MARKET DATA
Newsletter

Yield Surat Utang Dunia Tiba-Tiba Meledak, IHSG & Rupiah dalam Bahaya

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
19 May 2026 06:24
Trader Gregory Rowe, right, works on the floor of the New York Stock Exchange, Wednesday, Dec. 11, 2019. Stocks are opening mixed on Wall Street following news reports that US President Donald Trump might delay a tariff hike on Chinese goods set to g
Foto: Pasar Finansial Wall Street (AP Photo/Richard Drew)

Dari pasar saham AS, bursa Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Senin atau Selasa dini hari waktu Indonesia.

Indeks Nasdaq Composite dan S&P 500 ditutup melemah pada perdagangan Senin, tertekan oleh penurunan saham-saham teknologi. Investor memantau pergerakan harga minyak dan imbal hasil obligasi sambil menunggu perkembangan lebih lanjut terkait konflik di Timur Tengah.

Indeks S&P turun 0,07% dan berakhir di level 7.403,05, sementara Nasdaq yang didominasi saham teknologi merosot 0,51% ke 26.090,73. Ini menjadi hari kedua berturut-turut kedua indeks tersebut mencatat penurunan. Sebaliknya, DJIA naik 159,95 poin atau 0,32% ke level 49.686,12.

Seagate Technology memimpin aksi jual di sektor chip memori setelah CEO perusahaan mengatakan dalam konferensi JP Morgan bahwa pembangunan pabrik baru akan memakan waktu terlalu lama.

Saham Seagate anjlok hampir 7% dan menyeret Micron Technology turun hampir 6%. Pernyataan tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa industri chip memori belum memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi lonjakan permintaan.

Selain Seagate dan Micron, saham Western Digital turun 4,8% dan SanDisk melemah 5,3%.

Di luar itu, saham-saham terkait kecerdasan buatan seperti NVIDIA dan Broadcom masing-masing turun sekitar 1%.

Pergerakan ini terjadi pada saat yang sensitif bagi pasar saham. Pekan lalu, S&P 500 dan Nasdaq sempat mencetak rekor tertinggi baru, sementara Dow Jones sempat kembali menembus level psikologis 50.000.

(evw/evw) Add logo_svg as a preferred
source on Google


Most Popular
Features