Perang Mereda: Jepang, China & The Fed Malah Bikin RI Ketar-Ketir
Dari pasar saham Amerika Serikat, bursa Wall Street bergerak beragam pada perdagangan Selasa atau Rabu dini hari waktu Indonesia.
Indeks Dow Jones Industrial Average mencetak rekor seiring investor beralih dari saham-saham produsen chip ke saham-saham siklikal di tengah penurunan harga minyak.
Indeks Dow Jones naik 328,64 poin atau 0,64% dan ditutup pada rekor tertinggi 51.999,67. Selama sesi perdagangan, Dow bahkan sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di 52.190,29.
Sebaliknya, S&P 500 turun 0,57% dan ditutup di 7.511,35, sementara Nasdaq Composite melemah 1,15% ke 26.376,34.
Penurunan Nasdaq yang didominasi saham teknologi dipicu pelemahan sejumlah saham chip. Advanced Micro Devices (AMD) merosot lebih dari 7%, Broadcom turun 4%, Micron Technology melemah 6%, dan Nvidia kehilangan lebih dari 2%.
Di sisi lain, harga minyak melanjutkan penurunan dari sesi sebelumnya. Kontrak berjangka Brent turun 5,06% dan ditutup di US$78,96 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 5,82% ke US$76,05 per barel. Ini merupakan penutupan pertama di bawah US$80 per barel bagi kedua kontrak sejak awal Maret.
Seiring turunnya harga minyak, saham-saham sektor industri dan perbankan menguat.
Caterpillar memimpin kenaikan saham industri dengan lonjakan lebih dari 1%, sementara JPMorgan Chase naik lebih dari 3%. Investor bertaruh bahwa harga energi yang lebih rendah akan mendorong percepatan kembali pertumbuhan ekonomi AS.
Sementara itu, SpaceX kembali menjadi sorotan setelah melonjak hampir 5%, melanjutkan reli tajam sejak melantai di bursa pekan lalu.
Berkat kenaikan tersebut, kapitalisasi pasar SpaceX sempat melampaui Microsoft dan Amazon selama sesi perdagangan. Perusahaan itu menetapkan harga penawaran umum perdana (IPO) di US$135 per saham dan ditutup pada US$201,80 per saham.
Kinerja indeks-indeks utama tersebut melanjutkan penguatan yang terjadi pada Senin, setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan kedua pihak telah menyatakan penghentian operasi militer di semua front, dengan penandatanganan resmi perjanjian dijadwalkan berlangsung Jumat ini di Swiss.
Trump juga mengatakan bahwa Selat Hormuz akan kembali dibuka untuk pelayaran pada Jumat, yang mendorong harga minyak anjlok hampir 5% pada Senin
"Kita belum sepenuhnya keluar dari situasi sulit," kata Andy Goldberg, Chief Investment Strategist di Nomura Asset Management International, dikutip dari CNBC International.
Menurut Goldberg, jika harga minyak turun dengan cepat, inflasi utama akan ikut melandai. Namun di sisi lain, penurunan biaya energi akan meningkatkan daya beli konsumen AS.
"Jika harga minyak turun cepat, angka inflasi utama akan turun. Namun pada saat yang sama, lebih banyak uang akan kembali ke kantong konsumen ketika mereka sedang merasa cukup optimistis, dan kondisi itu justru bisa memicu inflasi lebih lanjut," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Ketua Federal Reserve Kevin Warsh kini menghadapi tugas yang tidak mudah dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi
(gls/gls) Addsource on Google