MARKET DATA
Newsletter

S&P Bawa Kabar Baik! Jangan Sampai Amerika Rusak Pesta IHSG & Rupiah

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
14 July 2026 06:35
Ilustrasi Wall Street. (AP/J. David Ake)
Foto: Gedung Standard & Poor's di distrik keuangan New York 5 Februari 2013. (REUTERS / Brendan McDermid/File Foto)

Dari pasar saham Amerika Serikat (AS), bursa Wall Street ditutup melemah pada Senin atau Selasa dini hari waktu Indonesia. Bursa saham emelmah setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa ia kembali memberlakukan apa yang disebutnya sebagai blokade terhadap pelayaran Iran melalui Selat Hormuz. Kebijakan tersebut memicu lonjakan harga minyak.

Indeks S&P 500 turun 0,79% dan ditutup di level 7.515,34, sementara Nasdaq Composite anjlok 1,55% menjadi 25.873,18. Adapun Dow Jones Industrial Average melemah 138,37 poin atau 0,26% ke posisi 52.498,64.

"Kami memberlakukan kembali BLOKADE IRAN, dinamakan demikian karena hanya menghentikan kapal-kapal Iran atau pelanggan Iran untuk masuk atau keluar," tulis Trump dalam unggahan di Truth Social, dikutip dari CNBC International.

 

"Mulai saat ini Amerika Serikat akan dikenal sebagai 'PENJAGA SELAT HORMUZ' (The Guardian of the Hormuz Strait). Sebagai bentuk keadilan, kami akan menerima penggantian biaya sebesar 20% atas seluruh kargo yang dikirim untuk menutupi seluruh biaya yang diperlukan dalam menjalankan tugas menjaga keselamatan dan keamanan di kawasan dunia yang sangat bergejolak ini," lanjut Trump.

Harga minyak melonjak setelah pengumuman tersebut. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 9,4% hingga menembus US$78 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, menguat 9,6% hingga melampaui US$83 per barel.

Eskalasi terbaru ini terjadi setelah Iran dan AS saling melancarkan serangan udara sepanjang akhir pekan.

Teheran menyerang fasilitas-fasilitas AS di beberapa negara Teluk dan menyatakan Selat Hormuz ditutup. Namun, Trump membantah klaim tersebut pada Minggu dengan menyatakan jalur pelayaran strategis itu tetap terbuka untuk lalu lintas komersial.

Pada Sabtu, Trump memerintahkan serangan udara terhadap Iran setelah Teheran menyerang sebuah kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

"Pasar akan tetap bergerak dalam kisaran terbatas hingga ada solusi nyata terhadap konflik di Timur Tengah," kata CEO WEBs Investments, Ben Fulton.

 

Saham-saham sektor semikonduktor juga berada di bawah tekanan. Saham SK Hynix yang diperdagangkan di AS merosot 9% setelah baru melantai di Nasdaq pada Jumat lalu dan sempat melonjak 13% pada hari debutnya.

Saham Micron Technology ditutup turun 4%, sementara Sandisk anjlok 12%. Seagate Technology melemah 5%. Di sisi lain, Advanced Micro Devices (AMD) turun 4%, sedangkan Intel terkoreksi 6%.

"Saya merasa pergeseran pasar ini sudah bergerak terlalu jauh. Namun saya tetap yakin tren investasi di sektor kecerdasan buatan (AI) masih kuat," ujar Fulton.

Selain itu, saham bank-bank besar AS seperti JPMorgan Chase, Goldman Sachs, Morgan Stanley, Bank of America, dan Citigroup turut melemah menjelang rilis laporan keuangan kuartalan mereka pekan ini. Investor juga menantikan hasil kinerja Netflix, Johnson & Johnson, dan UnitedHealth.

Ekspektasi terhadap musim laporan keuangan cukup tinggi. Berdasarkan data FactSet, analis memperkirakan laba perusahaan-perusahaan anggota S&P 500 pada kuartal II tumbuh lebih dari 23% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pada hari ini Selasa pagi waktu AS, pasar juga akan mencermati rilis data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) bulan Juni. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan inflasi bulanan turun 0,2%, tetapi secara tahunan meningkat 3,8%.

Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, juga dijadwalkan memberikan kesaksian di hadapan House Financial Services Committee terkait laporan kebijakan moneter semesteran bank sentral AS.

(gls/gls) Add logo_svg as a preferred
source on Google


Most Popular
Features