MARKET DATA
Newsletter

Belum Ada Kabar Baik: Minyak Membara Lagi, Inflasi AS Masih Bandel

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
12 March 2026 06:20
Dunia Menuju Arah yang Berbeda: Suku Bunga Jadi Senjata Baru
Foto: Infografis/ Dunia Menuju Arah yang Berbeda: Suku Bunga Jadi Senjata Baru/ Ilham Restu
  • Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam, rupiah dan IHSG melemah sementara SBN stagnan
  • Wall Street ditutup beragam di tengah kembalinya kekhawatiran mengenai harga minyak
  • Perang Iran, hasil rilis data Inflasi AS, dan lanjutan pemilih ketua OJK menjadi penggerak utama pasar pada hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan dalam negeri ditutup beragam pada perdagangan kemarin Rabu (11/3/2026). Bursa saham turun, rupiah melemah, dan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tidak mengalami pergerakan.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan masih menghadapi tekanan yang cukup berat pada hari ini walaupun potensi rebound masih mungkin terjadi akibat kinerja yang kurang baik pada beberapa hari ini di pasar keuangan Indonesia.

Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles 0,69% atau turun 51,51 poin ke level 7.389,40 pada akhir perdagangan sesi kemarin, Rabu (11/3/2026).

Sebanyak 312 saham menguat, 139 saham stagnan dan 366 saham mengalami penurunan. Volume perdagangan saham mencapai 32,20 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,85 juta kali, senilai Rp15,72 triliun.

Mayoritas sektor tercatat melemah, dengan hanya kesehatan dan konsumer non primer yang menguat. Sedangkan sektor barang baku, infrastruktur dan industri tercatat tertekan paling dalam.

Bank Central Asia (BBCA) tercatat menjadi pemberat utama kinerja IHSG dengan sumbangsih -14,21 indeks poin. Emiten lain yang ikut menjadi beban IHSG kemarin termasuk PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA).

Adapun pasar saham kemarin akan dipengaruhi sejumlah sentimen. Satu di antaranya DPR akan melaksanakan fit and proper test calon dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini dilakukan setelah ketua dewan komisioner, wakil ketua dewan komisioner, dan anggota dewan komisioner OJK mengundurkan diri pada akhir Januari 2026.

Komisi XI DPR akan langsung menggelar fit and proper test terhadap 10 nama calon yang diajukan Presiden pada kemarin Rabu (11/3/2026) yang sebelumnya terdapat 20 kandidat yang lolos dalam seleksi sebelumnya.

Lima nama terpilih akan langsung ditentukan pada hari yang sama, untuk kemudian ditetapkan pengesahannya dalam Rapat Paripurna DPR pada kemarin, Kamis (12/3/2026).

Nilai tukar rupiah berakhir di zona pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (11/3/2026).

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah menutup perdagangan di level Rp16.865/US$ atau melemah 0,06%. Pergerakan ini membalikkan arah rupiah dibandingkan perdagangan sebelumnya, saat mata uang Garuda sempat menguat cukup tajam 0,47% ke level Rp16.855/US$.

Sepanjang perdagangan kemarin, rupiah sejatinya sempat dibuka menguat. Pada awal sesi, rupiah tercatat terapresiasi 0,21% ke posisi Rp16.820/US$. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan hingga penutupan dan akhirnya berbalik ke zona merah.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB justru terpantau menguat 0,03% ke level 98,858.

Pelemahan rupiah pada perdagangan kemarin menunjukkan bahwa mata uang domestik masih belum cukup kuat mempertahankan momentum penguatannya, meskipun dolar AS secara global justru sedang bergerak stabil.

Di pasar global, dolar AS bergerak menguat tipis seiring pelaku pasar masih menunggu arah perkembangan perang AS-Israel melawan Iran. Sinyal yang masih campur aduk terkait peluang meredanya konflik membuat sentimen investor masih rapuh.

Pasar sebelumnya sempat berharap Presiden AS Donald Trump akan mendorong penyelesaian konflik dalam waktu dekat. Namun di sisi lain, Trump juga berulang kali melontarkan ancaman keras terhadap Iran, terutama jika Teheran mencoba mengganggu jalur pasokan energi melalui Selat Hormuz.

 

Dari dalam negeri, pasar juga mencermati perkembangan fiskal pemerintah setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa defisit APBN yang sudah melebar sejak awal tahun memang merupakan bagian dari desain anggaran.

Lanjut ke pasar obligasi domestik, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun saat ini terindikasi pada level 6,692%, imbal hasil SBN terpantau tidak mengalami pergerakan dari penutupan hari sebelumnya di level yang sama.

Stagnannya imbal hasil ini menandai sifat wait and see dari investor sehingga harga tidak bergerak pada penutupan perdagangan kemarin.

Bursa saham AS, Wall Street, berakhir beragam pada perdagangan Rabu atau Kamis dini hari nanti.

Indeks yang berisi 30 saham tersebut turun 289,24 poin atau 0,61% dan ditutup di 47.417,27. Sementara itu, S&P 500 melandai 0,08% menjadi 6.775,80, sedangkan Nasdaq Composite justru naik 0,08% dan menutup sesi di 22.716,13.

Melandainya bursa tak bisa dilepaskan dari kekhawatiran investor terhadap harga minyak.

Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih dari 4% dan ditutup di US$87,25 per barel. Sementara Brent crude naik sekitar 4,8% menjadi US$91,98 per barel.

Kenaikan ini terjadi bahkan setelah International Energy Agency (IEA) menyatakan akan melepas 400 juta barel minyak dari cadangannya, pelepasan terbesar sepanjang sejarah, untuk mengatasi gangguan pasokan akibat perang.

Menurut Ron Albahary, Chief Investment Officer di Laird Norton Wetherby, keputusan IEA tersebut tidak menyelesaikan masalah lain yang dapat memengaruhi ekonomi global. Ia mencontohkan produk olahan minyak yang melewati Selat Hormuz, seperti bahan bakar pesawat (jet fuel), sebagai salah satu risiko yang masih membayangi.

"Saya pikir pasar sedang bergulat dengan pertanyaan: bagaimana jalan keluar dari situasi ini," ujarnya kepada CNBC.
"Kedua pihak sudah bersikeras dengan posisinya masing-masing, dan sulit melihat bagaimana situasi ini bisa berakhir positif dalam jangka pendek."imbuhnya.



Konflik yang berkepanjangan berpotensi membuat harga minyak tetap tinggi. Pada Selasa, pasukan AS menenggelamkan beberapa kapal Iran, termasuk 16 kapal penebar ranjau, di dekat Selat Hormuz, ketika Teheran berupaya menambang jalur pelayaran vital tersebut yang menjadi pusat kekhawatiran terhadap pasokan minyak global.

United Kingdom Maritime Trade Operations juga melaporkan pada Rabu bahwa tiga kapal kargo di lepas pantai Iran, salah satunya berada di Selat Hormuz, terkena serangan proyektil.

Situasi ini terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan awal pekan ini bahwa perang akan berakhir "sangat segera."

"Pernyataan Trump bahwa perang mungkin segera berakhir, setelah lonjakan volatilitas harga minyak yang luar biasa, mungkin menandakan bahwa 'batas toleransi rasa sakit' telah tercapai," tulis Emmanuel Cau, Kepala Strategi Ekuitas Eropa di Barclays, dalam catatan pada Rabu.

"Semakin lama lonjakan harga minyak bertahan, semakin besar risiko penurunan terhadap laba perusahaan dan valuasi pasar." Imbuhnya.

Sementara itu, indeks harga konsumen (CPI) naik 2,4% secara tahunan pada Februari, sejalan dengan perkiraan para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones. Laporan ini muncul di tengah tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja AS dalam beberapa bulan terakhir.

Di sisi lain, saham Oracle menjadi titik terang pada perdagangan Rabu, melonjak 9% setelah laba dan pendapatan kuartal fiskal ketiga perusahaan melampaui ekspektasi analis. Perusahaan perangkat lunak tersebut juga menaikkan proyeksi pendapatan tahun fiskal 2027.

Membuka perdagangan pada hari ini, para pelaku pasar dihadapkan pada sejumlah indikator makroekonomi dan sentimen fundamental krusial, baik dari dalam maupun luar negeri.

Fokus pergerakan pasar diperkirakan akan tertuju pada kestabilan rilis inflasi Amerika Serikat, daya tahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) domestik dalam menghadapi eskalasi geopolitik, hingga transisi strategis di kursi kepemimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berbagai faktor multidimensi ini akan menjadi katalis utama penggerak pasar modal, pasar surat utang, nilai tukar mata uang, serta arah keputusan portofolio strategis pada hari ini.

Realisasi APBN KiTa Februari 2026 dan Ketahanan Fiskal Nasional

Kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 28 Februari 2026 menunjukkan performa yang stabil. Kementerian Keuangan mencatat pendapatan negara mencapai Rp358 triliun atau sekitar 11,4% dari target APBN, mencatatkan pertumbuhan sebesar 12,8% secara tahunan.

Peningkatan ini ditopang secara signifikan oleh penerimaan perpajakan yang mencapai Rp290 triliun, tumbuh 20,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara lebih rinci, penerimaan pajak murni tercatat sebesar Rp245,1 triliun, melonjak 30,4%.

Di sisi lain, belanja negara mengalami akselerasi dengan realisasi mencapai Rp493,8 triliun (12,8% dari pagu), tumbuh 41,9% secara tahunan. Percepatan belanja ini ditujukan sebagai shock absorber untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi domestik.

Dengan dinamika tersebut, defisit APBN tercatat pada level terkendali sebesar 0,53% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), senilai Rp135,7 triliun. Pemerintah juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026 dapat mencapai kisaran 5,5% hingga 6%.

Berikut adalah penjelasan terkait Realisasi APBN sampai dengan (28/2/2026):

Materi paparan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Maret 2026 di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kementerian Keuangan RI)Foto: Materi paparan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Maret 2026 di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kementerian Keuangan RI)

Inflasi Amerika Serikat Februari 2026 Bertahan Stabil di Angka 2,4%

Tingkat inflasi tahunan di Amerika Serikat tetap 2,4% (year on year/ YoY) pada Februari 2026, tidak berubah dari Januari. Angka ini sesuai dengan ekspektasi pasar dan merupakan level terendah sejak Mei 2025.

Inflasi AS naik 0,3% secara bulanan (month to month/mtm) pada Februari, meningkat dari kenaikan 0,2% pada bulan sebelumnya dan sejalan dengan perkiraan pasar.

Sementara itu, inflasi inti (core CPI) di Amerika Serikat-yang tidak memasukkan harga pangan dan energi-naik 0,2% secara bulanan. Angka ini sedikit melambat dibanding kenaikan 0,3% pada bulan sebelumnya dan juga sesuai dengan ekspektasi pasar.

Secara tahunan, inflasi inti AS tercatat 2,5% pada Februari 2026, yang merupakan level terendah sejak Maret 2021. Angka tersebut tidak berubah dari Januari dan juga sesuai dengan proyeksi para ekonom.

Terjadi pembalikan arah pada sektor energi yang naik 0,5%, didorong oleh penyusutan penurunan harga bensin dan kenaikan bahan bakar minyak serta gas alam.

Sementara itu, komponen penyumbang inflasi terbesar, yakni indeks hunian (shelter), terpantau stabil dengan kenaikan 3% secara tahunan. Inflasi pangan juga tetap berada di angka 3,1%. Secara bulanan, Indeks Harga Konsumen (IHK) AS naik tipis 0,3%.

Komisi XI DPR RI Setujui Lima Nama Pimpinan Baru OJK

Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah memberikan persetujuan terhadap lima nama calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keputusan ini diambil pasca fit & proper test yang berlangsung pada Rabu (11/3/2026).

Nama-nama yang disetujui meliputi Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua, Hernawan Bekti Sasongko sebagai Wakil Ketua, Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Inovasi Teknologi dan Kripto, serta Dicky Kartikoyono sebagai Kepala Eksekutif Edukasi dan Perlindungan Konsumen.

Kelima nama ini dijadwalkan untuk ditetapkan secara resmi dalam Rapat Paripurna DPR pada 12 Maret 2026. Sebelumnya, Presiden RI telah mengirimkan 10 nama kandidat hasil seleksi panitia seleksi ADK OJK untuk mengikuti proses uji kepatutan tersebut.

Friderica Widyasari Dewi, yang sebelumnya menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Ketua OJK menggantikan Mahendra Siregar, resmi disetujui sebagai Ketua OJK secara definitif.

Friderica memiliki rekam jejak yang panjang di sektor jasa keuangan dan pasar modal Indonesia. Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga mengantongi gelar Master dari California State University serta Doktor dari UGM ini, memulai kariernya di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga menduduki posisi Direktur Pengembangan.

Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 2016-2019, dan Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas pada 2020-2022.

Selama di OJK, Friderica berfokus pada pengawasan perilaku pasar (market conduct) dan perlindungan konsumen. Ia juga aktif dalam forum internasional seperti OECD International Network on Financial Education.

Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agus Sugiarto (dari kanan) bersama Hasan Fawzi, Friderica Widyasari Dewi, Hernawan Bekti Sasongko dan Ary Zulfikar bersiap mengikuti fit and proper test calon Anggota Dewan Komisioner OJK di Ruang rapat Komisi XI DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agus Sugiarto (dari kanan) bersama Hasan Fawzi, Friderica Widyasari Dewi, Hernawan Bekti Sasongko dan Ary Zulfikar bersiap mengikuti fit and proper test calon Anggota Dewan Komisioner OJK di Ruang rapat Komisi XI DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Aturan Baru OJK Batasi Masa Jabatan Tenaga Kerja Asing di Sektor Perbankan

Otoritas Jasa Keuangan telah menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 1 Tahun 2026 yang mengatur Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) dan Program Alih Pengetahuan oleh Bank Umum.

Regulasi ini mewajibkan bank, termasuk yang kepemilikan saham asingnya melebihi 25%, untuk memastikan mayoritas anggota Direksi, 50% atau lebih dari anggota Dewan Komisaris, serta mayoritas pejabat eksekutifnya adalah Warga Negara Indonesia.

Selain itu, masa jabatan bagi pejabat eksekutif, tenaga ahli, maupun konsultan asing dibatasi maksimal lima tahun.

Kebijakan ini diterapkan guna memastikan optimalisasi pemanfaatan tenaga kerja asing, sekaligus menjamin berjalannya proses transfer knowledge kepada tenaga kerja Indonesia di sektor perbankan.

Dinamika Geopolitik: Posisi Defensif Negara Teluk di Tengah Konflik Timur Tengah

Eskalasi konflik antara Iran dan proksi koalisi Amerika Serikat-Israel di Timur Tengah mendorong negara-negara Teluk untuk mengambil posisi defensif. Ibukota di kawasan Teluk menyatakan tidak memfasilitasi operasi militer yang menargetkan Iran dan berupaya mencegah wilayah kedaulatan mereka terseret ke dalam perang terbuka.

Analis keamanan menilai negara-negara ini sangat berhati-hati karena eskalasi konflik secara langsung mengancam infrastruktur vital, ekonomi, dan tatanan sosial mereka.

Insiden kerusakan instalasi desalinasi air di Bahrain akibat serangan drone menjadi salah satu contoh nyata kerentanan infrastruktur.

Pemerintah Qatar dan Uni Emirat Arab juga secara terbuka menyatakan komitmen untuk tidak terlibat dalam tindakan ofensif, menggarisbawahi upaya diplomatis untuk menjaga jarak dari ketegangan militer yang sedang berlangsung.

Harga Minyak Melonjak, Bisa Tembus US$ 200?

Iran mengatakan dunia harus bersiap menghadapi harga minyak US$200 per barel, setelah pasukannya menyerang kapal-kapal dagang pada Rabu. Pada saat yang sama, International Energy Agency (IEA) merekomendasikan pelepasan besar-besaran cadangan minyak strategis untuk meredam salah satu guncangan harga minyak terburuk sejak 1970-an.

Perang yang dipicu oleh serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel hampir dua minggu lalu sejauh ini telah menewaskan sekitar 2.000 orang, sebagian besar warga Iran dan Lebanon. Konflik tersebut juga telah meluas ke Lebanon serta membuat pasar energi global dan transportasi dunia kacau.

Meski Pentagon menyebut serangan udara tersebut sebagai yang paling intens sejak perang dimulai, Iran tetap meluncurkan serangan ke Israel dan berbagai target di Timur Tengah pada Rabu, menunjukkan bahwa negara itu masih mampu membalas.

Pada Rabu kemarin, tiga kapal dilaporkan terkena serangan di perairan Teluk, setelah Korps Garda Revolusi Iran menyatakan pasukannya menembaki kapal-kapal yang tidak mematuhi perintah mereka.

Harga minyak brent terbang 4,8% sementara WTI melonjak 4,6% pada perdagangan Rabu (11/3/2026).



Presiden AS Donald Trump, yang belum menetapkan batas waktu operasi militer, pada Rabu memberi sinyal bahwa ia belum siap menyatakan perang dengan Iran telah berakhir.

Dalam sebuah rapat umum di Kentucky, ia mengatakan "kami menang" dalam perang tersebut, namun Amerika Serikat tidak ingin harus kembali berperang setiap dua tahun.

"Kita tidak ingin pergi terlalu cepat, bukan? "Kita harus menyelesaikan pekerjaan ini." Ujarnya dikutip dari Reuters.

Trump mengatakan pasukan AS telah melumpuhkan 58 kapal angkatan laut, dan harga minyak pada akhirnya akan turun.

ABC News melaporkan bahwa FBI memperingatkan kemungkinan drone Iran menyerang Pantai Barat Amerika Serikat, meskipun Trump mengatakan ia tidak khawatir Iran akan melancarkan serangan di wilayah AS.

Departemen Luar Negeri AS juga memperingatkan bahwa Iran dan milisi yang bersekutu dengannya mungkin berencana menargetkan infrastruktur minyak dan energi milik AS di Irak, serta mengingatkan bahwa milisi tersebut sebelumnya pernah menargetkan hotel yang sering dikunjungi warga Amerika.

Pejabat AS dan Israel mengatakan tujuan mereka adalah mengakhiri kemampuan Iran memproyeksikan kekuatan di luar wilayahnya dan menghancurkan program nuklirnya.

Perang ini juga membuat pelabuhan dan kota di negara-negara Teluk, serta sejumlah target di Israel, dihantam serangan drone dan rudal Iran, sehingga meningkatkan tekanan dari Turki, Eropa, dan pihak lain agar pertempuran segera dihentikan.

Sejauh ini belum ada tanda bahwa kapal dapat berlayar dengan aman melalui Selat Hormuz, jalur di sepanjang pantai Iran yang kini diblokade dan menjadi jalur sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Seorang juru bicara militer Iran mengatakan selat tersebut "tanpa diragukan lagi berada di bawah kendali Iran."

Pada Rabu, kelompok negara G7-Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Italia, Inggris, Jerman, dan Prancis-sepakat untuk mempelajari opsi pengawalan kapal agar dapat berlayar bebas di Teluk, menurut sebuah pernyataan.

Trump mengatakan kapal "seharusnya" tetap melintas melalui Selat Hormuz, tetapi sejumlah sumber menyebut Iran telah menempatkan sekitar selusin ranjau di jalur tersebut, yang semakin mempersulit blokade.

Militer AS memperingatkan warga Iran agar menjauh dari pelabuhan yang memiliki fasilitas angkatan laut Iran. Iran kemudian memperingatkan bahwa jika pelabuhan tersebut terancam, pusat ekonomi dan perdagangan di kawasan akan menjadi "target yang sah."

Dengan harga bahan bakar di beberapa negara sudah melonjak dan Partai Republik pimpinan Trump tertinggal dalam jajak pendapat menjelang pemilu paruh waktu November, harga minyak kini menjadi faktor penting dalam perhitungan politik di balik perang tersebut.

International Energy Agency, yang terdiri dari negara-negara konsumen minyak utama, merekomendasikan pelepasan 400 juta barel dari cadangan strategis global untuk menstabilkan harga-intervensi terbesar dalam sejarah-yang segera didukung oleh Washington.

Syarat Kontroversial Iran untuk Akses Pelayaran di Selat Hormuz

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan akan menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz bagi kapal-kapal negara Eropa dan Arab dengan satu prasyarat diplomatis.

Melalui siaran televisi pemerintah, IRGC menuntut negara-negara tersebut untuk mengusir perwakilan diplomatik Amerika Serikat dan Israel dari ibu kota mereka.

Ancaman ini menambah dimensi baru pada ketegangan di kawasan, mengingat Selat Hormuz adalah titik lalu lintas bagi sekitar 20% pengiriman pasokan minyak global.

Langkah ini dipandang sebagai taktik Iran untuk menggunakan rute perdagangan energi strategis sebagai alat penekan terhadap sekutu-sekutu Barat di tengah konflik regional yang memanas.

Dampak Ekonomi Perang Timur Tengah Terhadap Negara-Negara Arab

Dampak meluas dari konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel semakin dirasakan oleh negara-negara Arab dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran, ditambah dengan laporan mengenai pemasangan ribuan ranjau laut di jalur pelayaran tersebut, berpotensi melumpuhkan mobilitas logistik dan kapal tanker minyak.

Selain kerusakan fisik pada pangkalan militer yang menampung tentara AS akibat rudal dan drone, perang ini memberikan pukulan finansial yang berat.

Negara-negara penghasil minyak harus melakukan pemangkasan produksi sekitar 6,7 juta barel per hari untuk menyesuaikan dinamika pasar akibat ketegangan kawasan; dengan rincian pemotongan dari Arab Saudi sekitar 2-2,5 juta barel per hari, Irak 2,9 juta barel per hari, Uni Emirat Arab 800 ribu barel per hari, dan Kuwait 500 ribu barel per hari. Kondisi ini memicu rasa frustrasi secara diplomatis di kawasan atas eskalasi konflik tersebut.

Lonjakan Signifikan Penjualan Mobil Nasional pada Februari 2026

Kinerja industri otomotif domestik mencatatkan pertumbuhan positif pada bulan Februari 2026. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan distribusi kendaraan dari pabrik ke dealer mencapai 81.159 unit, melesat 22,1% dibandingkan Januari yang berada di kisaran 66 ribu unit.

Angka ini juga merefleksikan kenaikan 12,2% secara tahunan dibandingkan Februari 2025. Dari sisi penjualan ritel (diler ke konsumen), tercatat sebanyak 78.219 unit pada Februari, naik 16,7% secara bulanan dan 11,9% secara tahunan.

Secara kumulatif, penjualan ritel selama dua bulan pertama 2026 mencapai 145.228 unit (tumbuh 8,4%). Merek Toyota masih mendominasi pasar dengan penjualan 22.522 unit, disusul Daihatsu, Suzuki, Mitsubishi, dan Honda.

Sementara itu, merek mobil listrik asal China, BYD, menempati urutan keenam. Total target industri otomotif nasional untuk tahun ini dipatok pada angka 850 ribu unit.

Berikut sejumlah agenda dan rilis data yang terjadwal untuk hari ini:

  • Rilis data pembangunan rumah AS Januari 2026
  • Komisi V DPR menggelar rapat dengar pendapat dengan antara lain dengan Menteri Perhubungan dan Menteri Pekerjaan Umum membahas kesiapan mudik Lebaran di ruang rapat Komisi V DPR, Senayan, Jakarta Pusat

  • Komisi VI DPR menggelar rapat dengar pendapat dengan Menteri Koperasi dan Direktur Utama Agrinas Pangan di ruang rapat Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta Pusat

  • Pengecekan kesiapan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, bersama InJourney.

  • Pertemuan Menteri Pertanian dan Kepala BRIN di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan

  • Buka puasa bersama GAPKI di Shangri-La Hotel, Jakarta Pusat

  • Forum Diskusi Publik Pataka 84 bertajuk "Outlook Perberasan 2026: Menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga Beras melalui Perlindungan Pelaku Usaha Perberasan"

  • Buka puasa bersama Agrinas Jaladri Nusantara di kantor perseroan, Jakarta Selatan. Turut hadir Direktur Utama Agrinas Jaladri Nusantara

  • Rapat Paripurna DPR dengan agenda penetapan calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat

  • Peluncuran logo baru PT Bumi Resources Tbk. di XXI Lounge, Plaza Senayan, Jakarta Pusat

  • Permata Bank Public Expose 2026 yang akan diselenggarakan di Permata Bank Head Office, Jakarta Selatan.

  • Diskusi Terbatas "Update Perkembangan Industri Asuransi Indonesia Jelang Pemberlakuan Penjaminan Polis oleh LPS" di Morisey Hotel, Jakarta Pusat

  • Pertamina dan Kementerian ESDM menggelar Safari Ramadan ke Kilang Pertamina Balongan, Jawa Barat. Titik kumpul di Grha Pertamina, Jakarta Pusat

  • Media briefing IBM dengan narasumber General Manager IBM ASEAN yang akan memaparkan pandangannya mengenai peran kedaulatan digital dalam memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di era AI bertempat di kantor pusat IBM, The Plaza Office Tower, Jakarta Pusat.

Berikut sejumlah agenda emiten di dalam negeri pada hari ini:

  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT Bank Central Asia Tbk.
  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT Bank KB Indonesia Tbk
  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk.
  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT Bank MNC Internasional Tbk.
  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT Hotel Fitra International Tbk
  • Pemberitahuan RUPS Rencana Fajar Surya Wisesa Tbk

Berikut sejumlah indikator perekonomian nasional:

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]


(gls/gls) Add as a preferred
source on Google
Next Article Momentum Setahun Prabowo Diuji: Gaza Panas, Bunga BI Jadi Tanda Tanya


Most Popular
Features