Siap-Siap! 10 'Bom Waktu' Kepung RI Pekan Ini, Inflasi-Pidato The Fed
Dari pasar saham AS, bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (26/6/2026).
Nasdaq turun 0,24% ke 25.297,62, sementara S&P 500 melemah 0,05% ke 7.354,02 dan Dow Jones merosot 0,09% ke 51.876,11.
Secara mingguan, S&P 500 turun hampir 2%, Nasdaq anjlok 4,6%, sedangkan Dow Jones justru menguat 0,6%.
Tekanan utama datang dari saham-saham semikonduktor setelah The New York Times melaporkan OpenAI mempertimbangkan menunda IPO hingga tahun depan. Keputusan itu disebut dipengaruhi oleh buruknya kinerja saham SpaceX pasca-IPO serta tingginya volatilitas saham-saham AI.
Analis JPMorgan menilai penundaan IPO OpenAI dapat memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan belanja infrastruktur AI, sementara Adam Crisafulli dari Vital Knowledge mengatakan langkah tersebut berpotensi memperlambat laju investasi infrastruktur AI.
Akibatnya, saham Micron Technology turun lebih dari 6%, Advanced Micro Devices (AMD) melemah 2%, dan Intel turun lebih dari 3%.
Aksi jual juga melanda pasar Asia. SoftBank Group, investor utama OpenAI, anjlok lebih dari 12%. Di Korea Selatan, indeks Kospi merosot 5,81% dan Kosdaq turun 4,10% karena aksi jual saham teknologi.
Meski demikian, Ross Mayfield, analis investasi Baird, menilai rotasi dari saham teknologi ke sektor lain kemungkinan berlangsung hingga Juli. Namun, ia tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang saham chip dan infrastruktur AI karena permintaan yang masih sangat kuat.
Di sisi lain, investor beralih ke sektor defensif. Sektor teknologi di S&P 500 turun 1%, sementara saham kesehatan menguat, dipimpin Eli Lilly (+7%), Johnson & Johnson (+4%), dan AbbVie (+4%). Sektor barang konsumsi primer, keuangan, dan utilitas juga mencatat kenaikan.
Sentimen pasar turut ditopang oleh data kepercayaan konsumen AS yang lebih baik dari perkiraan serta prospek inflasi yang membaik. Namun, Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari mengatakan kini memperkirakan diperlukan satu kali kenaikan suku bunga lagi tahun ini akibat meningkatnya tekanan inflasi yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Sementara itu, harga minyak ditutup melemah pada Jumat meski Presiden Donald Trump menyatakan Iran telah melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Amerika Serikat.
(emb/emb) Addsource on Google