MARKET DATA

Tomat RI Makin Diburu Dunia, Negara Ini Jadi Pembeli Terbesar

mae,  CNBC Indonesia
17 June 2026 14:05
Pekerja memilah buah tomat yang baru tiba dari Sukabumi, Jawa Barat di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Senin (2/12/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Pekerja memilah buah tomat yang baru tiba dari Sukabumi, Jawa Barat di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Senin (2/12/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Produksi dan ekspor tomat nasional menunjukkan tren positif sepanjang 2025.

Produksi tomat tercatat mencapai 1,22 juta ton, meningkat 6,52% atau sekitar 75 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, konsumsi tomat rumah tangga tumbuh lebih cepat. Sepanjang 2025, konsumsi tomat oleh rumah tangga mencapai 741,57 ribu ton, melonjak 24,48% atau sekitar 145,82 ribu ton dibandingkan 2024.

Rumah tangga menjadi penyerap utama tomat nasional dengan kontribusi mencapai 51,11% dari total konsumsi.

Secara wilayah, Jawa Barat masih menjadi sentra produksi tomat terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai 268,43 ribu ton atau berkontribusi 21,86% terhadap total produksi nasional.

Posisi berikutnya ditempati Sumatera Utara dengan produksi 234,58 ribu ton (19,10%) dan Jawa Timur sebesar 126,81 ribu ton (10,33%).

Produksi tomatProduksi tomat Foto: BPS

 

Dari sisi perdagangan internasional, kinerja ekspor tomat Indonesia terus menunjukkan perbaikan.

Nilai ekspor tomat pada 2025 mencapai US$ 4,25 juta atau sekitar Rp 75,18 miliar (US$ 1=Rp 17.690), naik 19,43% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam jangka lebih panjang, volume ekspor tomat segar melonjak dari hanya 128 ton pada 2021 menjadi 997 ton pada 2025, sementara ekspor tomat olahan naik dari 692 ton menjadi 3.257 ton.

Nilai ekspor tomat olahan pun melesat dari US$ 1,04 juta menjadi US$ 4,25 juta dalam periode yang sama.

Untuk 2025, volume ekspor tomat segar bertambah 184 ton sementara tomat olahan 499 ton.

Filipina menjadi tujuan utama ekspor tomat Indonesia dengan nilai mencapai US$ 1,46 juta, disusul Timor Leste sebesar US$ 977,8 ribu dan Hong Kong sebesar US$ 430 ribu.
Namun demikian, Indonesia masih bergantung pada impor tomat, terutama produk olahan.

Pada 2025, nilai impor tomat tercatat US$ 22,83 juta, meskipun turun 15,05% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagian besar impor berasal dari Tiongkok dengan nilai mencapai US$ 12,32 juta, diikuti Amerika Serikat sebesar US$ 4,19 juta dan Italia sebesar US$ 3,91 juta.

Meski nilai impor menurun, volume impor produk olahan kembali meningkat menjadi 20.176 ton pada 2025. Kondisi ini menunjukkan bahwa di tengah meningkatnya produksi dan ekspor, pasar domestik masih memiliki ketergantungan yang cukup besar terhadap produk tomat olahan dari luar negeri.

Negara tujuan ekspor dan impor tomatNegara tujuan ekspor dan impor tomat Foto: BPS

 

(mae/mae) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular