Hari Reformasi Nasional: Ini Kebijakan Ekonomi Gus Dur - Prabowo
Periode Joko Widodo (2014-2024)
Foto: Infografis/ Kominfo/ Edward Ricardo |
Â
1. Kepemimpinan & Karakter Pemerintahan
Jokowi terpilih sebagai Presiden Indonesia pada 2014.
Kemenangan Jokowi menimbulkan optimisme publik.
Jokowi dipersepsikan sebagai pemimpin reformis.
Pendekatan kerja Jokowi dinilai konkret dan cepat.
Pengalaman sebagai Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta memperkuat citra reformis.
Jokowi lebih dikenal sebagai pemimpin taktis dibanding strategis.
Pemerintahan dijalankan melalui Kabinet Kerja.
2. Agenda Reformasi & Prioritas Pembangunan
Percepatan pembangunan infrastruktur.
Pengembangan sektor maritim.
Program jaminan sosial.
Reformasi ekonomi berbasis supply-side reforms.
Fokus pada pembangunan infrastruktur dan iklim investasi.
Reformasi subsidi BBM.
Deregulasi dan debirokratisasi.
Paket Kebijakan Ekonomi (PKE).
Penguatan investasi dan daya saing industri.
Elektronisasi perizinan dan pelayanan publik.
3. Tantangan Ekonomi Domestik & Global
Perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pelemahan daya beli masyarakat.
Perlambatan ekonomi global.
Resesi di Eropa dan Jepang.
Perlambatan ekonomi Tiongkok dan India.
Pengetatan likuiditas global.
Penurunan harga komoditas ekspor.
Pemerintah tidak lagi dapat mengandalkan ekspor sebagai sumber pertumbuhan.
Rendahnya penerimaan pajak.
Rasio pajak hanya sekitar 10-11% terhadap PDB.
4. Reformasi Subsidi BBM & Fiskal
Pemotongan subsidi BBM.
Kenaikan harga Premium dan solar bersubsidi.
Penghapusan subsidi Premium.
Subsidi tetap Rp1.000/liter untuk solar.
Penentuan harga BBM mengikuti mekanisme pasar.
Reformasi subsidi menciptakan ruang fiskal baru.
Ruang fiskal digunakan untuk pembangunan infrastruktur.
5. Iklim Investasi & Hambatan Birokrasi
Perbaikan iklim investasi berjalan lambat.
Infrastruktur awal pemerintahan berjalan lambat.
Ketidaksinambungan implementasi antara pusat dan daerah.
Perizinan masih berbelit dan mahal.
Hambatan regulasi dan birokrasi.
Pemerintah dianggap belum sepenuhnya ramah investasi.
Pemerintah dinilai setengah hati menggandeng sektor swasta dan PMA.
6. Proteksionisme & Kebijakan Perdagangan
Rezim perdagangan semakin restriktif.
Peningkatan hambatan non-tarif.
Hambatan diterapkan pada impor dan ekspor.
Tren proteksionisme sejak era SBY.
Peningkatan jumlah hambatan non-tarif 2009-2015.
Kebijakan local content requirement.
Larangan ekspor mineral.
Perubahan arah kebijakan setelah Thomas Lembong menjadi Menteri Perdagangan.
Ketertarikan Indonesia bergabung dengan TPP.
7. Paket Kebijakan Ekonomi (PKE)
Peluncuran PKE sejak September 2015.
Pemerintah menerbitkan 12 paket kebijakan hingga Juni 2016.
Setiap paket fokus pada masalah kebijakan tertentu.
Paket bertujuan mengurangi hambatan regulasi dan birokrasi.
Pemberian insentif investasi.
Paket pertama paling komprehensif.
Fokus pada daya saing industri dan proyek strategis nasional.
Deregulasi regulasi yang tumpang tindih.
Debirokratisasi prosedur perizinan.
Delegasi otoritas birokrasi.
Elektronisasi prosedur investasi.
8. Deregulasi & Reformasi Administrasi
Layanan Perizinan Investasi 3 Jam.
Simplifikasi perizinan kehutanan.
Sistem pelayanan kepelabuhanan elektronik.
Insentif pajak industri.
Insentif kredit untuk UMKM.
Target pembentukan 203 regulasi baru.
98% target regulasi selesai hingga Juni 2016.
Deregulasi lintas sektor strategis.
Koordinasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi & UMKM, dan Kementerian Keuangan paling aktif dalam deregulasi.
9. Pembangunan Infrastruktur Secara Masif
Â
Menjangkau wilayah 3T dan kota besar
Fokus pada infrastruktur transportasi, pertanian, dan perumahan
Membangun mega proyek dari tol Trans Jawa & Sumatera, MRT, LRT dan Whoosh
10. Hilirisasi Industri
Pengolahan bahan mentah di dalam negeri
Hilirisasi besar-besaran di nikel, bauksit, tembaga, dan sawiti.
Evaluasi Umum Pemerintahan Jokowi
Keberhasilan:
Reformasi subsidi BBM yang berani.
Penciptaan ruang fiskal baru.
Peluncuran paket deregulasi besar-besaran.
Upaya memperbaiki iklim investasi.
Fokus pada pembangunan infrastruktur.
Komitmen awal terhadap reformasi ekonomi
Kelemahan/Tantangan:
Pertumbuhan ekonomi tetap melambat.
Reformasi berjalan kurang efektif.
Proteksionisme masih kuat.
Iklim investasi belum membaik signifikan.
Implementasi kebijakan tidak konsisten.
Koordinasi pusat-daerah masih lemah.
Periode Prabowo Subianto (2024-)
Foto: REUTERS/Willy Kurniawan |
Perbaikan gizi dan mengurangi stunting melalui Makan Bergizi Gratis
Swasembada pangan
Penguatan BUMN dan lahirnya Danantara sebagai pengelola investasi
Program 3 juta rumah
Koperasi Merah Putih
source on Google
Foto: Infografis/ Kominfo/ Edward Ricardo
Foto: REUTERS/Willy Kurniawan