MARKET DATA

Hari Reformasi Nasional: Ini Kebijakan Ekonomi Gus Dur - Prabowo

Amalia Zahira & Aisha Mayrsa,  CNBC Indonesia
21 May 2026 15:29
Kehadiran para pejabat negara dan tokoh bangsa mewarnai gelar griya Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang diselenggarakan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (21/3/2026). (Dok. BPMI Setpres)
Foto: Kehadiran para pejabat negara dan tokoh bangsa mewarnai gelar griya Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang diselenggarakan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (21/3/2026). (Dok. BPMI Setpres)

Periode Joko Widodo (2014-2024)

10 Tahun Jokowi, Jokowi Bangun Jalan Hingga Tol Langit, Jawa Tak Lagi RajaFoto: Infografis/ Kominfo/ Edward Ricardo

 

1. Kepemimpinan & Karakter Pemerintahan

  • Jokowi terpilih sebagai Presiden Indonesia pada 2014.

  • Kemenangan Jokowi menimbulkan optimisme publik.

  • Jokowi dipersepsikan sebagai pemimpin reformis.

  • Pendekatan kerja Jokowi dinilai konkret dan cepat.

  • Pengalaman sebagai Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta memperkuat citra reformis.

  • Jokowi lebih dikenal sebagai pemimpin taktis dibanding strategis.

  • Pemerintahan dijalankan melalui Kabinet Kerja.

2. Agenda Reformasi & Prioritas Pembangunan

  • Percepatan pembangunan infrastruktur.

  • Pengembangan sektor maritim.

  • Program jaminan sosial.

  • Reformasi ekonomi berbasis supply-side reforms.

  • Fokus pada pembangunan infrastruktur dan iklim investasi.

  • Reformasi subsidi BBM.

  • Deregulasi dan debirokratisasi.

  • Paket Kebijakan Ekonomi (PKE).

  • Penguatan investasi dan daya saing industri.

  • Elektronisasi perizinan dan pelayanan publik.

3. Tantangan Ekonomi Domestik & Global

  • Perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

  • Pelemahan daya beli masyarakat.

  • Perlambatan ekonomi global.

  • Resesi di Eropa dan Jepang.

  • Perlambatan ekonomi Tiongkok dan India.

  • Pengetatan likuiditas global.

  • Penurunan harga komoditas ekspor.

  • Pemerintah tidak lagi dapat mengandalkan ekspor sebagai sumber pertumbuhan.

  • Rendahnya penerimaan pajak.

  • Rasio pajak hanya sekitar 10-11% terhadap PDB.

4. Reformasi Subsidi BBM & Fiskal

  • Pemotongan subsidi BBM.

  • Kenaikan harga Premium dan solar bersubsidi.

  • Penghapusan subsidi Premium.

  • Subsidi tetap Rp1.000/liter untuk solar.

  • Penentuan harga BBM mengikuti mekanisme pasar.

  • Reformasi subsidi menciptakan ruang fiskal baru.

  • Ruang fiskal digunakan untuk pembangunan infrastruktur.

5. Iklim Investasi & Hambatan Birokrasi

  • Perbaikan iklim investasi berjalan lambat.

  • Infrastruktur awal pemerintahan berjalan lambat.

  • Ketidaksinambungan implementasi antara pusat dan daerah.

  • Perizinan masih berbelit dan mahal.

  • Hambatan regulasi dan birokrasi.

  • Pemerintah dianggap belum sepenuhnya ramah investasi.

  • Pemerintah dinilai setengah hati menggandeng sektor swasta dan PMA.

6. Proteksionisme & Kebijakan Perdagangan

  • Rezim perdagangan semakin restriktif.

  • Peningkatan hambatan non-tarif.

  • Hambatan diterapkan pada impor dan ekspor.

  • Tren proteksionisme sejak era SBY.

  • Peningkatan jumlah hambatan non-tarif 2009-2015.

  • Kebijakan local content requirement.

  • Larangan ekspor mineral.

  • Perubahan arah kebijakan setelah Thomas Lembong menjadi Menteri Perdagangan.

  • Ketertarikan Indonesia bergabung dengan TPP.

7. Paket Kebijakan Ekonomi (PKE)

  • Peluncuran PKE sejak September 2015.

  • Pemerintah menerbitkan 12 paket kebijakan hingga Juni 2016.

  • Setiap paket fokus pada masalah kebijakan tertentu.

  • Paket bertujuan mengurangi hambatan regulasi dan birokrasi.

  • Pemberian insentif investasi.

  • Paket pertama paling komprehensif.

  • Fokus pada daya saing industri dan proyek strategis nasional.

  • Deregulasi regulasi yang tumpang tindih.

  • Debirokratisasi prosedur perizinan.

  • Delegasi otoritas birokrasi.

  • Elektronisasi prosedur investasi.

8. Deregulasi & Reformasi Administrasi

  • Layanan Perizinan Investasi 3 Jam.

  • Simplifikasi perizinan kehutanan.

  • Sistem pelayanan kepelabuhanan elektronik.

  • Insentif pajak industri.

  • Insentif kredit untuk UMKM.

  • Target pembentukan 203 regulasi baru.

  • 98% target regulasi selesai hingga Juni 2016.

  • Deregulasi lintas sektor strategis.

  • Koordinasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

  • Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi & UMKM, dan Kementerian Keuangan paling aktif dalam deregulasi.

9. Pembangunan Infrastruktur Secara Masif

 

  • Menjangkau wilayah 3T dan kota besar

  • Fokus pada infrastruktur transportasi, pertanian, dan perumahan

  • Membangun mega proyek dari tol Trans Jawa & Sumatera, MRT, LRT dan Whoosh

10. Hilirisasi Industri

  • Pengolahan bahan mentah di dalam negeri

  • Hilirisasi besar-besaran di nikel, bauksit, tembaga, dan sawiti.

Evaluasi Umum Pemerintahan Jokowi

Keberhasilan:

  • Reformasi subsidi BBM yang berani.

  • Penciptaan ruang fiskal baru.

  • Peluncuran paket deregulasi besar-besaran.

  • Upaya memperbaiki iklim investasi.

  • Fokus pada pembangunan infrastruktur.

  • Komitmen awal terhadap reformasi ekonomi

Kelemahan/Tantangan:

  • Pertumbuhan ekonomi tetap melambat.

  • Reformasi berjalan kurang efektif.

  • Proteksionisme masih kuat.

  • Iklim investasi belum membaik signifikan.

  • Implementasi kebijakan tidak konsisten.

  • Koordinasi pusat-daerah masih lemah.

Periode Prabowo Subianto (2024-)

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat menghadiri Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Terkait KEM dan PPKF RAPBN 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (REUTERS/Willy Kurniawan)Foto: REUTERS/Willy Kurniawan
  1. Perbaikan gizi dan mengurangi stunting melalui Makan Bergizi Gratis

  2. Swasembada pangan

  3. Penguatan BUMN dan lahirnya Danantara sebagai pengelola investasi

  4. Program 3 juta rumah

  5. Koperasi Merah Putih

(mae/mae) Add logo_svg as a preferred
source on Google




Most Popular
Features