Banyak Kebijakan & Aturan Baru di Juni, Bisakah IHSG & Rupiah Bangkit?
Dari pasar saham Amerika, bursa Wall Street kompak menguat pada perdagangan Senin atau Selasa dini hari waktu Indonesia.
Saham menguat meski harga minyak juga menguat, dengan NVIDIA memimpin kenaikan saham teknologi setelah meluncurkan chip baru untuk PC.
Indeks pasar yang lebih luas naik 0,26% dan ditutup di level 7.599,96, sementara Nasdaq Composite menguat 0,42% ke 27.086,81. Dow Jones Industrial Average terapresiasi 46,42 poin atau 0,09% dan berakhir di 51.078,88.
Ketiga indeks tersebut sempat mencetak rekor tertinggi intraday baru dan ditutup di level tertinggi sepanjang masa.
Saham NVIDIA menopang pasar secara keseluruhan dengan lonjakan lebih dari 6% setelah perusahaan memperkenalkan prosesor baru untuk komputer pribadi.
Dell Technologies dan HP Inc. ikut menguat masing-masing lebih dari 10% dan 8%. Sementara itu, Intel yang selama bertahun-tahun mendominasi pasar chip PC justru turun lebih dari 4%.
Di luar sektor teknologi, energi menjadi satu-satunya sektor S&P 500 yang ditutup menghijau pada Senin. Marathon Petroleum menjadi salah satu yang paling menonjol dengan kenaikan saham sekitar 4%, sementara Exxon Mobil dan Chevron masing-masing naik 2,8% dan 1,9%.
Harga minyak juga naik pada awal pekan perdagangan. Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 5,93% dan ditutup di US$92,54 per barel, sementara minyak Brent naik 4,24% ke US$94,98 per barel.
Pada Mei lalu, patokan minyak AS mencatat penurunan bulanan terdalam sejak April 2025 dengan anjlok hampir 17%.
Pergerakan tersebut terjadi setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa negosiator negara itu menghentikan komunikasi dengan AS dan Teheran akan menutup penuh Selat Hormuz akibat serangan Israel ke Lebanon.
Presiden Donald Trump mengatakan jika ia tidak peduli jika negosiasi damai dengan Iran berakhir. Dalam wawancara telepon dengan Eamon Javers dari CNBC, Trump berkata, "Saya benar-benar tidak peduli." Ia juga menyebut akan menanyakan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai situasi di Lebanon.
Pada akhir pekan, Netanyahu memuji pasukan Israel yang berhasil merebut Kastel Beaufort di Lebanon selatan saat pasukan terus bergerak masuk ke wilayah tersebut.
Trump kemudian menulis di Truth Social bahwa ia melakukan panggilan yang sangat produktif dengan Netanyahu, serta menambahkan bahwa tidak akan ada pasukan yang menuju Beirut, dan pasukan yang sedang bergerak ke sana telah diputarbalikkan.
Dalam unggahan terpisah, Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran masih terus berlangsung dengan sangat cepat.
AS dan Iran saling melancarkan serangan akhir pekan lalu. Komando Pusat AS mengatakan pada Senin bahwa pasukan AS berhasil mencegat dua rudal balistik Iran semalam yang menargetkan pasukan Amerika di Kuwait.
Pekan lalu, negosiator AS dan Iran mencapai nota kesepahaman 60 hari untuk memperpanjang gencatan senjata yang rapuh, yang sempat mendorong pasar saham mencetak rekor baru. Namun Trump mengakhiri rapat di Situation Room Gedung Putih tanpa mengumumkan keputusan final terkait kesepakatan tersebut.
"Situasinya seperti dua langkah maju, satu langkah mundur antara AS dan Iran, tetapi jelas pasar tidak memperkirakan eskalasi konflik kembali separah dua hingga tiga minggu pertama perang," kata Tim Holland dari Orion kepada CNBC.
"Saya rasa kita masih lebih dekat ke jalan keluar konflik dibanding kembali masuk ke eskalasi."imbuhnya,
Chief investment officer tersebut memperkirakan harga energi tetap akan berada di bawah level empat hingga enam minggu lalu. Menurut Holland, agar harga energi melonjak lebih tinggi dari level itu, konflik harus meningkat melampaui puncak permusuhan sebelumnya.
(emb/emb) Addsource on Google