Newsletter

The Fed Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga, Kini Semua Mata Tertuju ke BI

Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
Kamis, 18/06/2026 06:25 WIB
Foto: Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo (ketiga kiri) saat menyampaikan Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan Januari 2025 dengan Cakupan Triwulanan pada Rabu (15/1/2025). (REUTERS/Willy Kurniawan)
  • Pasar keuangan RI ditutup beragam, IHSG dan Rupiah melemah sementara SBN menguat.
  • Wall Street ambruk etelah keputusan The Fed
  • Keputusan BI Rate serta Federal Funds Rate menjadi penggerak utama pasar pada hari ini.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan dalam negeri ditutup beragam pada perdagangan kemarin Rabu (17/6/2026). Bursa saham dan mata uang Rupiah ditutup melemah sementara Surat Berharga Negara (SBN)BN kembali di zona penguatan setelah bertubi-tubi mengalami pelemahan pada beberapa pekan terakhir

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan masih menghadapi tantangan pada hari ini dan sepanjang pekan ini di tengah banyaknya pengumuman penting. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini dan satu pekan ke depan bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memangkas koreksi pada akhir perdagangan kemarin, Rabu (17/6/2026).

Setelah turun 1% menjelang pukul 15.00, IHSG menutup perdagangan dengan koreksi 0,55% atau -34,23 poin ke level 6.220,74.

Sebanyak 391 emiten turun, 288 naik, dan 137  tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 24,70 triliun, melibatkan 34,10 miliar saham dalam 2,37 juta saham. Kapitalisasi pasar pun parkir di level Rp 10.780 triliun.

Mengutip Refinitiv, utilitas menjadi sektor yang anjlok paling dalam, yakni -8,82%. Hal ini seiring dengan koreksi tajam pada saham Barito Renewables Energy (BREN). Emiten Prajogo Pangestu tersebut turun 12% membebani IHSG sebesar -18,81 poin.

Adapun IHSG memangkas koreksi digendong oleh Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang dikerek ke atas pada akhir perdagangan. BBRI menutup perdagangan kemarin dengan kenaikan 3% dan menopang 14,11 poin ke IHSG.

Pada penutupan perdagangan kemarin tercatat net foreign inflow sebesar Rp2,51 triliun namun apabila ditelaah hal ini terjadi akibat saham Merdeka Gold Resources (EMAS) mengalami transaksi net foreign sebesar 2,81 triliun di pasar nego pada average 6.170.

Apabila transaksi ini dikeluarkan maka asing masih mencatatkan penjualan bersih sekitar Rp300,68 miliar.


(gls/gls) Add as a preferred
source on Google
Pages