AS Beri Kabar Baik, Investor Kini Tunggu Pengumuman dari China-Jepang
Dari pasar saham AS, bursa Wall Street bangkit pada perdagangan Kamis atau Jumat dini hari waktu Indonesia.
Saham-saham AS bangkit setelah aksi jual besar sehari sebelumnya ketika Federal Reserve (The Fed) memutuskan menahan suku bunga tetap. Kenaikan dipimpin oleh Microsoft dan saham-saham semikonduktor.
Indeks Nasdaq Composite ditutup melonjak 2,8% ke level 25.122,18, sekaligus mengakhiri tren penurunan selama enam hari berturut-turut.
Dow Jones Industrial Average melesat 613,92 poin atau 1,2% menjadi 52.208,06, sementara S&P 500 naik 1,7% dan berakhir di 7.437,63.
Saham Microsoft melonjak 15,5% setelah perusahaan melaporkan pertumbuhan kuat pada bisnis cloud Azure.
Microsoft membukukan pendapatan kuartal IV tahun fiskal yang melampaui ekspektasi analis. Bisnis komputasi awan andalannya, Azure, mencatat pertumbuhan 43%, juga lebih tinggi dari perkiraan pasar.
Microsoft juga mengungkapkan bahwa jumlah pengguna berbayar Microsoft 365 Copilot, asisten kerja berbasis kecerdasan buatan (AI) miliknya, telah melampaui 30 juta kursi (paid seats), naik dari lebih dari 20 juta pada April. Angka tersebut menjadi sinyal bahwa sebagian investasi besar perusahaan di bidang AI mulai menghasilkan keuntungan nyata.
"Kinerja pendapatan Microsoft yang kuat, ditambah percepatan adopsi Copilot, menunjukkan bahwa pembangunan pusat data senilai US$190 miliar mulai memberikan hasil," tulis Tracy Woo, Principal Analyst Forrester, dalam sebuah catatan kepada CNBC International.
Reli saham tersebut membuat Microsoft mencatat kenaikan harian terbaiknya sejak 2008 dan menambah hampir US$450 miliar nilai kapitalisasi pasarnya hanya dalam satu hari perdagangan pada Kamis.
Sektor semikonduktor juga reli, dengan ETF iShares Semiconductor (SOXX) naik lebih dari 8%. Saham Micron Technology meroket 18%, sedangkan Advanced Micro Devices (AMD) melesat lebih dari 13%.
Aksi beli kembali terjadi pada saham-saham momentum, tercermin dari kenaikan lebih dari 5% pada ETF iShares MSCI USA Momentum Factor (MTUM).
Saham-saham produsen memori juga melesat, termasuk perusahaan Korea Selatan SK Hynix yang melonjak lebih dari 17%.
Sebaliknya, saham Meta Platforms anjlok 8% setelah perusahaan memberikan proyeksi pendapatan yang lemah dan melaporkan arus kas bebas (free cash flow) kuartal II yang merosot 91%.
"Ini pada akhirnya adalah kisah dua strategi investasi AI yang berbeda. Satu perusahaan mampu meningkatkan laba meski berinvestasi besar-besaran, sementara yang lain membiarkan biaya tersebut menggerus kinerja keuangannya." kata Stephen Evans, Chief Investment Officer Pave Finance, kepada CNBC International.
Penguatan pasar pada Kamis terjadi setelah sesi perdagangan yang suram sehari sebelumnya. Pada Rabu, Dow Jones anjlok lebih dari 1.100 poin, menjadi penurunan harian terburuk sejak April 2025. Aksi jual yang dimulai sejak pagi semakin memburuk menjelang penutupan pasar.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) melonjak karena investor khawatir The Fed mulai tertinggal dalam upaya menekan inflasi. Yield Treasury tenor 30 tahun mendekati level tertinggi sejak 2007 dan naik 6 basis poin ke atas 5,2% setelah perdagangan reguler pada Rabu. Sementara itu, pergerakan tenor lainnya relatif stabil.
Musim laporan keuangan perusahaan masih berlanjut. Setelah penutupan pasar Kamis, investor menantikan laporan kinerja dari Amazon, Apple, dan Coinbase.
(emb/emb)