Prabowo Bawa 8 Tamu Spesial ke Sidang Tahunan MPR/DPR, Ada Sosok Joko
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto tidak hanya memaparkan capaian pemerintah dalam pidatonya. Ia juga menceritakan kehidupan sejumlah rakyat biasa yang merasakan langsung berbagai program pemerintah.
Kisah tersebut disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Sebanyak delapan nama disebut ketika Prabowo menjelaskan pelaksanaan program di bidang pangan, pendidikan, perlindungan sosial, dan perumahan.
Berikut delapan nama yang diceritakan Prabowo dalam pidatonya:
1. Joko Puro
Joko Puro merupakan Ketua Kelompok Tani Sri Makmur dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Ia telah menjalani profesi sebagai petani selama 20 tahun.
Dengan dukungan air, teknologi, dan pupuk yang disediakan pemerintah, Joko mampu melakukan panen sebanyak tiga kali dalam setahun dengan produktivitas mencapai 9 ton padi per hektare.
Penurunan harga pupuk sebesar 20% juga membantu memangkas biaya produksinya. Kisah Joko disampaikan ketika Prabowo menjelaskan upaya pemerintah meningkatkan produksi pangan dan mencapai swasembada.
Pidato Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Jumat (14/8/2026). (Tangkapan layar youtube Setpres RI) Foto: (Tangkapan layar youtube Setpres RI) |
2. Kristina Beno
Kristina Beno merupakan siswi kelas VI sekolah dasar dari Merauke, Papua Selatan. Anak seorang petani tersebut menjadi salah satu penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kristina hadir di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam Rangka HUT ke-81 RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). (Tangkapan layar youtube Setpres RI) Foto: (Tangkapan layar youtube Setpres RI) |
Program MBG disebut membantu Kristina menjadi lebih bugar, lebih fokus, dan lebih rajin bersekolah.
"Kristina, terima kasih. Pertama kali kamu hadir di MPR ini. Suatu saat mungkin kamu duduk di atas sini," ujar Prabowo.
Prabowo juga menyampaikan bahwa anak-anak dari Papua memiliki kesempatan untuk memimpin Indonesia pada masa mendatang.
3. Muhammad Risky Pratama
Muhammad Risky Pratama merupakan siswa berusia 12 tahun di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 2 Medan.
Sebelum mengikuti Sekolah Rakyat, Risky pernah mengayuh sepeda sejauh puluhan kilometer sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual.
"Bayangkan, badan seperti ini, naik sepeda bawa 30 kilogram ikan. Luar biasa kau, Risky. Kau anak yang baik," kata Prabowo.
Kondisi ekonomi sempat membuat Risky putus sekolah. Ketika pertama kali masuk Sekolah Rakyat, kemampuan membaca dan menghitungnya juga belum lancar.
Melalui program tersebut, Risky kini kembali memperoleh kesempatan belajar dan menata cita-citanya. Prabowo meyakini pengalaman hidup itu akan membentuk Risky menjadi pribadi yang kuat.
Hingga pidato disampaikan, pemerintah telah membuka 93 Sekolah Rakyat permanen. Jika digabungkan dengan sekolah rintisan, jumlahnya mencapai 182 sekolah.
4. Citra Nur Ramadhani
Citra Nur Ramadhani berasal dari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.
Ketika masih duduk di kelas IV sekolah dasar, Citra hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang. Ayahnya telah meninggal dunia, sedangkan ibunya merupakan penyandang disabilitas.
Sekolah Rakyat kemudian memberikan kesempatan kepada Citra untuk melanjutkan pendidikan. Ia juga berhasil mencatatkan prestasi sebagai juara karate tingkat kabupaten.
"Sekolah Rakyat beri Citra kesempatan belajar tanpa tinggalkan keluarganya hadapi perjuangan sendiri. Citra kemarin berhasil juara karate tingkat kabupaten," ujar Prabowo.
Citra hadir di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam Rangka HUT ke-81 RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). (Tangkapan layar youtube Setpres RI) Foto: Tangkapan layar youtube Setpres RI) |
5. Susanah
Prabowo kemudian menceritakan kehidupan Susanah, warga Kabupaten Bogor yang bekerja sebagai buruh harian pengupas bawang.
Susanah menerima upah sekitar Rp700 untuk setiap kilogram bawang yang dikupas.
Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menopang kebutuhan keluarganya. Bantuan tersebut juga membantu menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak Susanah.
6. Margarelitha Rohi
Margarelitha Rohi merupakan warga Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang hidup dalam kesulitan sejak kecil.
Ia tidak pernah mengenyam pendidikan. Pada usia 38 tahun, Margarelitha masih berdagang sembari merawat tantenya yang telah berusia 80 tahun.
Bantuan sosial Asistensi Rehabilitasi Sosial atau ATENSI berupa beras dan minyak menjadi salah satu penopang kebutuhan keluarganya.
Kisah Margarelitha turut digunakan Prabowo untuk menggambarkan penerima manfaat program perlindungan sosial.
7. Thelma Humena
Nama berikutnya adalah Thelma Humena, warga Kota Manado yang menjadi penerima manfaat program perbaikan rumah.
Rumah yang ditempati keluarga Thelma sebelumnya memiliki fondasi rapuh. Bagian dinding, lantai, dan atap rumah tersebut juga berada dalam kondisi rusak.
Melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), keluarga Thelma dapat memperbaiki rumah tersebut sehingga menjadi tempat tinggal yang lebih layak.
Hingga 30 Juni 2026, pemerintah telah menyalurkan bantuan renovasi melalui BSPS untuk 83.907 rumah.
8. Andre Kawaru
Nama terakhir adalah Andre Kawaru, warga Samarinda yang bekerja sebagai pedagang kelinci.
Andre menjajakan kelinci dengan berpindah dari satu pasar malam ke pasar malam lainnya. Selama bertahun-tahun, ia bersama keluarganya tinggal di rumah kontrakan.
Melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan atau FLPP, Andre akhirnya dapat memiliki rumah sendiri.
Hingga periode yang disampaikan Prabowo, pembiayaan pembelian rumah melalui FLPP telah menjangkau 91.531 rumah. Sementara Kredit Program Perumahan telah diberikan kepada 95.878 debitur.
Kisah Andre dan Thelma menggambarkan pelaksanaan program perumahan pemerintah, baik melalui bantuan renovasi maupun pembiayaan pembelian rumah.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/wur)

