Global Alert! Kabar Genting dari AS-China hingga RI Warnai Akhir Pekan
Dari pasar saham AS, bursa Wall Street melanjutkan reli pada Kamis atau Jumat dini hari waktu Indonesia. Saham naik karena trader optimis gencatan senjata rapuh selama dua minggu antara AS dan Iran dapat dipertahankan.
Indeks S&P 500 naik 0,62% dan ditutup di 6.824,66, sementara Nasdaq Composite menguat 0,83% ke 22.822,42. Dow Jones Industrial Average menanjak 275,88 poin, atau 0,58%, dan berakhir di 48.185,80. Indeks berisi 30 saham tersebut kembali mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun ini, naik 0,25%.
Harga minyak mentah kembali naik pada Kamis. Kontrak berjangka West Texas Intermediate melonjak lebih dari 3% dan ditutup di $97,87 per barel setelah sempat menembus $100. Sementara itu, minyak mentah Brent internasional naik lebih dari 1% dan ditutup di $95,92.
S&P 500 bergerak ke zona hijau dan harga minyak turun dari level tertinggi harian setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa negaranya setuju membuka negosiasi langsung dengan Lebanon.
Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf sebelumnya menyebut serangan Israel yang berlanjut ke Lebanon sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Indeks S&P juga didukung oleh kenaikan saham Meta Platforms sebesar 2,6% setelah perusahaan tersebut meluncurkan model kecerdasan buatan terbaru. Sektor defensif juga menguat, dengan saham Walmart naik bersama perusahaan utilitas seperti American Electric Power.
Pergerakan ini terjadi setelah tiga indeks utama AS melonjak lebih dari 2% pada sesi Rabu, dengan Dow mencatat hari terbaiknya sejak April 2025 saat Presiden Donald Trump melunakkan sikapnya terhadap tarif awal yang tinggi.
Pada Selasa malam, Trump menyetujui penghentian serangan terhadap Iran. Konflik di Timur Tengah ini telah berlangsung selama lima minggu dan menyebabkan penutupan Selat Hormuz yang sangat penting.
Namun, gencatan senjata "dua arah" tersebut bergantung pada kesediaan Iran untuk membuka kembali selat tersebut. Teheran setuju untuk membuka jalur perairan itu selama dua minggu ke depan selama semua serangan dihentikan, menurut pernyataan Menteri Luar Negeri Iran. Laporan media juga menyebut Israel telah menyetujui gencatan senjata tersebut.
Meski demikian, lalu lintas di selat tersebut belum sepenuhnya pulih sejak pengumuman kesepakatan, karena hanya sebagian kapal kargo curah yang mengangkut barang kering, bukan minyak yang melintasi jalur strategis tersebut.
Pasukan militer AS akan tetap ditempatkan di dalam dan sekitar Iran hingga Teheran sepenuhnya mematuhi kesepakatan yang sebenarnya, kata Trump pada Rabu, seraya memperingatkan bahwa setiap pelanggaran akan memicu respons militer yang lebih besar dari sebelumnya.
"Fakta bahwa gencatan senjata ada dan kedua pihak menyetujuinya memberi investor keyakinan bahwa situasi ini pada akhirnya akan terselesaikan dalam jangka panjang," ujar Rick Wedell, kepala investasi di RFG Advisory, dikutip dari CNBC International.
Namun demikian, semakin lama selat tersebut tetap ditutup, semakin sulit untuk memulihkan semuanya, dan semakin lama kondisi ini akan berlangsung.
(emb/emb)