Newsletter

Dunia Tak Baik-Baik Saja: Harga Minyak US$ 101, Bunga Obligasi AS Naik

Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
Kamis, 10/09/2026 06:30 WIB
Foto: Infografis/ Daftar Negara yang Paling Bergantung pada Selat Hormuz, AS Justru Aman/ Ilham Restu
  • Pasar keuangan RI ditutup beragam IHSG dan SBN melemah sementara Rupiah menguat
  • Wall Street ambruk menyusul lonjakan imbal hasil US Treasury
  • Harga minyak, keputusan ECB Rate, PPI AS, dan penjualan eceran Indonesia menjadi penggerak utama pasar hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan dalam negeri ditutup beragam. Bursa saham dan obligasi ditutup menguat sementara rupiah bergerak melemah.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan bergerak hijau walaupun masih akan menghadapi tantangan pada hari ini terutama karena perang yang belum menemukan titik terangnya serta potensi supply chain yang terganggu akibat bencana alam yang melanda Indonesia dari berbagai macam spektrum.

Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi pada perdagangan kemarin, Rabu (9/9/2026). Pada akhir sesi kedua, IHSG turun 8,21 poin atau 0,12% ke level 6.678,20.

Berdasarkan data pasar, sepanjang perdagangan intraday kemarin IHSG menyentuh level tertinggi sementara 6.707,30 dan terendah 6.642,15. Sebanyak 308 saham menguat, 317 saham melemah, dan 169 saham stagnan.

Adapun volume perdagangan pada awal sesi mencapai 34,5 miliar saham, berpindah tangan 2,17 juta kali dengan nilai transaksi sekitar Rp 16,16 triliun.

Pada perdagangan kemarin, terpantau asing membukukan net foreign inflow sebesar Rp 438,9 miliar di all market dan mencatatkan net foreign outflow pula di pasar reguler sebesar Rp 621,40 miliar

Sehingga apabila data ditarik secara year-to-date bursa saham mengalami net foreign outflow sebesar Rp 67,76 triliun di all market dan Rp 96,32 triliun di reguler market.


(gls/gls)
Pages