MARKET DATA

Eropa Tak Kompak Hadapi Dolar: Euro-Pound Tumbang, Franc Swiss Perkasa

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
17 June 2026 14:32
FILE PHOTO: U.S. dollar and Euro bank notes are photographed in Frankfurt, Germany, in this illustration picture taken May 7, 2017.   REUTERS/Kai Pfaffenbach/Illustration/File Photo
Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach

Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang Eropa bergerak beragam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang ini, Rabu (17/6/2026). Pergerakan cenderung terbatas karena pelaku pasar masih menunggu keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data Refinitiv per pukul 14.00 WIB, mayoritas mata uang Eropa melemah terhadap dolar AS. Dari enam mata uang, empat mengalami pelemahan, sementara dua lainnya berhasil menguat.

Pelemahan terdalam terjadi pada poundsterling Inggris dan krone Norwegia yang sama-sama turun 0,08%. Poundsterling berada di level GBP 0,745/US$, sementara krone Norwegia berada di NOK 9,48/US$.

Lira Turki juga melemah 0,06% ke posisi TRY 46,314/US$, disusul euro yang terkoreksi tipis 0,02% ke level EUR 0,8615/US$.

Sementara itu, franc Swiss dan krona Swedia menjadi dua mata uang Eropa yang mampu menguat. Franc Swiss naik 0,14% ke posisi CHF 0,7918/US$, sedangkan krona Swedia menguat 0,14% ke level SEK 9,3531/US$.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) bergerak nyaris stagnan dengan kenaikan tipis 0,01% ke level 99,548. Kondisi ini menunjukkan pelaku pasar belum agresif masuk ke dolar AS menjelang pengumuman kebijakan The Fed di bawah kepemimpinan Ketua baru Kevin Warsh. 

Berdasarkan pantauan CME FedWatch, The Fed diperkirakan masih akan menahan suku bunga pada pertemuan kali ini. Namun, perhatian pasar akan tertuju pada pernyataan resmi, proyeksi ekonomi, serta konferensi pers Warsh.

Pasar ingin melihat apakah The Fed mulai meninggalkan bias akan pelonggaran kebijakan, terutama karena risiko inflasi masih membayangi. Nada kebijakan yang lebih hati-hati atau cenderung hawkish berpotensi kembali menopang dolar AS.

Kepala ekonom dan manajer portofolio MFS Investment Management Erik Weisman mengatakan The Fed kemungkinan akan memberi sinyal sikap netral terhadap arah kebijakan moneter ke depan.

"Warsh akan menghadapi banyak pertanyaan tentang bagaimana dia akan mengarahkan The Fed ke arah yang selama ini dia isyaratkan. Ini masih tahap awal. Ketua The Fed yang baru mungkin masih menakar sikap komite yang harus dia rangkul untuk menjalankan kebijakan dengan baik. Dia mungkin belum ingin membuat pernyataan tanpa lebih dulu membangun konsensus di internal The Fed," ujar Weisman dikutip dari Reuters, Rabu (17/6/2026).

Dengan kondisi tersebut, pergerakan mata uang Eropa pada siang ini masih tertahan. Investor memilih menunggu arah kebijakan The Fed sebelum mengambil posisi lebih besar di pasar valuta asing.

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular