Pekan Berdarah atau Cuan? 11 Kabar Genting Menanti: The Fed - Utang RI
- Pasar keuangan Indonesia kompak tertekan pada akhir pekan lalu. IHSG, rupiah, dan harga SBN melemah.
- Wall Street bangkit setelah melemah empat hari beruntun seiring penurunan harga minyak.
- Dampak inflasi AS, keputusan suku bunga The Fed dan BOJ, serta data ekonomi China akan menjadi penggerak pasar pekan ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), rupiah, dan harga Surat Berharga Negara (SBN) kompak tertekan pada perdagangan terakhir pekan lalu.
Memasuki perdagangan awal pekan ini, Senin (24/9/2026), pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan menghadapi berbagai dinamika. Selengkapnya mengenai penggerakan sentimen pasar keuangan hari ini dan sepekan ke depan bisa dibaca pada halaman 2 artikel ini.
IHSG kembali berakhir di zona merah pada perdagangan Jumat (11/9/2026). Meski demikian, indeks berhasil memangkas koreksi setelah sempat tertekan tajam pada awal perdagangan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup turun 47,96 poin atau 0,73% ke posisi 6.541,38. Indeks sempat merosot sekitar 1,8% pada awal sesi pertama hingga menyentuh level terendah 6.462,96.
Tekanan kemudian berkurang menjelang penutupan. IHSG berhasil naik dari posisi terendahnya dan mengakhiri perdagangan tidak jauh dari level tertinggi harian sebesar 6.552,70.
(evw/evw)