Minyak Tumbang, Deal AS-Iran Makin Dekat: RI Bisa Bernapas Lega?
Saham-saham di Amerika Serikat ditutup menguat pada Jumat pekan lalu setelah imbal hasil obligasi pemerintah melemah. Kondisi tersebut membuat Wall Street membukukan pekan positif meski volatilitas pasar masih tinggi.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 294,04 poin atau 0,58% ke level 50.579,70. Indeks yang berisi 30 saham unggulan itu sempat mencetak rekor tertinggi intraday dan kembali mencatat rekor penutupan baru. Sementara itu, S&P 500 naik 0,37% ke 7.473,47 dan Nasdaq Composite menguat 0,19% ke posisi 26.343,97.
Meski ketiga indeks utama berakhir di zona hijau, penguatan tersebut sempat berkurang dibanding level tertinggi yang dicapai pada awal sesi perdagangan.
"Ini adalah pasar segalanya (everything market). Pasar saat ini tampaknya lebih khawatir kehilangan peluang perdamaian di Timur Tengah dibanding risiko menahan posisi beli selama akhir pekan," kata Kepala Strategi Interactive Brokers Steve Sosnick kepada CNBC International.
Hingga kini belum jelas apakah Amerika Serikat dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Harga minyak ditutup sedikit lebih tinggi pada Jumat, tetapi masih berada di bawah puncak yang sempat dicapai awal pekan lalu karena pelaku pasar berharap konflik Iran dapat segera menemukan solusi. Minyak mentah Brent naik 0,9% ke US$103,54 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 0,3% ke US$96,60 per barel.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun hampir 3 basis poin ke sekitar 4,56%, sedangkan yield obligasi tenor 30 tahun turun lebih dari 4 basis poin ke kisaran 5,06%.
Sebelumnya, volatilitas pasar obligasi sempat menekan saham sepanjang pekan lalu. Yield obligasi 30 tahun bahkan sempat mencapai level tertinggi sejak 2007 sebelum akhirnya turun kembali, sementara yield tenor 10 tahun menyentuh posisi tertinggi dalam lebih dari setahun. Investor khawatir perang AS-Iran berkepanjangan akan menjaga harga minyak tetap tinggi dan memicu tekanan inflasi.
Di sisi lain, saham Qualcomm melonjak hampir 12% pada Jumat dan mencatat kenaikan harian ketiga berturut-turut. Secara mingguan, saham perusahaan semikonduktor tersebut melesat 18,2%.
Secara keseluruhan, indeks S&P 500 menguat 0,9% sepanjang pekan lalu dan mencatat kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut, menjadi reli terpanjang sejak akhir 2023. Dow Jones naik 2,1% dan membukukan pekan lalu positif ketiga dalam empat minggu terakhir. Sementara Nasdaq bertambah 0,5% dan mencatat kenaikan mingguan ketujuh dalam delapan pekan terakhir.
(mae/mae) Addsource on Google