MARKET DATA

Wall Street Pesta Rekor Baru, Tapi Diam-Diam Ada yang Merana

mae,  CNBC Indonesia
27 May 2026 05:44
wall street
Foto: Reuters

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pesta pada perdagangan Selasa atau Rabu dini hari waktu Indonesia (27/5/2026).

Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite melonjak ke rekor tertinggi intraday baru pada Selasa, dipimpin sektor teknologi. Lonjakan dipicu sikap pelaku pasar yang optimis prospek kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri perang.

Indeks S&P melesat 0,61% dan ditutup di level 7.519,12, sementara Nasdaq yang didominasi saham teknologi naik 1,19% menjadi 26.656,18. Keduanya juga ditutup pada level rekor.

Namun, Dow Jones Industrial Average justru "merana" dengan  turun 118,02 poin atau 0,23% menjadi 50.461,68.

Saham Micron Technology melonjak 19% dan melampaui kapitalisasi pasar US$1 triliun di tengah optimisme analis Wall Street.

Saham chip memori lainnya seperti Seagate Technology dan Western Digital ikut naik, masing-masing menguat 4% dan 8%. ETF Roundhill Memory (DRAM) naik lebih dari 14% dan mencetak rekor tertinggi baru.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Senin bahwa pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri perang berjalan dengan baik.

Namun, ia juga memperingatkan bahwa AS dapat mengambil langkah ofensif jika negosiasi gagal.

Selain itu, AS menyatakan telah melakukan serangan untuk membela diri di Iran selatan pada Selasa dini hari.

Juru bicara Komando Pusat AS Tim Hawkins mengatakan beberapa target termasuk lokasi peluncuran rudal dan kapal Iran mencoba menempatkan ranjau.

Harga minyak mentah AS memangkas pelemahan setelah serangan tersebut. Kontrak berjangka West Texas Intermediate untuk Juli turun 2,81% dan ditutup di US$93,89 per barel. Sementara Brent naik 3,58% dan ditutup di US$99,58 per barel.

"Investor terlalu optimistis bahwa perang akan segera berakhir dan semuanya akan kembali seperti sebelum perang," kata Chief Investment Officer LNW, Ron Albahary, kepada CNBC International.

Menurut Albahary, saat ini terjadi "tarik-menarik" di pasar. Investor masih percaya pada gelombang besar belanja modal (capex) yang mendorong pasar naik sementara fondasi ekonomi AS masih relatif rapuh dengan inflasi yang berpotensi menjadi sistemik.

Saham Micron Terbang

Micron menembus valuasi pasar US$1 triliun untuk pertama kalinya pada Selasa setelah sahamnya melonjak 19%, didorong permintaan kecerdasan buatan (AI) yang sangat besar terhadap chip memorinya.

Lonjakan saham ini terjadi setelah UBS menaikkan target harga saham Micron hampir tiga kali lipat dari US$535 menjadi US$1.625 per saham, dengan alasan peluang kontrak jangka panjang dengan skema harga yang sebagian tetap.

"Kami percaya pasar akan mulai memberikan valuasi yang lebih 'normal' pada saham ini dan MU akan terus mengalami re-rating lebih tinggi seiring semakin jelasnya perubahan struktural yang didorong AI terhadap seluruh industri memori," tulis UBS.

Target harga baru tersebut mengindikasikan saham Micron masih bisa naik lebih dari dua kali lipat dibanding penutupan Jumat lalu.

Micron menjadi bagian dari gelombang baru produsen chip yang diuntungkan dari tahap berikutnya dalam persaingan AI. Investor kini memburu saham-saham terkait central processing unit (CPU) dan memori yang dibutuhkan untuk menjalankan serta memproses beban kerja AI agentic, di arena yang sebelumnya didominasi Nvidia.

Permintaan AI yang meledak telah memicu kelangkaan memori global yang sulit dipenuhi oleh produsen chip seperti Micron. Kondisi ini memungkinkan Micron serta pesaingnya, SK Hynix dan Samsung, menaikkan harga produk. Saham Micron sendiri telah melonjak lebih dari tiga kali lipat sejak awal tahun.

Beberapa pekan lalu, Micron baru saja melampaui valuasi pasar US$700 miliar dan masuk jajaran perusahaan teknologi paling bernilai di AS.

Intel, yang sempat tertinggal dalam reli awal AI, kini melonjak lebih dari enam kali lipat dan diperdagangkan mendekati rekor tertinggi sepanjang masa. Produsen chip asal AS tersebut tengah menjalani transformasi besar setelah menerima investasi signifikan dari pemerintah AS pada musim panas tahun lalu

(mae/mae) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular