Pekan Ini, Xi Jinping Kumpulkan Elite China, Dunia Menanti Putusan Fed
Pasar saham Amerika Serikat (AS) dan Eropa berhasil bangkit dari tekanan pada akhir pekan lalu, Jumat (24/7/2026) setelah harga minyak dunia turun tajam.
Namun, pasar obligasi masih dibayangi kekhawatiran inflasi dan potensi kenaikan suku bunga, membuat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah tetap berada di level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Indeks utama Wall Street ditutup di zona hijau. Dow Jones naik 0,5%, S&P 500 menguat sekitar 0,4%, sementara Nasdaq bergerak relatif datar. Di Eropa, indeks STOXX 600 melonjak 0,8%, sekaligus mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut.
Sentimen positif muncul setelah harga minyak Brent anjlok sekitar 4% ke US$96,37 per barel, usai sehari sebelumnya melonjak 7% hingga menembus US$102. Koreksi terjadi meski ketegangan geopolitik masih tinggi, menyusul serangan kelompok Houthi terhadap kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah serta ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menjatuhkan "hukuman militer besar" kepada Iran dan kelompok Houthi.
Meski saham menguat, investor tetap waspada terhadap inflasi. Rencana pemerintah AS menaikkan tarif impor terhadap barang dari 60 mitra dagang diperkirakan dapat mendorong kenaikan harga barang. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) masih berpeluang menaikkan suku bunga.
Pasar kini memperkirakan peluang sekitar sepertiga bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan ini, sementara peluang kenaikan pada September hampir sepenuhnya telah diperhitungkan pasar.
Ekspektasi tersebut mendorong yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke 4,68%, level tertinggi dalam lebih dari 18 bulan, sedangkan yield tenor 30 tahun bertahan di sekitar 5,16%, mendekati level tertinggi dalam 19 tahun.
Di pasar valuta asing, indeks dolar AS menuju penguatan mingguan terbesar dalam sekitar satu bulan karena prospek suku bunga yang lebih tinggi. Sebaliknya, yen Jepang tetap berada di dekat level terlemahnya dalam 40 tahun terhadap dolar AS.
(emb/emb) Addsource on Google