MARKET DATA
Newsletter

Modal IHSG-Rupiah Biar Kuat Lagi: BBM Tak Naik, WFH - Kebijakan Energi

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
01 April 2026 06:21
Ilustrasi Wall Street. (AP/Richard Drew)
Foto: (AP/Richard Drew)

Dari pasar saham AS, bursa Wall Street akhirnya kompak bangkit pada perdagangan Selasa atau Rabu dini hari waktu Indonesia.

Saham naik setelah laporan terbaru memberikan harapan kepada investor bahwa perang Iran bisa segera berakhir.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 1.125,37 poin, atau 2,49%, dan ditutup di 46.341,51. Kenaikan ini terjadi setelah laporan yang belum terkonfirmasi menyebutkan bahwa Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, terbuka untuk mengakhiri perang dengan jaminan tertentu.

Indeks S&P 500 terbang 2,91% ke level 6.528,52, sementara Nasdaq Composite melonjak 3,83% menjadi 21.590,63. Ketiga indeks ini mencatatkan kinerja harian terbaik sejak Mei.

Pezeshkian sebelumnya juga menyampaikan pernyataan serupa awal bulan ini melalui platform X, bahwa "satu-satunya cara mengakhiri perang yang dipicu oleh rezim Zionis dan [AS] adalah dengan mengakui hak sah Iran, pembayaran kompensasi, serta jaminan internasional yang kuat terhadap agresi di masa depan.

 

The Wall Street Journal melaporkan bahwa Presiden Donald Trump memberi tahu para ajudannya bahwa ia bersedia mengakhiri konflik militer di Timur Tengah meskipun Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup. Sementara itu, New York Post melaporkan bahwa Trump percaya perang Iran kemungkinan akan segera berakhir, dengan negara lain memimpin upaya pembukaan kembali Selat Hormuz.

Sektor teknologi, yang sebelumnya tertekan sejak konflik dimulai, mengalami kenaikan luas. Technology Select Sector SPDR Fund (XLK) ditutup naik lebih dari 4%. Saham Nvidia melonjak 5,6%, dan Microsoft naik 3,1%.

"Setiap langkah menuju berakhirnya perang akan disukai pasar saham, sehingga terjadi reli pelepasan tekanan (relief rally). Namun, kita belum sepenuhnya keluar dari risiko."ujar Eric Diton, Presiden The Wealth Alliance, kepada CNBC International.

Ia menambahkan intinya, jika masalah minyak belum terselesaikan, maka tekanan masih akan berlanjut.

Harga minyak mentah brent tetap tinggi setelah Bloomberg melaporkan bahwa Iran menyerang kapal tanker minyak Kuwait di perairan Dubai. Kantor media pemerintah Dubai menyatakan tidak ada korban luka dan keselamatan seluruh 24 awak kapal telah terjamin.

Kontrak berjangka minyak brent ditutup naik 4,94% ke US$118,35 per barel, level penutupan tertinggi sejak 16 Juni 2022. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) justru turun 1,46% ke US$101,38 per barel.

Indeks Nasdaq masih turun lebih dari 10% dari puncak intraday terbarunya. Dow dan S&P 500 masing-masing turun lebih dari 8% dan 6% dari level tertinggi terakhir.

Hari Selasa juga menandai hari terakhir bulan ini. Sepanjang Maret, S&P 500 turun 5,1%, kinerja bulanan terburuk sejak 2022. Dow turun 5,4%, mengakhiri tren kenaikan selama 10 bulan. Nasdaq melemah 4,8%.

Secara kuartalan, ketiga indeks utama juga mencatat penurunan. Nasdaq memimpin pelemahan dengan turun lebih dari 7%. S&P 500 turun 4,6%, dan Dow melemah 3,6%.

Namun, indeks saham kecil Russell 2000 justru bergerak berlawanan arah, naik sekitar 0,6% sepanjang kuartal tersebut.

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google


Most Popular
Features