MARKET DATA
Newsletter

IHSG-Rupiah Hari Ini: Diuji Aksi Demo, Diteror Galaknya Inflasi AS

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
27 August 2026 06:18
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Dari bursa saham AS, Wall Street melemah pada perdagangan Rabu atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

Bursa saham melemah setelah data terbaru indeks harga personal consumption expenditures (PCE) menunjukkan bahwa inflasi masih berada pada level tinggi.

Indeks S&P ditutup nyaris flat di level 7.675,70, sementara Nasdaq Composite turun 0,08% ke 26.130,20. Dow Jones Industrial Average melemah 113,52 poin atau 0,21% menjadi 53.463,88.

Saham Meta naik 1% setelah perusahaan mencapai kesepakatan dengan para jaksa agung negara bagian AS terkait gugatan yang menuduh aplikasi media sosialnya membahayakan pengguna muda.

 

Indeks harga PCE, laporan bulanan yang mengukur perubahan harga barang dan jasa serta menjadi salah satu indikator inflasi yang paling diperhatikan Federal Reserve (The Fed), naik sedikit lebih tinggi dari perkiraan pada Juli. Namun, core PCE, yang tidak memasukkan harga pangan dan energi, sesuai dengan ekspektasi.

Laporan tersebut muncul ketika pasar obligasi menjadi perhatian. Imbal hasil US Treasury relatif tidak banyak berubah pada Rabu setelah turun secara luas sehari sebelumnya.

Pada Selasa, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun anjlok hampir 8 basis poin.

Yield Treasury sempat mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir pada pekan lalu, dengan yield obligasi tenor 30 tahun menyentuh level yang belum terlihat selama hampir 20 tahun.

Nvidia dan Jackson Hole Jadi Perhatian

Nvidia dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal II pada Rabu setelah perdagangan bursa ditutup. Menurut FactSet, Wall Street memperkirakan laba per saham (EPS) sebesar US$2,09 dengan pendapatan US$92,28 miliar.

Laporan Nvidia dapat menjadi indikator penting bagi pasar secara keseluruhan, mengingat perusahaan chip tersebut merupakan anggota terbesar S&P 500 dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$5 triliun.

 

"Laporan keuangan Nvidia yang akan dirilis hari ini dapat kembali memicu volatilitas, dengan investor mengharapkan kejutan positif pada laba serta panduan ke depan yang menunjukkan permintaan berkelanjutan terhadap chip AI," kata Ulrike Hoffmann-Burchardi, Chief Investment Officer Americas sekaligus Global Head of Equities di UBS, dikutip dari CNBC International.

Investor juga akan mencermati pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh pada Jumat dalam simposium tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming. Namun, sejumlah pihak menilai Warsh kemungkinan masih akan berhati-hati dan tidak banyak memberikan petunjuk menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed pada September.

"Jika Warsh benar-benar tidak memberikan banyak arahan, saya pikir orang-orang akan bertanya, 'Sebenarnya apa yang sedang terjadi?'" kata Ben Fulton, CEO WEBs Investments.

Namun, jika Warsh memberikan gambaran mengenai arah kebijakan, Fulton menilai hal itu kemungkinan dapat membawa sedikit ketenangan ke pasar.

(evw/evw)


Most Popular
Features