MARKET DATA

Biaya Hidup Mahal! Provinsi Ini Lewati Jakarta Soal Garis Kemiskinan

Aisha Mayra,  CNBC Indonesia
06 August 2026 15:25
Data Kemiskinan RI Terbaru, BPS Vs Bank Dunia
Foto: Infografis/ Data Kemiskinan RI/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Garis kemiskinan nasional pada Maret 2026 mencapai Rp692.906 per kapita per bulan atau Rp3.091.866/rumah tangga/miskin/bulan.

Namun, angka tersebut bukan batas yang berlaku sama di seluruh Indonesia. Di sejumlah provinsi, kebutuhan minimum untuk keluar dari kategori miskin bahkan sudah menembus Rp1 juta per orang setiap bulan.

Papua Pegunungan menjadi provinsi dengan garis kemiskinan tertinggi di Indonesia. Sebaliknya, beberapa provinsi di Sulawesi justru memiliki garis kemiskinan jauh lebih rendah.

Papua Pegunungan Masih Tertinggi

Papua Pegunungan mencatat garis kemiskinan gabungan perkotaan dan perdesaan sebesar Rp2.831.815 per kapita per bulan pada Maret 2026. Angka ini menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Di bawahnya terdapat Kepulauan Bangka Belitung sebesar Rp2.032.334, Papua Tengah Rp1.958.596, Papua Barat Rp1.883.265, Kalimantan Utara Rp1.873.101, disusul Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Papua Barat Daya, Maluku, dan Sumatera Barat.

DKI Jakarta memang tidak masuk dalam pemeringkatan gabungan karena tidak memiliki wilayah perdesaan. Namun, garis kemiskinan perkotaannya mencapai Rp925.525 per kapita per bulan, termasuk salah satu yang tertinggi di Indonesia.

Bukan Soal Pendapatan

Garis kemiskinan bukan menunjukkan besarnya pendapatan masyarakat, melainkan batas minimum pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan nonmakanan selama satu bulan. Penduduk dengan pengeluaran di bawah batas tersebut dikategorikan miskin oleh BPS.

Besaran garis kemiskinan juga berbeda di setiap provinsi karena dipengaruhi harga barang, biaya hidup, serta pola konsumsi masyarakat di masing-masing daerah.

Garis kemiskinan dihitung berdasarkan biaya untuk memenuhi kebutuhan dasar, terutama makanan dan nonmakanan.

Ketika terjadi inflasi tinggi, harga barang dan jasa naik. Akibatnya, biaya minimum yang dibutuhkan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar juga meningkat. Karena itu, garis kemiskinan biasanya ikut naik.

Sebagai catatan, inflasi Papua Pegunungan mencapai 4,64% (YoY) pada Juli 2026 sedangkan di Jakarta hanya 2,88% (YoY).

Dilihat per Rumah Tangga

Dalam praktiknya, BPS tidak hanya melihat pengeluaran per kapita. Pengukuran kemiskinan juga perlu diterjemahkan dalam konteks rumah tangga karena sebagian besar pengeluaran dilakukan bersama, seperti beras, sewa rumah, listrik, hingga kebutuhan dasar lainnya.

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,62 anggota rumah tangga pada Maret 2026. Dengan garis kemiskinan nasional sebesar Rp669.235 per kapita per bulan, maka garis kemiskinan rumah tangga mencapai sekitar Rp3.091.866 per rumah tangga per bulan.

Makanan Masih Menjadi Penentu

Komoditas makanan masih menjadi komponen terbesar dalam pembentukan garis kemiskinan. Pada Maret 2026, kontribusinya mencapai 74,70%, sedangkan komoditas nonmakanan sebesar 25,30%.

Artinya, perubahan harga pangan masih menjadi faktor yang paling besar memengaruhi pergeseran garis kemiskinan dibandingkan kebutuhan nonmakanan.

 

(mae/mae)



Most Popular