MARKET DATA

Trump Batalkan Serangan, Saatnya IHSG Bangkit dari Kubur!

mae,  CNBC Indonesia
08 April 2026 08:20
Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, (1/4/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Indonesia diharapkan berbalik arah dengan menguat hari ini, Rabu (8/4/2026) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran pada Selasa, (07/04/2026).

Keputusan Trump membatalkan ancaman serangan masif yang sebelumnya ia lontarkan, hanya kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu bagi Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz berakhir.

Mengutip Reuters, Trump menyatakan bahwa kemajuan besar dalam komunikasi antar kedua belah pihak menjadi alasan utama dirinya bersedia menunda aksi militer. Ia mengklaim telah menerima proposal perdamaian dari pihak Iran yang dianggap masuk akal untuk didiskusikan lebih lanjut.

"Iran telah mempresentasikan proposal 10 poin yang merupakan dasar yang bisa dikerjakan untuk negosiasi. Saya mengharapkan kesepakatan tersebut untuk diselesaikan dan disempurnakan selama jendela waktu dua minggu ini," kata Trump.


Bursa Bangkit?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah ambruk tiga hari beruntun dengan melemah 2,97% sejak Kamis pekan lalu hingga Senin kemarin.

IHSG bahkan sudah menyentuh level 6.900 dan ambruk 23,6% dari titik puncaknya pada 19 Januari 2026 (9133,87).

Kebijakan Trump diharapkan bisa menjadi katalis positif hari ini. Terlebih, sejumlah bursa saham juga sudah mulai hijau.

Wall Street mayoritas menguat pada perdagangan Selasa atau Rabu dini hari waktu Indonesia.

Indeks menguat di tengah pelemahan dolar dan obligasi pemerintah AS serta bersiapnya investor menghadapi hasil kebuntuan antara AS dan Iran.

Indeks S&P naik 0,08% dan ditutup di level 6.616,85, sementara Nasdaq Composite menguat 0,10% ke 22.017,85. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average turun 85,42 poin atau 0,18% ke 46.584,46.

Sementara itu, kontrak berjangka saham AS atau Dow Futures melonjak setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu, tepat menjelang tenggat waktu pukul 20.00 ET. Keputusan ini menghentikan sementara konflik lima minggu yang telah menutup jalur perairan penting bagi pasokan energi global dan mengguncang harga saham.

Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average naik 967 poin atau 2,1%. Kontrak berjangka S&P 500 naik 2,1%, sementara kontrak berjangka Nasdaq 100 melonjak 2,3%.

Sebaliknya, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate anjlok sekitar 18% menjadi di bawah US$93 per barel setelah pernyataan Trump tersebut.

Indeks dolar juga sudah jauh melemah ke 98 pada Rabu pagi ini, dari 99,86 pada perdagangan kemarin.

Pasar Asia juga sudah menguat pada Rabu pagi ini, dengan indeks Kospi Korea Selatan melonjak 5,3%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 3,4%. Saham-saham unggulan seperti Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing melonjak 7,25% dan 9,2%.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 memperlebar kenaikan menjadi 4,5%, sementara indeks Topix naik 3,2%.

Indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 2,7%.

Pasar Hong Kong juga diperkirakan akan melonjak saat kembali dibuka setelah libur. Kontrak berjangka Hang Seng Index berada di level 25.233, dibandingkan penutupan terakhir di 25.116,53.

"Dalam jangka waktu lebih lama, harga energi memang cenderung mendorong inflasi secara global. Namun jika sekarang mulai ada keyakinan atau indikasi bahwa harga energi bisa turun kembali, itu akan baik untuk inflasi, dan juga positif bagi prospek penurunan suku bunga bank sentral," ujar Josh Rubin, manajer portofolio di Thornburg Investments.

(mae/mae)



Most Popular