16 Negara dengan Tagihan Listrik Termahal di Dunia, Ada RI?
Jakarta, CNBC Indonesia- Biaya energi yang harus dibayar rumah tangga masih menjadi beban besar di banyak negara maju. Data terbaru menunjukkan negara-negara Eropa mendominasi daftar dengan pengeluaran energi rumah tangga tertinggi di dunia sepanjang 2025.
Berdasarkan Household Energy Expenditure Database milik International Energy Agency (IEA) yang diolah Visual Capitalist, Swedia menjadi negara dengan pengeluaran energi rumah tangga terbesar.
Rata-rata penduduk menghabiskan US$1.926 per tahun atau sekitar Rp 34,7 juta (US$ = Rp 18.000) untuk membayar listrik, gas, pemanas, dan berbagai bahan bakar rumah tangga. Angka tersebut tidak mencakup biaya energi untuk transportasi.
Finlandia berada di posisi kedua dengan pengeluaran US$1.786 per kapita, disusul Austria sebesar US$1.709. Denmark dan Jerman melengkapi lima besar dengan masing-masing US$1.583 dan US$1.450 per orang.
Dominasi Eropa terlihat jelas dalam pemeringkatan terse
but. Sebanyak 24 dari 30 negara dengan pengeluaran energi rumah tangga tertinggi berasal dari kawasan ini. Kondisi iklim menjadi salah satu faktor utama. Musim dingin yang panjang meningkatkan kebutuhan pemanas, sementara harga listrik dan gas di banyak negara Eropa relatif lebih mahal dibanding kawasan lain.
Pendapatan masyarakat yang tinggi juga ikut mendorong konsumsi energi. Rumah berukuran lebih besar membutuhkan listrik lebih banyak untuk pemanas, pendingin udara, pencahayaan, hingga berbagai peralatan elektronik. Besarnya tagihan energi akhirnya mencerminkan kombinasi antara tingkat konsumsi, harga energi, kondisi iklim, serta kebijakan masing-masing negara.
Amerika Serikat menempati posisi ke-16 dengan pengeluaran energi rumah tangga sebesar US$1.042 per orang. Nilai tersebut masih jauh di bawah Swedia, tetapi tetap lebih tinggi dibanding sebagian besar negara berkembang.
Kanada berada di peringkat ke-22 dengan pengeluaran US$748 per kapita. Meski memiliki musim dingin yang lebih ekstrem, besarnya pengeluaran rumah tangga lebih rendah dibanding banyak negara Eropa. Perbedaan bauran energi, efisiensi bangunan, serta kebijakan harga menjadi beberapa faktor yang memengaruhi besarnya tagihan.
Di kelompok negara berkembang, pengeluaran energi rumah tangga turun sangat tajam. China mencatat rata-rata US$173 per orang setiap tahun. India hanya US$52, sedangkan Pakistan US$54.
Sejumlah negara Afrika berada di posisi terbawah. Senegal mencatat pengeluaran US$89 per orang, Tunisia US$72, Mesir US$35, dan Aljazair hanya US$29. Bolivia menjadi negara dengan pengeluaran energi rumah tangga paling rendah dalam basis data IEA, yakni US$25 per orang per tahun.
Besarnya tagihan energi tidak selalu mencerminkan tingkat efisiensi yang buruk. Pengeluaran yang rendah dapat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan masyarakat, akses terhadap layanan energi modern, ukuran tempat tinggal yang lebih kecil, iklim yang lebih hangat, subsidi pemerintah, maupun harga listrik dan bahan bakar yang lebih murah.
CNBC Indonesia Research
(emb/emb) Addsource on Google