MARKET DATA

Masa Depan Anak Muda Dipertanyakan: Sulit Kaya - Gaji Susah Naik

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
04 August 2026 17:10
AI Bikin Anak Muda Jadi Miliarder, Kok Bisa?
Foto: Infografis/ AI Bikin Anak Muda Jadi Miliarder, Kok Bisa?/ Ilham

Jakarta, CNBC Indonesia - Harapan bahwa setiap generasi akan menikmati kehidupan lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya sulit terwujud.

Anak muda saat ini tidak selalu memiliki pendapatan lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnya. Namun, pertumbuhan upah mereka terhenti, kesempatan bekerja melemah, sementara biaya tempat tinggal tetap tinggi.

Kondisi tersebut terlihat dalam penelitian terbaru Institute for Fiscal Studies (IFS) yang membandingkan standar hidup sejumlah generasi di Inggris ketika berusia sekitar 25 tahun.

Penelitian itu menggunakan data survei rumah tangga untuk membandingkan kondisi pekerjaan, pendapatan, kepemilikan rumah, hingga biaya tempat tinggal berdasarkan kelompok tahun kelahiran. Seluruh nilai pendapatan dan biaya telah disesuaikan dengan inflasi menggunakan harga 2024-2025.

Hasilnya menunjukkan generasi muda saat ini memiliki pendapatan yang relatif sama dengan generasi yang lahir 10-20 tahun sebelumnya. Namun, mereka tidak lagi menikmati peningkatan kesejahteraan secepat generasi terdahulu.

Anak Muda Semakin Sulit Mendapatkan Pekerjaan

Generasi kelahiran 1997-2001 memiliki tingkat bekerja sebesar 74% ketika berusia sekitar 25 tahun.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata tingkat bekerja sebesar 77% yang dicatat generasi kelahiran 1972-1996 pada usia yang sama.

Penurunan terjadi pada laki-laki maupun perempuan. IFS menilai kondisi tersebut kemungkinan berkaitan dengan meningkatnya jumlah penduduk berusia 16-24 tahun yang tidak bekerja, tidak menempuh pendidikan, dan tidak mengikuti pelatihan atau masuk kategori NEET sejak akhir 2022.

Padahal, tingkat bekerja anak muda sebelumnya cenderung stabil. Kesempatan kerja perempuan bahkan meningkat cukup kuat antara generasi yang lahir pada akhir 1950-an hingga 1970-an, meskipun tingkat bekerja laki-laki sedikit menurun.

Upah Anak Muda Mandek Selama Dua Dekade

Perbedaan antargenerasi juga terlihat pada pertumbuhan upah.

Pendapatan median sebelum pajak bagi pekerja berusia 25 tahun meningkat dari £19.900 per tahun pada generasi kelahiran 1957-1961 menjadi £28.500 pada generasi 1977-1981. Angka tersebut telah disesuaikan dengan harga 2024-2025.

Namun, peningkatan tersebut berhenti setelah krisis keuangan global 2008.

Generasi kelahiran 1997-2001 hanya memperoleh pendapatan median sekitar £28.000 per tahun ketika berusia 25 tahun. Besarnya hampir sama dengan pendapatan generasi yang lahir dua dekade sebelumnya.

Pendapatan keluarga yang siap dibelanjakan setelah memperhitungkan pajak dan bantuan pemerintah juga menunjukkan pola serupa. Pertumbuhan berlangsung pada generasi kelahiran akhir 1950-an hingga akhir 1970-an, kemudian tidak banyak berubah.

Anak muda saat ini memang tidak jauh lebih miskin dibandingkan generasi sebelumnya. Namun, mereka tidak menikmati pertumbuhan pendapatan yang dahulu dirasakan generasi orang tua mereka.

Semakin Banyak Tinggal Bersama Orang Tua

Stagnasi pendapatan terjadi ketika biaya tempat tinggal masih tinggi. Kondisi tersebut membuat anak muda semakin sulit meninggalkan rumah orang tua.

Sekitar seperempat generasi kelahiran akhir 1950-an hingga pertengahan 1970-an masih tinggal bersama orang tua ketika berusia 25 tahun.

Proporsinya kemudian meningkat. Sebanyak 28,87% generasi kelahiran 1977-1981 masih tinggal bersama orang tua pada usia tersebut. Angkanya naik menjadi 34,69% pada generasi 1987-1991 dan mencapai 41,67% pada generasi 1997-2001.

Pada saat yang sama, tingkat kepemilikan rumah anak muda merosot. Sebanyak 42,65% generasi kelahiran 1957-1961 sudah memiliki rumah ketika berusia 25 tahun. Pada generasi 1997-2001, angkanya hanya 14,59%.

Data tersebut memperlihatkan perubahan besar dalam pola tempat tinggal anak muda. Penurunan kepemilikan rumah awalnya diikuti kenaikan jumlah penyewa swasta.

Namun, pada generasi terbaru, persentase penyewa swasta tidak lagi meningkat secara berarti. Pergeseran justru terjadi menuju semakin banyak anak muda yang tetap tinggal bersama orang tua.

Biaya Rumah Generasi Terbaru Paling Tinggi

Bagi anak muda yang sudah meninggalkan rumah orang tua, biaya tempat tinggal juga semakin berat.

Biaya tempat tinggal median generasi kelahiran 1957-1961 mencapai £3.046 per tahun ketika berusia 25 tahun. Angkanya meningkat menjadi £7.829 pada generasi 1982-1986 dan mencapai £8.765 pada generasi 1997-2001.

Biaya generasi terbaru menjadi yang tertinggi dalam seluruh kelompok yang diteliti. IFS menjelaskan angka tersebut turut dipengaruhi lonjakan tarif sewa rumah swasta pada 2024-2025.

Namun, tingginya biaya perumahan bukan hanya dialami generasi terbaru. Generasi yang lahir sejak awal 1980-an juga mengalokasikan sekitar seperlima hingga hampir seperempat pendapatannya untuk tempat tinggal.

Porsi pendapatan yang digunakan untuk biaya perumahan meningkat dari 17,08% pada generasi 1957-1961 menjadi 22,87% pada generasi 1982-1986. Pada generasi 1997-2001, porsinya mencapai 22,97%.

IFS tidak menemukan tanda bahwa beban biaya tempat tinggal bagi anak muda telah turun secara berarti dari level tinggi yang berlangsung sejak generasi kelahiran awal 1980-an.

Bukan Semakin Terpuruk, tetapi Tidak Lagi Maju

Penelitian tersebut tidak menunjukkan bahwa keadaan ekonomi anak muda memburuk secara drastis dibandingkan generasi yang lahir 10-15 tahun sebelumnya.

Pendapatan, biaya tempat tinggal, dan tingkat kepemilikan rumah generasi terbaru relatif tidak jauh berbeda dibandingkan beberapa kelompok sebelumnya. Namun, mereka lebih sulit mendapatkan pekerjaan dan semakin banyak yang tinggal bersama orang tua.

Masalah yang lebih besar terletak pada terhentinya kemajuan antargenerasi.

Generasi muda pada masa lalu dapat berharap memperoleh pekerjaan, pendapatan, dan kesempatan memiliki rumah yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Kini, generasi baru justru berjalan di tempat.

IFS mengaitkan kondisi tersebut dengan melemahnya pertumbuhan produktivitas dan upah di Inggris sejak krisis keuangan global 2008.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)



Most Popular