MARKET DATA
Newsletter

IHSG-Rupiah di Bawah Bayang-Bayang Kabar Pertemuan MSCI hingga Perang

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
28 April 2026 06:20
Prabowo Reshuffle Kabinet, Qodari Jabat Kepala Bakom & Dudung Jadi KSP
Foto: Prabowo Reshuffle Kabinet, Qodari Jabat Kepala Bakom & Dudung Jadi KSP

Memasuki perdagangan Selasa (28/4/2026), pelaku pasar keuangan Tanah Air akan mencermati sejumlah sentimen penting dari dalam dan luar negeri. Dari eksternal, fokus utama tertuju pada keputusan suku bunga Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) yang akan keluar hari ini.

Sementara dari dalam negeri, perhatian pasar akan mengarah pada perkembangan pasar modal Indonesia, mulai dari hasil pertemuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan MSCI, reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto, hingga pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai prospek IHSG dan target pertumbuhan ekonomi pemerintah.

Perkembangan Perang

Presiden Donald Trump pada Senin membahas proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang bersama tim keamanan nasionalnya. Langkah ini muncul saat konflik masih buntu dan pasokan energi Timur Tengah terganggu.


Sumber Iran menyebut proposal itu meminta pembahasan program nuklir ditunda hingga perang berakhir dan sengketa pelayaran di Teluk selesai. Namun skema ini dinilai sulit diterima United States yang ingin isu nuklir dibahas sejak awal.

Menlu Marco Rubio menilai Iran hanya berusaha membeli waktu. Ia menegaskan kesepakatan apa pun harus memastikan Teheran tak bisa menuju senjata nuklir.
Upaya mediasi oleh Pakistan disebut masih berjalan, meski tanpa pertemuan langsung setelah Trump membatalkan kunjungan utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Islamabad.


Menlu Iran Abbas Araqchi juga berkunjung ke Russia dan bertemu Presiden Vladimir Putin. Karena belum ada titik temu soal nuklir dan akses Selat Hormuz, harga minyak kembali naik ke level tertinggi dua pekan. Gedung Putih menyebut Trump akan segera menyampaikan perkembangan terbaru.


Proposal Iran disebut berisi negosiasi bertahap: pertama menghentikan perang AS-Israel, kedua membahas blokade dan pembukaan kembali Selat Hormuz di bawah kendali Iran, lalu baru masuk ke isu nuklir.

Meski ada gencatan senjata, perang belum benar-benar berakhir. Ribuan orang tewas, harga minyak naik, inflasi meningkat, dan ekonomi global tertekan.

Sebelum perang, 125-140 kapal melintasi Selat Hormuz setiap hari. Kini hanya tujuh kapal dalam 24 jam terakhir, tanpa pengiriman minyak ke pasar global.

Di tengah rating yang menurun, Trump menghadapi tekanan domestik untuk mengakhiri perang. Namun Iran masih memegang pengaruh besar lewat kendali atas jalur seperlima pasokan minyak dunia itu.

Suku Bunga Bank Sentral Jepang

Sentimen pertama yang akan dicermati pelaku pasar hari ini datang dari Jepang. Bank Sentral Jepang dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada hari ini, Selasa (28/4/2026).

Berdasarkan konsensus Trading Economics, suku bunga bank sentral Jepang diperkirakan bertahan di 0,75% kali ini.

Pasar melihat suku bunga masih akan ditahan karena prospek berakhirnya perang Iran dalam waktu dekat semakin memudar. Kondisi ini membuat pasar tetap bergejolak dan BOJ kemungkinan masih akan berhati-hati sebelum menaikkan suku bunga berikutnya.


"Bank Sentral Jepang (BOJ) akan mempertahankan suku bunga saat ini tetapi menyampaikan pesan yang agresif dengan mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada bulan Juni atau Juli," kata Tetsuya Inoue, ekonom eksekutif di Sony Financial Group, dikutip pada Minggu (26/4/2026).

"Perilaku penetapan harga perusahaan telah berubah, jadi BOJ harus terus mengawasi tanda-tanda efek putaran kedua," katanya.

"Prakiraan harga dewan akan memberikan petunjuk tentang seberapa ketat BOJ dalam prospek suku bunga," sambungnya.

Bank sentral mungkin akan mengubah panduan kebijakannya yang berjanji untuk menaikkan suku bunga sesuai dengan perbaikan ekonomi dan harga. Hal ini dilakukan untuk mengkomunikasikan dengan lebih baik kesediaannya bertindak secara fleksibel terhadap risiko inflasi akibat perang.

Hampir dua pertiga ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga acuannya menjadi 1,0% pada akhir Juni.

Perlu diketahui, Jepang adalah salah satu negara penyumbang investasi yang besar ke Indonesia. Jika suku bunga naik, biaya investasi juga ikut meningkat, sehingga berpotensi mengganggu aliran dana asing dari Jepang ke Tanah Air.

Selain itu, keputusan BOJ juga penting karena akan memengaruhi pergerakan yen Jepang dan dolar AS secara global. Jika yen menguat karena sinyal hawkish BOJ, tekanan dolar AS terhadap mata uang Asia bisa sedikit mereda. Namun jika yen kembali melemah, rupiah dan mata uang kawasan berpotensi ikut tertekan.

OJK Ungkap Bahasan dengan MSCI

Sentimen berikutnya datang dari dalam negeri. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap hasil pertemuan dengan pimpinan dan analis MSCI di Amerika Serikat pada pekan lalu.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan pertemuan tersebut berlangsung konstruktif dan positif. MSCI disebut memberikan pengakuan atas berbagai progres reformasi integritas pasar modal Indonesia.

"Seminggu yang lalu ya, sudah bertemu langsung dengan pimpinan MSCI. Kemudian juga dengan para analisnya. Lalu dalam pertemuan itu, seperti juga yang kemudian dilanjutkan dengan announcement ya dari MSCI, itu sangat baik, konstruktif, dan positif," ungkap Hasan kepada wartawan di BEI, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, MSCI memberikan apresiasi terhadap sejumlah agenda utama yang telah dituntaskan regulator, terutama yang berkaitan dengan ekspektasi penyedia indeks global. Salah satunya adalah transparansi kepemilikan saham di atas 1% yang telah dirampungkan pada Maret 2026 dan dikonfirmasi akan dimanfaatkan datanya oleh MSCI.

Selain itu, OJK juga telah menghadirkan daftar saham dengan potensi konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration/HSC. Per awal April 2026, terdapat sembilan saham yang masuk dalam daftar tersebut, termasuk satu hingga dua saham yang merupakan konstituen indeks MSCI.

Hasan menyebut MSCI merespons positif data HSC tersebut dan menyatakan akan menggunakannya sebagai bahan pertimbangan dalam perhitungan indeks. Bahkan, saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi berpotensi untuk dikeluarkan atau tidak dimasukkan dalam indeks.

Lebih lanjut, OJK juga memperkuat transparansi melalui klasifikasi tipe investor yang diperluas dari sembilan menjadi 39 kategori. Langkah ini penting karena akan membantu penyedia indeks global dalam memilah saham yang memenuhi kriteria free float untuk perhitungan indeks.

Di sisi regulasi, OJK juga telah meresmikan perubahan definisi free float serta meningkatkan batas minimum free float secara bertahap. Dari sebelumnya 7,5%, ketentuan tersebut akan didorong menjadi minimal 15% bagi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia.

"Nah kemudian fase berikutnya apa? Tentu mereka bersama kita akan terus melanjutkan pembahasan-pembahasan berkala yang lebih mengarah kepada pembahasan teknis untuk memudahkan dan membantu semua pihak terutama Indeks Provider Global dalam membaca informasi detail yang sudah kita sajikan," jelasnya.

Bagi pasar, perkembangan ini penting karena berkaitan langsung dengan peluang keluar-masuk saham Indonesia dalam indeks global. MSCI dijadwalkan melakukan peninjauan indeks atau rebalancing pada 12 Mei 2026 sebagai bagian dari siklus triwulanan. Momentum tersebut diharapkan mulai mencerminkan pemanfaatan data yang telah disampaikan regulator Indonesia.

Selain rebalancing Mei, pasar juga akan mencermati peninjauan klasifikasi pasar oleh MSCI pada Juni 2026. OJK berharap Indonesia tetap dipertahankan dalam kategori emerging market sesuai kondisi dan perkembangan pasar modal saat ini.

Sentimen MSCI ini berpotensi memengaruhi pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar, terutama yang selama ini menjadi incaran investor asing dan produk indeks global. Saham dengan free float rendah atau masuk daftar HSC berisiko menghadapi tekanan jika dinilai tidak lagi memenuhi kriteria indeks.

Sebaliknya, saham yang dinilai memenuhi standar transparansi, free float, dan likuiditas berpeluang mendapat sentimen positif karena bisa tetap bertahan atau bahkan masuk ke dalam indeks global. Karena itu, perkembangan ini akan menjadi perhatian investor, terutama setelah IHSG sempat tertekan tajam oleh aksi jual asing pada akhir pekan lalu.

Reshuffle Kabinet Prabowo

Sentimen dari dalam negeri juga datang dari reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto yang dilakukan pada Senin (27/4/2026).

Presiden melantik sejumlah pejabat menteri dan pejabat setingkat menteri di Istana Negara, Jakarta, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50, 51, 52, dan 53 Tahun 2026.

Dalam reshuffle kali ini, sejumlah posisi strategis mengalami pergantian dan pergeseran. Jumhur Hidayat dilantik menjadi Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, menggantikan Hanif Faisol Nurofiq yang bergeser menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Perubahan juga terjadi di lingkar Istana. Dudung Abdurachman dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan, menggantikan Muhammad Qodari yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.

Sementara itu, Hasan Nasbi dilantik menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, dan Abdul Kadir Karding menjadi Kepala Badan Karantina Indonesia.

Prospek IHSG dan Ekonomi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan prospek ekonomi dan pasar saham Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan dalam Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana dan Pembukaan Pekan Reksa Dana Tahun 2026 di Gedung BEI, Senin (27/4/2026).

Purbaya meyakini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menembus level 28.000 pada 2029-2030. Menurutnya, proyeksi tersebut bukan hal yang mustahil jika ekspansi ekonomi Indonesia terus berlanjut hingga akhir dekade ini.

"Let's say sekarang 7.000 lah. Ekspansi kita akan berlangsung sampai 2029-2030. Itu saya bilang bisa 4-5 kali. Bisalah 28.000 paling sial. Mereka bilang Purbaya gila," ujarnya.

Purbaya menilai proyeksi tersebut bukan sesuatu yang berlebihan. Ia membandingkan dengan periode sebelumnya, ketika IHSG sempat berada di level 400-an pada 2002 dan kemudian naik hingga sekitar 2.500 pada 2009. Artinya, dalam periode tersebut IHSG sempat melesat berkali-kali lipat.

Menurut Purbaya, peluang kenaikan besar IHSG tetap terbuka jika pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dijaga tetap tinggi. Ia bahkan sebelumnya meyakini IHSG bisa mencapai level 10.000 pada akhir tahun ini, meski pasar keuangan masih dibayangi ketidakpastian global.

Optimisme tersebut juga dikaitkan dengan semakin besarnya partisipasi investor muda di pasar modal. Purbaya menyebut investor dari kalangan Gen Z telah mencapai sekitar 57%, sehingga menjadi salah satu penopang pertumbuhan pasar modal dalam jangka panjang.

Di kesempatan yang sama, Purbaya juga menegaskan bahwa pemerintah tidak main-main dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi 8% hingga 2029. Menurutnya, pemerintah sudah mulai melakukan reformasi besar-besaran, termasuk di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

"Yang kita jalankan tidak main-main. Reformasi yang kita perbaiki, reformasi betulan. Tiga bulan pertama itu pajak saya tumbuh 20%, nanti akan lebih. Bea cukai juga ada reformasi, yang lain lanjut kita reformasi dengan cepat," kata Purbaya.

Dari sisi belanja pembangunan, Purbaya menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memberikan ruang besar kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk mempercepat program pembangunan, salah satunya melalui Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP).

Dengan percepatan program tersebut, Purbaya percaya pertumbuhan ekonomi 6% sudah berada dalam jangkauan pemerintah. Angka ini disebut sebagai modal awal untuk mengejar target pertumbuhan yang lebih tinggi.

Konferensi Pers terkait Percepatan Program Pemerintah

Menteri Koordinasi Perekonomian Airlangga Hartarto dijadwalkan akan menggelar Konferensi Pers terkait Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi yang akan diselenggarakan di Lobby Gedung Ali Wardhana, Jakarta Pusat.

Menarik ditunggu apa saja kebijakan terbaru dari pemerintah untuk menggenjot ekonomi, terutama di sektor konsumsi.

(evw/evw) Add logo_svg as a preferred
source on Google


Most Popular
Features