Newsletter

Terima Kasih IHSG, Ramadan Tahun Ini Kesabaran Investor Naik Level

mae, CNBC Indonesia
Selasa, 17/03/2026 06:24 WIB
Foto: Umat muslim memadati ruang utama masjid Istiqlal di Jakarta, Rabu (3/4/2024) dini hari. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
  • Pasar keuangan Indonesia babak belur, bursa saham dan rupiah ambruk berjamaah
  • Wall Street
  • Kebijakan suku bunga, perkembangan perang, hingga libur panjang akan membayangi pasar keuangan Indonesia hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia berakhir di zona merah. Bursa saham dan nilai tukar hingga Surat Berharga Negara (SBN) ambruk berjamaah.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan tertekan pada hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin, Senin (16/3/2026) ditutup turun 114,92 poin atau -1,61% ke level 7.022,29.

Sebanyak 542 saham turun, 180 naik, dan 98 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 16 triliun, melibatkan 32,1 miliar saham dalam 1,67 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar terkikis menjadi Rp 12.413 triliun.

Investor asing mencatat net buy sebesar Rp 1,02 triliun.

Mengutip Refinitiv, utilitas menjadi sektor yang turun paling dalam, yakni 3,99%. Kemudian properti turun 3,89% dan bahan baku -3,79%.

Adapun saham yang menjadi pemberat utama adalah Dian Swastatika Sentosa (DSSA) membebani IHSG dengan bobot -19,02 indeks poin. Kemudian disusul oleh Bumi Resources Minerals (BRMS) -17,18 indeks poin dan Amman Mineral Internasional (AMMN) -13,35 indeks poin.

Selain itu, Barito Renewables Energy (BREN) dan Bank Central Asia (BBCA) juga masuk dalam daftar top laggards.


(mae/mae) Add as a preferred
source on Google
Pages