MARKET DATA

Terungkap! Ini Raja Restoran Bernilai Paling Mahal di Dunia

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
19 July 2026 17:30
Suasana McDonald di Mal Plaza Depok kembali normal dibuka yang sebelumnya kemarin ditutup akibat membeludaknya antrean driver Gojek untuk pemesanan menu baru BTS Meal Kamis (9/6/2021). Pantauan CNBC Indonesia McDonald dibuka kembali oprasinonal sekit
Foto: Suasana McDonald di Mal Plaza Depok kembali normal dibuka yang sebelumnya kemarin ditutup akibat membeludaknya antrean driver Gojek untuk pemesanan menu baru BTS Meal Kamis (9/6/2021). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - McDonald's masih menjadi raja industri restoran global. Kapitalisasi pasarnya mencapai US$195 miliar, lebih besar dibandingkan gabungan valuasi delapan perusahaan restoran terbesar berikutnya.

Nilai itu bahkan lebih besar dibandingkan gabungan kapitalisasi pasar delapan perusahaan yang berada tepat di bawahnya. Valuasi McDonald's juga lebih dari empat kali lipat Chipotle Mexican Grill yang menempati peringkat kedua.

Data ini dihimpun Visual Capitalist berdasarkan informasi Companies Market Cap. Perlu dicatat, pemeringkatan hanya mencakup perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa.

Kapitalisasi pasar dihitung dengan mengalikan harga saham dengan jumlah saham beredar. Karena itu, nilainya dapat berubah setiap hari mengikuti pergerakan pasar.

Berikut daftar 20 perusahaan restoran paling bernilai di dunia per Juli 2026:

McDonald's Mendominasi

McDonald's didirikan oleh dua bersaudara, Richard dan Maurice McDonald, di San Bernardino, California, pada 1940. Perusahaan kemudian berkembang menjadi salah satu merek paling dikenal di dunia dengan lebih dari 40.000 restoran.

Jaringannya tersebar luas, terutama di AS, China, dan Jepang. Bahkan, anak usaha McDonald's di Jepang memiliki kapitalisasi pasar tersendiri sebesar US$6,3 miliar dan menduduki posisi ke-14.

McDonald's Japan didirikan oleh pengusaha Den Fujita. Restoran pertamanya dibuka pada 1971 di kawasan Ginza, Tokyo.

Posisi kedua ditempati Chipotle Mexican Grill dengan kapitalisasi pasar US$45,2 miliar. Restoran berkonsep fast casual tersebut didirikan di Denver pada 1993.

McDonald's pernah menguasai sekitar 90% saham Chipotle sebelum melepas seluruh kepemilikannya pada 2006. Chipotle kemudian berkembang menjadi salah satu perusahaan restoran dengan pertumbuhan paling pesat di AS.

Yum! Brands berada tipis di belakang Chipotle dengan kapitalisasi pasar US$45,1 miliar. Perusahaan yang bermarkas di Louisville tersebut merupakan pemilik sejumlah merek global, seperti KFC, Pizza Hut, dan Taco Bell.

Operasional Yum! Brands di China dipisahkan menjadi perusahaan tersendiri bernama Yum China pada 2016. Satu dekade setelah pemisahan, perusahaan tersebut memiliki kapitalisasi pasar US$14,8 miliar dan menempati posisi keenam.

Perusahaan AS Kuasai Daftar

Sebanyak 11 dari 20 perusahaan dalam daftar berasal dari AS. Selain tiga nama teratas, perusahaan AS lainnya mencakup Darden Restaurants, Texas Roadhouse, Domino's Pizza, CAVA, Brinker International, Wingstop, The Cheesecake Factory, dan Shake Shack.

Di luar AS, Restaurant Brands International menjadi perusahaan restoran paling bernilai. Perusahaan asal Kanada itu memiliki kapitalisasi pasar US$34,3 miliar.

Restaurant Brands International mengoperasikan sejumlah jaringan besar, termasuk Burger King, Popeyes, dan Tim Hortons.

Asia juga menempatkan sejumlah perusahaan dalam daftar. Jepang diwakili Zensho Holdings, Food & Life Companies, McDonald's Japan, dan Skylark Holdings. Sementara China memiliki Yum China dan jaringan restoran hotpot Hai Di Lao.

Dari Asia Tenggara, hanya Jollibee yang berhasil menembus 20 besar. Perusahaan asal Filipina tersebut berada di posisi ke-19 dengan kapitalisasi pasar US$2,7 miliar.

Menariknya, mayoritas perusahaan dalam daftar mengandalkan model franchise dibanding memiliki seluruh gerai sendiri. Model ini memungkinkan ekspansi lebih cepat dengan kebutuhan modal lebih rendah sehingga menghasilkan valuasi yang lebih tinggi di mata investor.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular