MARKET DATA
Newsletter

Hari Menegangkan: Pertumbuhan Ekonomi Dirilis, Purbaya-OJK Buka Suara

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia
05 May 2026 06:26
Markets Wall Street. (AP/Courtney Crow)
Foto: Pexels

Dari pasar saham AS, bursa Wall Street melemah pada perdagangan Senin atau Selasa dini hari waktu Indonesia.

Saham-saham turun setelah perkembangan terbaru di Timur Tengah mendorong harga minyak naik, memicu kekhawatiran baru terkait ketidakstabilan di kawasan tersebut.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 557,37 poin atau 1,13% menjadi 48.941,90. Indeks S&P 500 melemah 0,41% ke level 7.200,75, sementara Nasdaq Composite melandai 0,19% ke posisi 25.067,80.

Pada Senin, Uni Emirat Arab menyatakan telah mencegat sejumlah rudal yang ditembakkan dari Iran. Ini merupakan pertama kalinya sistem peringatan rudal UEA diaktifkan sejak gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dimulai bulan lalu.

Harga minyak pun melonjak setelah insiden tersebut. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 4,39% menjadi US$106,42 per barel, sementara minyak mentah Brent sebagai acuan global melonjak 5,8% ke US$114,44 per barel.

Sebelumnya pada hari yang sama, harga energi sudah lebih dulu naik setelah muncul laporan yang saling bertentangan mengenai serangan Iran terhadap kapal perang AS, serta laporan media Iran bahwa sebuah kapal dipaksa berbalik dari Selat Hormuz.

Angkatan Laut Iran menyatakan telah menghalangi kapal perang "Amerika-Zionis" memasuki wilayah tersebut.

Sementara itu, kantor berita Fars melaporkan dua rudal menghantam kapal perang AS di dekat Pulau Jask setelah kapal tersebut mengabaikan peringatan. Namun, kedua laporan ini belum dapat dikonfirmasi secara independen.

Komando Pusat AS kemudian menyatakan melalui platform X bahwa tidak ada kapal Angkatan Laut AS yang terkena serangan.

Dalam unggahan di Truth Social pada Minggu, Presiden Donald Trump mengumumkan "Project Freedom", yakni rencana AS membantu membebaskan kapal kargo dari negara-negara yang tidak terlibat konflik Timur Tengah namun terjebak akibat penutupan Selat Hormuz. Program ini dijadwalkan mulai Senin.

"Saya telah meminta perwakilan saya untuk memberi tahu mereka bahwa kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengeluarkan kapal dan awak mereka dengan aman dari Selat," tulis Trump, dikutip dari CNBC International.

Dia menambahkan bahwa kapal-kapal tersebut tidak akan kembali hingga wilayah tersebut dinyatakan aman untuk pelayaran.

Pengumuman Trump ini muncul setelah Iran menyatakan telah menerima respons AS terhadap tawaran terbaru untuk pembicaraan damai.

Sebelumnya pada Jumat, Iran dilaporkan mengirim proposal damai terbaru melalui mediator Pakistan, yang sempat meningkatkan optimisme investor akan tercapainya kesepakatan dengan AS.

 

Namun, Trump kemudian menyatakan tidak puas dengan tawaran tersebut dan menilai Iran hanya ingin bernegosiasi karena tidak memiliki kekuatan militer lagi.

Harapan investor terhadap situasi Timur Tengah serta kuatnya kinerja laba kuartal pertama telah mendorong pasar saham mencetak rekor baru dalam beberapa hari terakhir. Bahkan jika konflik belum berakhir, Hatfield memperkirakan S&P 500 bisa mencapai level 8.000 pada akhir tahun.

Saham sektor logistik menjadi yang paling terpukul pada Senin setelah Amazon mengumumkan akan membuka jaringan pengiriman, distribusi, dan logistiknya sendiri untuk bisnis. Saham GXO Logistics anjlok hampir 18%, sementara UPS dan FedEx masing-masing turun 10% dan 9%.


(emb/emb) Add logo_svg as a preferred
source on Google


Most Popular
Features