IHSG-Rupiah Hari Ini: Diuji Aksi Demo, Diteror Galaknya Inflasi AS
- Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam. IHSG dan SBN melemah, sementara rupiah menguat
- Wall Street loyo setelah data PCE masih mengkhawatirkan
- Hasil uji kelayakan pimpinan BI, inflasi PCE AS, dan pertumbuhan ekonomi AS akan menjadi penggerak pasar hari ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Tanah Air menutup perdagangan Rabu (26/8/2026) dengan hasil tak kompak.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok dan pasar obligasi pemerintah kembali tertekan. Sebaliknya, rupiah berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Pasar saham hingga rupiah diharapkan mampu bergerak positif pada hari ini, Kamis (27/8/2026). Selengkapnya mengenai proyeksi pasar keuangan hari ini dapat dibaca pada halaman tiga artikel ini.
Sebelumnya, IHSG ditutup anjlok 1,48% atau 95,98 poin ke level 6.405,69. Posisi tersebut membawa indeks kembali menjauh dari level psikologis 6.500.
IHSG awalnya membuka perdagangan di level 6.507,14 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 6.532,17. Tekanan jual kemudian meningkat hingga indeks berakhir tepat di posisi terendah hariannya.
Rupiah sebenarnya membuka perdagangan dengan penguatan 0,20% ke posisi Rp17.670/US$. Namun, penguatannya terpangkas 25 poin hingga penutupan.
Sementara itu, tekanan kembali terjadi di pasar obligasi pemerintah. Imbal hasil SBN tenor 10 tahun ditutup naik 3,7 basis poin dari 7,041% menjadi 7,078% pada perdagangan kemarin.
Imbal hasil yang naik menandai harga SBN yang tengah turun karena dijual investor.
(evw/evw)