Yield Surat Utang Dunia Tiba-Tiba Meledak, IHSG & Rupiah dalam Bahaya
- Pasar keuangan Indonesia kembali babak belur, IHSG ambruk dan rupiah mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah
- Wall Street ditutup beragam, Dow Jones hijau semenatar Nasdaq dan S&P melemah
- Perkembangan perang, rapat dewan gubernur hingga data ekonomi global akan menjadi penggerak pasar hari ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia kembali babak belur pada perdagangan Senin (18/5/2026). Bursa saham ambruk, rupiah kembali mencetak level penutupan terlemah sepanjang sejarah, sementara yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naik tajam.
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan bergerak dalam tekanan pada hari ini, Selasa (19/5/2026). Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin kemarin ditutup turun 1,85% atau 124,08 poin ke level 6.599,24.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 6.398,79-6.631,28. IHSG bahkan mengawali perdagangan dengan penurunan lebih dari 2% dan sempat ambruk lebih dari 4% pada sesi I.
(evw/evw) Add
source on Google