MARKET DATA

10 Perusahaan Raksasa Amerika Ini Bangkrut di 2026, Terjebak Utang

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
23 March 2026 16:00
Infografis, 9 Negara Ini di Ujung Tanduk
Foto: Infografis/ 9 Negara Ini di Ujung Tanduk/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Awal tahun 2026 menjadi periode yang penuh tekanan bagi dunia usaha di Amerika Serikat.

Beban finansial yang memuncak, ketidakstabilan geopolitik, serta pergeseran kebiasaan konsumen memaksa sejumlah perusahaan besar lintas industri-mulai dari ritel, restoran, hingga logistik-untuk menempuh jalur restrukturisasi atau likuidasi.

Sebagai catatan, dalam hukum kepailitan Amerika Serikat (AS), terdapat perbedaan mendasar antara status pengajuan Bab 11 dan Bab 7. Pengajuan Bab 11 memungkinkan sebuah perusahaan untuk tetap beroperasi seperti biasa sambil merestrukturisasi utang dan mengatur ulang strategi bisnisnya agar kembali sehat.

Sebaliknya, Bab 7 merupakan jalur likuidasi penuh di mana perusahaan harus menghentikan seluruh operasionalnya dan menjual aset-aset yang tersisa untuk melunasi kewajiban kepada para kreditur.

Berikut adalah ringkasan 10 perusahaan besar di AS yang telah mengajukan kebangkrutan pada bulan Januari hingga Februari 2026:

Untuk memahami lebih lanjut kondisi masing-masing perusahaan, berikut adalah rincian dari pengajuan kebangkrutan tersebut:

1. STG Logistics, Inc.

Perusahaan logistik pengiriman barang asal Ohio ini mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 pada 12 Januari bersama sejumlah afiliasinya. Manajemen mendeskripsikan langkah ini sebagai hal yang krusial di tengah salah satu resesi angkutan barang terburuk dalam sejarah. Proses ini ditujukan untuk menghapus sekitar 91% utang perusahaan dan memberikan suntikan modal baru sebesar US$ 150 juta.

2. Stoli Group, USA

Merek minuman keras global ini mengajukan permohonan darurat pada 14 Januari untuk mengubah status kebangkrutan dua anak perusahaannya di AS, yakni Stoli Group (USA) LLC dan Kentucky Owl LLC. Status tersebut diubah dari Bab 11 (restrukturisasi) menjadi Bab 7 (likuidasi) setelah upaya reorganisasi dinilai gagal. Langkah ini hanya berdampak pada operasional di AS dan tidak memengaruhi bisnis internasional lainnya.

3. Saks Global

Induk perusahaan dari Saks 5th Avenue, Saks Off 5th, dan Neiman Marcus mengajukan kebangkrutan pada pertengahan Januari menyusul rentetan gagal bayar utang. Sebagai langkah efisiensi, perusahaan mengumumkan penutupan hampir seluruh gerai diskon Saks Off 5th untuk memfokuskan kembali sumber daya pada lini merek mewah dengan harga penuh.

4. Twin Hospitality Group Inc.

Operator induk dari merek restoran cepat saji Twin Peaks dan Smokey Bones ini mengajukan Bab 11 pada 26 Januari, beberapa bulan setelah mengakuisisi delapan restoran waralaba Twin Peaks di Florida. Pengajuan ini dilakukan bersama 150 perusahaan afiliasinya. Sebelumnya, perusahaan juga mengalami pergantian kepemimpinan pada Desember 2025.

5. FAT Brands Inc.

Raksasa waralaba restoran yang menaungi merek seperti Fatburger, Round Table Pizza, dan Fazoli's ini mengajukan kebangkrutan Bab 11 pada 26 Januari. Perusahaan mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 2,3% secara tahunan (YoY) menjadi US$ 140 juta pada kuartal ketiga 2025. Selain masalah finansial, perusahaan ini juga tengah menghadapi penyelidikan federal terkait dugaan penipuan pajak dan pencucian uang yang melibatkan CEO-nya.

6. Pretium Packaging, L.L.C.

Produsen kemasan berkelanjutan yang didirikan pada era 1990-an ini mengajukan kebangkrutan pra-paket pada 28 Januari. Pretium Packaging mencapai kesepakatan restrukturisasi dengan para kreditur untuk memangkas beban utang hingga lebih dari US$ 900 juta dan mendapatkan likuiditas baru sebesar US$ 175 juta guna mempertahankan operasional dan investasi produk.

7. Sailormen Inc.

Salah satu pemegang waralaba Popeyes terbesar yang mengelola lebih dari 130 restoran di Florida dan Georgia ini mengajukan kebangkrutan pada akhir Januari. Tingginya inflasi dan perubahan kebiasaan belanja konsumen pasca-pandemi menjadi faktor utama yang membebani struktur utang perusahaan, meskipun operasional gerai saat ini masih berjalan.

8. Multi-Color Corporation

Penyedia solusi label global dengan sejarah lebih dari 100 tahun ini menempuh jalur perlindungan kebangkrutan pra-paket. MCC berencana memangkas tingkat utang bersihnya secara drastis dari US$ 5,9 miliar menjadi sekitar US$ 2,0 miliar, serta menurunkan beban bunga tahunan untuk memperbaiki struktur keuangan perusahaan di tengah tantangan industri.

9. Francesca's

Jaringan ritel yang berfokus di pusat perbelanjaan ini mengumumkan penutupan toko dan penjualan likuidasi pada Januari, yang kemudian dilanjutkan dengan pengajuan kebangkrutan resmi pada Februari. Model bisnis perusahaan yang sangat bergantung pada lalu lintas pengunjung mal fisik menjadi tantangan utama yang gagal diatasi.

10. Catalyst Brands

Pengelola gerai ritel Eddie Bauer di AS ini resmi mengajukan kebangkrutan pada Februari karena penurunan penjualan yang terus berlanjut. Saat ini, perusahaan sedang dalam proses mencari pembeli untuk mengambil alih bisnis. Jika kesepakatan tidak tercapai, seluruh gerai Eddie Bauer di AS berisiko ditutup secara permanen.

-

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls) Add as a preferred
source on Google



Most Popular