Energi Jadi Nadi Negara: Sekali Padam, Layanan Publik Bisa Tumbang

mae, CNBC Indonesia
Senin, 31/08/2026 18:50 WIB
Foto: Infografis/ Tarif Listrik/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Energi memiliki posisi sangat strategis dalam menopang layanan komunikasi dan layanan publik. Tidak hanya menghidupkan jaringan komunikasi, energi adalah nadi yang membangun pusat data, sistem pembayaran, hingga berbagai platform pelayanan publik.

Keberadaan energi memastikan Base Transceiver Station (BTS), jaringan fiber optik, stasiun pemancar, data center, hingga sistem satelit tetap hidup.

Dengan besarnya peran energi, maka gangguan pasokan kemudian tidak berhenti pada persoalan listrik padam. Dampaknya bisa merembet menjadi gangguan komunikasi, terputusnya akses informasi, terganggunya transaksi digital, hingga terhambatnya pelayanan publik

Ilustrasi Data Center. (Dok. Pexels) Foto: Ilustrasi Data Center. (Dok. Pexels)

 

Di tengah ancaman krisis energi global, kemampuan menjaga rantai ini menjadi kunci agar negara tetap hadir dan pelayanan publik tidak ikut "padam".

Bayangkan jika energi tiba-tiba terganggu. Bukan hanya lampu yang padam atau aktivitas industri yang terhenti, tetapi juga lalu lintas layanan pemerintah yang ikut tersendat.

Pentingnya Membangun Ketahanan Energi di Era Digital

Perang Iran yang meletus sejak akhir Februari 2026 membuka mata dunia akan pentingnya ketahanan energi.

Perang membuat Iran menutup Selat Hormuz yang menjadi nadi perdagangan komoditas energi dunia, mulai dari minyak hingga gas. Dunia pun kelabakan karena pasokan energi mendadak berkurang.

Dalam hal pasokan energi, terutama untuk listrik, Indonesia diuntungkan karena sekitar 40% pasokan energi primernya menggunakan batu bara. Posisi Indonesia sebagai salah satu produsen terbesar membuat dampak guncangan energi bisa dimitigasi.


(mae/mae)
Pages