Waspada! Efek Kebijakan Tambang, BI Rate Naik & Kabar Buruk dari AS
Dari pasar saham AS, bursa Wall Street, melonjak pada Rabu atau Kamis dini hari waktu Indonesia seiring turunnya harga minyak dan imbal hasil obligasi Treasury AS. Pelaku pasar juga menantikan rilis laporan laba kuartal pertama dari Nvidia.
Dow Jones Industrial Average naik 645,47 poin, atau 1,31%, ditutup di level 50.009,35. S&P 500 menguat 1,08% menjadi 7.432,97, sementara Nasdaq Composite terapresiasi1,54% dan berakhir di 26.270,36.
Kontrak berjangka West Texas Intermediate turun 5,66% dan ditutup pada harga US$98,26 per barel. Sementara minyak mentah Brent melemah 5,63% dan menetap di US$105,02 per barel.
Penurunan ini terjadi setelah Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah berada pada tahap akhir negosiasi dengan Iran.
Imbal hasil Treasury 10 tahun turun lebih dari 9 basis poin pada Rabu, sementara imbal hasil Treasury 30 tahun turun lebih dari 6 basis poin. Satu basis poin setara dengan 0,01%.
Pasar obligasi sempat membuat investor khawatir dalam beberapa hari terakhir, setelah imbal hasil obligasi 30 tahun mencapai level tertinggi sejak 2007, dan imbal hasil 10 tahun mendekati level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Muncul kekhawatiran bahwa inflasi kembali meningkat akibat naiknya harga minyak dan bahwa The Federal Reserve, yang segera akan dipimpin oleh Kevin Warsh, tertinggal dalam upaya mengendalikan inflasi. Kenaikan suku bunga dikhawatirkan dapat mengganggu ekonomi yang sudah tertekan oleh tingginya biaya energi.
Risalah rapat terbaru The Fed menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat memperkirakan kenaikan suku bunga di masa mendatang jika konflik di Timur Tengah terus memperburuk inflasi.
Dalam risalah tersebut disebutkan mayoritas peserta menyoroti bahwa pengetatan kebijakan lebih lanjut kemungkinan akan diperlukan jika inflasi terus bertahan di atas 2%.
Investor juga mulai mengalihkan perhatian ke Nvidia. Laporan tersebut dipandang penting untuk melihat perkembangan tren kecerdasan buatan (AI) dan memberikan pembaruan terbaru terkait permintaan chip. Saham perusahaan itu naik lebih dari 1%.
Nvidia membukukan hasil keuangan yang melampaui perkiraan. Saham Nvidia memangkas kerugian awal setelah rilis laporan dan diperdagangkan naik lebih dari 0,5%, setelah sebelumnya menguat 1,3% pada sesi reguler hari Rabu.
Pendapatan untuk kuartal April melampaui US$81 miliar sesuai ekspektasi, tetapi proyeksi pendapatan sebesar US$91 miliar untuk kuartal Juli sedikit di bawah harapan sejumlah analis.
Hal ini agak berbeda dibandingkan biasanya, ketika perusahaan sering memberikan proyeksi yang jauh melampaui perkiraan pasar. Perusahaan juga tidak memberikan proyeksi penjualan ke China, meskipun CEO Jensen Huang sempat mengunjungi Beijing awal bulan ini.
"Nvidia adalah saham AI paling penting, dan karena begitu banyak kenaikan pasar saham dalam beberapa tahun terakhir didorong oleh kemampuan luar biasa AI, hasil laporan laba hari Rabu ini sangat menentukan bagi pasar," kata James Demmert, kepala investasi di Main Street Research.
Saham Nvidia telah naik hampir 20% tahun ini, dan Demmert mencatat bahwa meskipun ada skeptisisme terhadap produsen chip dan bintang AI tersebut terutama setelah lonjakan lebih dari 1.400% dalam lima tahun terakhir maka ekspektasi pasar menjelang laporan keuangan kali ini relatif lebih rendah.
"Poin penting dalam laporan laba Nvidia adalah apakah ada tanda-tanda penyusutan margin akibat kenaikan harga memori, serta bagaimana perusahaan menangani penjualan di China," tambahnya.
(evw/evw) Addsource on Google