MARKET DATA

Sama-Sama Naik, Lebih Mahal Mana Harga LPG di India Atau Indonesia?

Amalia Zahira,  CNBC Indonesia
21 April 2026 15:15
Seorang pria memuat tabung LPG ke dalam sebuah truk di gudang di tengah gangguan pasokan menyusul konflik AS-Israel dengan Iran, di Mumbai, India, 11 Maret 2026. (REUTERS/Francis Mascarenhas)
Foto: Seorang pria memuat tabung LPG ke dalam sebuah truk di gudang di tengah gangguan pasokan menyusul konflik AS-Israel dengan Iran, di Mumbai, India, 11 Maret 2026. (REUTERS/Francis Mascarenhas)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia dan India sama-sama menaikkan harga LPG menyusul lonjakan energi. 

PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga untuk produk Liquefied Petroleum Gas (LPG) non-subsidi tabung 5,5 kg dan 12 kg yang berlaku di seluruh Indonesia. Penyesuaian tersebut berlaku mulai 18 April 2026.


Melansir laman resmi Pertamina Patra Niaga, harga yang berlaku untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, harga LPG 5,5 kg tercatat naik sebesar Rp 17.000 menjadi Rp 107.000 per tabung. Sedangkan untuk kemasan 12 kg di wilayah Banten hingga Bali kini dibanderol seharga Rp 228.000 atau mengalami kenaikan sebesar Rp 36.000 dari harga sebelumnya.



Harga LPG komersial di India juga sudah naik signifikan lebih dari INR 195 atau sekitar Rp 35.683 per tabung 19 kg mulai berlaku 1 April 2026 (1 INR= Rp 183), didorong gangguan pasokan global akibat konflik di Asia Barat. Sementara tarif LPG komersial melonjak menjadi ₹2.078,50 di Delhi, harga LPG rumah tangga ukuran 14,2 kg untuk memasak tetap tidak berubah.

Harga LPG di India sebenarnya menunjukkan tren yang berbeda antara segmen rumah tangga dan komersial. Hingga April 2026, harga LPG domestik ukuran 14,2 kg di Mumbai tercatat stabil. Sebaliknya, LPG komersial ukuran 19 kg mengalami kenaikan signifikan.

Kenaikan tajam pada LPG komersial terutama dipicu oleh faktor eksternal, khususnya meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Asia Barat. Konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat, termasuk serangan drone di Laut Oman serta gangguan di Selat Hormuz, menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Kondisi ini mendorong kenaikan harga Saudi Contract Price yang menjadi acuan LPG internasional, sehingga berdampak langsung pada harga LPG komersial atau LPG non subsidi.

Perbandingan Harga LPG India dan Indonesia

 

LPG non-subsidi Indonesia turut mengalami kenaikan harga. Jika dibandingkan dengan India, peningkatan harga LPG di kedua negara relatif menunjukkan tren yang serupa, meskipun secara level harga, Indonesia masih sedikit berada di bawah India.

Kemiripan level harga ini menunjukkan bahwa tanpa intervensi subsidi, harga LPG di berbagai negara cenderung bergerak mengikuti dinamika pasar energi global yang sama.

 

(mae/mae) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular