MARKET DATA
Newsletter

Hari Menegangkan: Pertumbuhan Ekonomi Dirilis, Purbaya-OJK Buka Suara

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia
05 May 2026 06:26
Ilustrasi Prabowo Subianto
Foto: Cover Ilustrasi Prabowo/ Ilham Restu

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan menghadapi tekanan besar pada hari ini. Kembali memanasnya perang dan harga minyak bisa membuat IHSg dan rupiah tertekan. Ambruknya Wall Street juga bisa menjadi alarm bahaya.

Namun, data pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan menguat serta melandainya inflasi diharapkan bisa menekan gejolak pasar. Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hari ini juga akan menggelar dua konferensi pers hari ini.

Perang Memanas, Harga Minyak Melonjak

Gencatan senjata yang sebelumnya sudah rapuh antara Amerika Serikat dan Iran tampak berada di ambang kehancuran pada Senin, ketika Uni Emirat Arab diserang drone dan rudal Iran, sementara AS menyatakan telah menenggelamkan kapal-kapal Iran di Selat Hormuz.

Presiden Donald Trump, dalam wawancara dengan Fox News pada Senin, memperingatkan Iran bahwa negara tersebut akan "dihapus dari muka bumi" jika menargetkan kapal AS yang melindungi kapal dagang yang melintas di selat tersebut.

Trump juga mengatakan dalam unggahan di Truth Social bahwa sebuah kapal kargo Korea Selatan telah menjadi sasaran tembakan Iran di perairan itu. "Mungkin sudah saatnya Korea Selatan ikut bergabung dalam misi ini!" tulisnya.

Indeks pasar saham ditutup melemah tajam pada Senin, sementara harga minyak naik, seiring meningkatnya kekhawatiran investor bahwa dampak perang terhadap ekonomi global dapat semakin memburuk atau berlangsung lebih lama.

Eskalasi ini terjadi kurang dari sehari setelah Trump mengumumkan "Project Freedom", yakni upaya AS untuk "membebaskan" kapal-kapal yang terjebak akibat blokade de facto Iran di Selat Hormuz.

Meski ketegangan meningkat, Trump tidak secara eksplisit menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran-yang diumumkannya pada 7 April dan kemudian diperpanjang secara sepihak-telah dilanggar, menurut jurnalis ABC News Jonathan Karl setelah berbicara dengan presiden melalui telepon.

Laksamana Brad Cooper, yang memimpin Komando Pusat AS, mengatakan kepada wartawan pada Senin sore bahwa pasukan Amerika telah menghancurkan enam kapal kecil Iran yang mencoba mengganggu pergerakan kapal dagang, menurut laporan Reuters.

Media pemerintah Iran membantah bahwa kapal-kapal mereka telah ditenggelamkan.

Kementerian Pertahanan UEA, dalam unggahan terjemahan di akun resmi X, menyatakan pada Senin pagi bahwa sistem pertahanan udaranya "saat ini sedang menghadapi serangan rudal dan drone yang datang dari Iran."

Kementerian tersebut juga menyebut bahwa suara yang terdengar di berbagai wilayah negara itu merupakan hasil dari sistem pertahanan udara UEA yang mencegat rudal balistik, rudal jelajah, dan drone.

Kemudian disampaikan bahwa sistem pertahanan mereka menghadapi 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat drone, dengan serangan tersebut menyebabkan tiga orang mengalami luka sedang.

Memanasnya perang membuat harga minyak melonjak lagi. 

Harga minyak pun melonjak setelah insiden tersebut. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 4,39% menjadi US$106,42 per barel, sementara minyak mentah Brent sebagai acuan global melonjak 5,8% ke US$114,44 per barel.

Neraca Perdagangan dan Inflasi Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2026 surplus US$ 3,32 miliar. Surplus ini US$ 3,32 miliar dibanding catatan pada Februari 2026 yang senilai US$ 1,27 miliar.

Kondisi surplus itu disebabkan nilai ekspor sebesar US$ 22,53 miliar atau turun 3,10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan impor US$ 19,21 miliar atau tumbuh 1,51%. Sebagai catatan ini adalah surplus dalam 71 bulan beruntun sejak Mei 2020.

"Surplus Maret 2026 ditopang oleh komoditas nonmigas surplus US$ 5,21 miliar. Komoditi penyumbang terutama minyak dan lemak hewan nabati, bahan bakar mineral, besi dan baja," kata Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Senin (4/5/2026).

BPS mencatat komoditas migas defisit US$ 1,89 miliar dengan komoditas penyumbang defisit minyak mentah, hasil minyak, dan gas.

Ateng menyampaikan neraca perdagangan kumulatif pada Januari-Maret 2026 mencapai surplus US$ 5,55 miliar. Surplus Januari-Maret ditopang oleh komoditas nonmigas US$ 10,63 miliar. Sementara itu, komoditas migas masih mengalami defisit US$ 5,08 miliar.

Sementara inflasi pada April 2026 sebesar 0,13% secara bulanan atau month to month (mtm). Adapun, inflasi tahun kalender mencapai 1,06% dan inflasi tahunannya mencapai 2,40%.
Tekanan inflasi yang tercatat dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan itu tercatat lebih rendah dibanding kondisi Maret 2026 yang mengalami inflasi 0,41% mtm.

BPS mencatat kelompok pengeluaran penyumbang inflasi pada transportasi inflasi 0,99% dan kelompok transportasi andil inflasi 0,12%.

"Komoditas dominan mendorong inflasi tarif angkutan udara andil 0,11% serta bensin andil inflasi 0,02%," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (4/5/2026).

Ateng mengungkapkan komoditas lainnya yang memberikan inflasi minyak goreng dengan andil 0,05%, tomat andil 0,03%, beras andil 0,02%.

Sebelumnya, konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 13 institusi memperkirakan IHK pada April 2026 cenderung akan mengalami inflasi 0,43% (mtm) dengan median inflasi tahunan 2,72% (year-on-year/yoy).

Sementara itu, inflasi inti pada April 2026 diperkirakan berada di level 2,40% yoy.


PMI Manufaktur RI

Aktivitas manufaktur Indonesia semakin tergerus dampak perang hingga mengalami kontraksi.
Data Purchasing Managers' Index (PMI) yang dirilis S&P Global Senin (4/5/2026) menunjukkan PMI Indonesia berada di 49,1 pada April 2026.

Angka ini adalah yang terendah sejak Juli 2025 atau sembilan bulan terakhir. Angka ini sekaligus menandai kontraksi pertama PMI sejak Juli 2025 setelah delapan bulan ekspansi.

PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Jika di atas 50, maka artinya dunia usaha sedang dalam fase ekspansi. Sementara di bawah itu artinya kontraksi.

S&P menjelaskan PMI mengalami kontraksi karena terjadi penurunan kondisi sektor manufaktur Indonesia pada awal kuartal kedua 2026 karena sejumlah faktor.

Perusahaan mencatat kontraksi yang cukup kuat dalam volume produksi. Ini adalah koreksi yang paling tajam dalam hampir satu tahun, meskipun terjadi sedikit kenaikan pada pesanan baru.



Kontraksi ini didorong oleh penurunan berkelanjutan dalam volume produksi. Penurunan tersebut terjadi selama dua bulan berturut-turut, dengan laju penurunan yang semakin cepat dibandingkan Maret dan menjadi yang tercepat sejak Mei tahun lalu.

Perusahaan menyebut kenaikan harga bahan baku, kekurangan pasokan, dan melemahnya daya beli pelanggan sebagai faktor utama di balik penurunan ini.

Di sisi yang lebih positif, produsen di Indonesia melaporkan sedikit peningkatan dalam pesanan baru, meskipun hal ini sebagian besar disebabkan oleh pemesanan lebih awal untuk mengantisipasi kenaikan harga dan gangguan pasokan di masa depan.

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026

Badan Pusat Statistik (BPS)  hari ini akan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 pada Selasa (5/5/2026). Data ini sangat penting dalam melihat sejauh mana ketahanan ekonomi Tanah Air menghadapi guncangan global di awal tahun.

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 diperkirakan masih tinggi karena dampak Lebaran dan Ramadan serta libur panjang.

Sebagai catatan, Ramadan adalah puncak konsumsi di Indonesia. Pada kuartal I-2025, ekonomi Indonesia tumbuh 4,87% secara year-on-year (yoy), melambat dari periode yang sama tahun sebelumnya dan mencatat kontraksi 0,98% dibandingkan kuartal IV-2024 (q-to-q).

Berdasarkan konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dari 12 lembaga/institusi, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 5,40% secara tahunan (year on year/yoy). Namun secara kuartalan, ekonomi diproyeksi terkontraksi 1,0% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter to quarter/qtq).

Bila sesuai proyeksi maka pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2022 (5,73%) sekaligus menjadi yang terbesar di era Presiden Prabowo Subianto.

Konferensi Pers APBN KiTA


Menteri Keuangan Purbaya Sadewa akan menggelar konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026. Konferensi pers akan membeberkan perkembangan APBN per April 2026.Menarik ditunggu sejauh mana pencapaian pendapatan hingga belanja pemerintah.

Publik juga menanti apakah Purbaya akan mengumumkan kebijakan baru untuk memitigasii dampak perang.

Konferensi Pers Airlangga

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto akan menggelar konferensi pers menanggapi data pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 bersama menteri terkait.

Menarik ditunggu apakah pemerintah akan memberikan stimulus baru atau memberi tanggapan terkini mengenai kembali melonjaknya harga minyak

Konferensi Pers OJK

OJK akan menggelar konferensi bulanan dan membeberkan perkembangan industri keuangan terbaru, termasuk perkembangan kredit perbankan hingga asuransi.

OJK diharapkan memberi penjelasan yang lebih lengkap mengenaik agenda penting ke depan, seperti perombakan MSCI dan perkembangan reformasi di bursa saham Indonesia yang sudah dilakukan.

ISM Services dan JOLTS


Selain itu, dua indikator penting dari sektor jasa dan tenaga kerja akan dirilis. ISM Services PMI Maret berada di level 54, turun dari 56,1 pada Februari. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya aktivitas bisnis dan penyerapan tenaga kerja.

Di saat yang sama, indeks harga dalam survei tersebut justru naik ke level tertinggi sejak 2022, didorong oleh kenaikan biaya energi dan gangguan logistik.

Untuk pasar tenaga kerja, lowongan kerja turun menjadi 6,882 juta pada Februari. Penurunan terjadi di berbagai sektor dan wilayah, mengindikasikan permintaan tenaga kerja mulai melandai.

Kombinasi perlambatan aktivitas dan tekanan biaya akan menjadi faktor penting dalam membaca arah inflasi ke depan.

(emb/emb) Add logo_svg as a preferred
source on Google


Most Popular
Features