Saham Konglo Babak Belur Tahun Ini, Siapa Paling Menderita?
Jakarta, CNBCÂ Indonesia -Â Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan koreksi yang signifikan sepanjang semester I-2026.
Data perdagangan menunjukkan bahwa indeks acuan bursa domestik tersebut telah mengalami penurunan dari posisi 8.646,94 hingga mencapai level 5.643,19 pada saat ini.
Pelemahan indeks yang cukup dalam ini turut memberikan tekanan pada mayoritas emiten di pasar modal, termasuk saham-saham yang bernaung di bawah grup konglomerasi besar di Indonesia.
Penurunan Kapitalisasi Pasar Emiten Konglomerasi
Sejalan dengan tren negatif pada pergerakan IHSG, saham-saham dari berbagai grup bisnis besar mencatatkan kinerja negatif secara ytd. Berdasarkan data pasar terbaru, seluruh saham konglomerasi dalam pantauan mengalami koreksi dengan rentang penurunan mulai dari 28% hingga mencapai level 80%.
Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatatkan pelemahan paling tajam dengan koreksi sebesar -80,32%. Sementara itu, saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) mencatatkan penurunan yang relatif lebih moderat dibandingkan emiten lainnya dalam daftar ini, yakni sebesar -28,90%.
Emiten-emiten berkapitalisasi pasar besar yang sebelumnya menjadi pendorong pergerakan indeks kini turut mengalami tekanan jual. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tergelincir masing-masing sebesar -68,14% dan -76,36%.
Saham terafiliasi lainnya, yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), juga melemah dengan kinerja YTD sebesar -60,70% dan -77,35%.
Berikut adalah rincian kinerja saham emiten konglomerasi secara year-to-date (YTD):
Dampak Terhadap Dinamika Pasar Modal
Koreksi pada deretan saham konglomerasi ini menjadi salah satu faktor yang membebani pergerakan IHSG. Mengingat sejumlah saham tersebut memiliki bobot kapitalisasi pasar yang besar, fluktuasi harga sahamnya secara langsung memberikan beban terhadap kalkulasi indeks.
Kondisi pasar saat ini merefleksikan kehati-hatian investor dalam menyikapi dinamika pasar di tengah pelemahan indeks secara keseluruhan. Keseluruhan data menunjukkan adanya tren penurunan nilai yang merata pada sektor-sektor yang dikendalikan oleh grup-grup besar sepanjang tahun 2026.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls) Addsource on Google