MARKET DATA
Newsletter

RI Dihantam Kabar Buruk Beruntun di Awal Juli, IHSG & Rupiah Terancam

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia
02 July 2026 06:20
Ilustrasi Wall Street. (AP/Richard Drew)
Foto: (AP/Richard Drew)

Dari pasar saham Amerika Serikat (AS0, bursa Wall Street melemah pada perdagangan Rabu atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

Rata-rata saham unggulan Dow Jones Industrial Average (DJIA) sempat menyentuh rekor tertinggi baru sebelum kehilangan tenaga menjelang penutupan, sementara Nasdaq Composite tertekan akibat aksi jual di saham-saham produsen chip.

Indeks yang berisi 30 saham unggulan itu turun 13,96 poin atau 0,03% dan ditutup di level 52.305,24.

Sebelumnya, Dow sempat melonjak ke rekor intraday baru di 52.742,66, sebelum berbalik melemah setelah saham Caterpillar, salah satu emiten yang diuntungkan oleh tren kecerdasan buatan (AI), anjlok hampir 7%.

Sementara itu, S&P 500 turun 0,22% dan ditutup di 7.483,23, sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,66% ke 26.040,03.

Indeks berbasis teknologi tersebut tertekan setelah investor melakukan aksi ambil untung pada saham-saham semikonduktor, menyusul lonjakan sektor tersebut lebih dari 80% sepanjang paruh pertama 2026.

Saham Micron anjlok lebih dari 10%, meski masih mencatat kenaikan lebih dari 260% sepanjang tahun berjalan.

Sandisk juga merosot lebih dari 10%, namun masih menguat lebih dari 750% sepanjang 2026. Sementara itu, Nvidia dan Broadcom masing-masing turun sekitar 1% dan 2%.

"Strategi Great Rotation masih berlanjut memasuki kuartal ketiga. Saham-saham unggulan yang selama ini dianggap membosankan di Dow Jones terus menarik aliran dana yang berasal dari aksi ambil untung di saham teknologi," kata pendiri sekaligus CEO KKM Financial, Jeff Kilburg, kepada CNBC

"Kondisi ini sangat sehat dan menunjukkan bahwa reli pasar saham semakin meluas, menopang tren bullish yang kini memasuki tahun keempat." imbuhnya.

Pergerakan tersebut terjadi setelah indeks-indeks utama menutup paruh pertama 2026 dengan kinerja yang solid. Sepanjang enam bulan pertama tahun ini,

Dow naik 8,9%, menjadi kinerja semester pertama terbaik sejak 2021. S&P 500 menguat 9,6%, sedangkan Nasdaq naik 12,8%. Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 melesat hampir 22%, mencatat kinerja semester pertama terbaik sejak 1991.

Namun, penguatan sejumlah saham teknologi berkapitalisasi besar membantu membatasi pelemahan Nasdaq.

Saham Meta Platforms melonjak hampir 9% setelah perusahaan mengumumkan akan meluncurkan bisnis komputasi awan (cloud) dan menjual kapasitas komputasi yang berlebih, langkah yang diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan.

Sementara itu, saham Microsoft dan Apple masing-masing naik 3% dan hampir 2%.

Pelaku pasar juga mencermati perkembangan dari Federal Reserve, setelah Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan pidato dalam konferensi Bank Sentral Eropa (ECB) di Portugal. Meski tidak memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter pada rapat bulan ini, Warsh menegaskan bahwa "kita telah melihat bahwa harga-harga masih terlalu tinggi."

(emb/emb) Add logo_svg as a preferred
source on Google


Most Popular
Features