemudian ditawarkan sebagai salah satu pilihan untuk mengisi kekurangan tersebut.

Angkatan Udara AS memperkirakan pembelian pesawat dalam jumlah lebih besar dapat meningkatkan armada tempurnya dari 1.098 pesawat pada tahun fiskal 2026 menjadi 1.558 pesawat pada 2035.

Namun, belum ada keputusan pembelian F-16G. Angkatan Udara AS masih mempelajari kebutuhan pesawat tempurnya dan berbagai pilihan yang tersedia.

Lockheed Martin juga belum membuka seluruh rincian mengenai pesawat tersebut. Perusahaan sejauh ini hanya menyatakan siap mendukung kebutuhan Angkatan Udara AS.

Perjalanan Keluarga F-16, dari Pesawat Ringan hingga Block 70

Cerita F-16 bermula pada awal 1970-an. Ketika itu, AS menginginkan pesawat tempur yang lebih ringan, lincah, dan tidak semahal jet tempur berukuran besar.

General Dynamics kemudian mengembangkan prototipe bernama YF-16. Pesawat tersebut terbang pada 1974 dan kemudian terpilih untuk dikembangkan menjadi pesawat tempur baru Angkatan Udara AS.

Dari sinilah lahir F-16A dan F-16B. F-16A memiliki satu kursi untuk pilot, sedangkan F-16B dilengkapi dua kursi dan banyak digunakan untuk latihan.

Produksinya kemudian berkembang menjadi F-16C/D, F-16E/F, F-16V, hingga Block 70/72. Setiap generasi membawa mesin, radar, kokpit, dan senjata yang lebih modern.

Berikut perjalanan generasi utama keluarga F-16:

Block 70 dan Block 72 pada dasarnya membawa teknologi yang sama. Perbedaan utamanya berada pada mesin. Block 70 menggunakan mesin buatan General Electric, sedangkan Block 72 menggunakan mesin Pratt & Whitney.

F-16G yang ditawarkan kepada Angkatan Udara AS akan menggunakan Block 70 sebagai dasarnya. Lockheed Martin kemudian menambahkan tangki bahan bakar, alat pencari sasaran, perangkat penargetan, dan perlengkapan lain sesuai kebutuhan AS.

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/luc)



Most Popular