Bersiaplah Hadapi 9 Guncangan dalam 3 Hari: MSCI - Pertemuan China AS
Dari pasar saham AS, bursa Wall Street mencetak rekor tertinggi baru pada Jumat pekan lalu (8/5/2026), didorong oleh kenaikan saham NVIDIA Corporation, SanDisk Corporation, dan emiten terkait kecerdasan buatan (AI) lainnya.
Sementara itu, laporan ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tetap tangguh.
Pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu, indeks S&P 500 naik 0,84% ke 7.398,93, indeks Nasdaq melonjak 1,71% ke 26.247,08, dan Dow Jones Industrial Average menguat tipis 0,02% ke 49.609,16.
S&P 500 dan Nasdaq membukukan kenaikan mingguan keenam berturut-turut, yang merupakan reli mingguan terpanjang sejak Oktober 2024. Dow Jones mencatat dua pekan berturut-turut menguat.
Sepanjang 2026, S&P 500 telah naik 8% sementara Nasdaq telah melonjak 13%.
Saham NVIDIA naik 1,8%, sedangkan produsen memori dan penyimpanan seperti Micron Technology dan SanDisk melonjak lebih dari 15% masing-masing. Kenaikan ini ditopang oleh permintaan yang sangat kuat seiring percepatan pembangunan pusat data AI.
Indeks semikonduktor Philadelphia Semiconductor Index (SOX) turut melesat, sehingga total kenaikannya sepanjang kuartal II mencapai 55%.
S&P 500 dan Nasdaq telah menembus rekor tertinggi sepanjang pekan ini karena investor fokus pada laporan keuangan perusahaan-perusahaan AS yang solid, dan mengesampingkan kekhawatiran bahwa kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah dapat memicu inflasi.
Laba perusahaan dalam indeks S&P 500 untuk kuartal I diperkirakan meningkat hampir 29% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebagian besar pertumbuhan tersebut ditopang oleh perusahaan-perusahaan besar yang menjadi motor utama tema AI di Wall Street.
"Ini adalah ekonomi yang tampaknya sulit untuk dihancurkan," kata Rob Williams, Kepala Strategi Investasi di Sage Advisory Services di Austin. "Kisah utamanya adalah produktivitas, belanja konsumen, efek kekayaan rumah tangga, dan pertumbuhan laba."
Data menunjukkan bahwa jumlah lapangan kerja di AS bertambah lebih banyak dari perkiraan pada April, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di 4,3%. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve System akan mempertahankan suku bunga tetap tidak berubah untuk beberapa waktu.
Pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS akan menahan suku bunga di kisaran 3,50% hingga 3,75% sampai akhir tahun.
Optimisme terhadap laba perusahaan membantu investor mengabaikan serangan terbaru antara pasukan AS dan Iran di kawasan Teluk.
Dari 440 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan kinerja kuartal I, sebanyak 83% berhasil melampaui estimasi laba analis. Angka ini jauh di atas rata-rata historis jangka panjang sekitar 67%.
Meski demikian, beberapa perusahaan mencatat hasil yang mengecewakan:
- Cloudflare anjlok 24% setelah mengumumkan pemutusan hubungan kerja sekitar 20% karyawan dan memproyeksikan pendapatan kuartal II sedikit di bawah ekspektasi.
- The Trade Desk turun 1,8% setelah memberikan panduan pendapatan yang lebih lemah dari perkiraan.
- CoreWeave merosot 11,4% setelah menaikkan batas bawah proyeksi belanja modal tahunan akibat kenaikan biaya komponen.
- Expedia Group jatuh 9% setelah menyatakan konflik Timur Tengah mulai menekan permintaan perjalanan.
Di dalam S&P 500, jumlah saham yang turun lebih banyak dibandingkan yang naik dengan rasio 1,4 banding 1.
S&P 500 mencatat 28 saham yang menembus level tertinggi baru dan 30 saham yang menyentuh level terendah baru. Nasdaq membukukan 134 saham dengan rekor tertinggi baru dan 119 saham dengan titik terendah baru.
Volume perdagangan di bursa AS relatif tipis, dengan 17,2 miliar saham berpindah tangan, sedikit di bawah rata-rata 17,6 miliar saham selama 20 sesi perdagangan sebelumnya.
(mae/mae) Addsource on Google