MARKET DATA
Newsletter

China Gelar Rapat Akbar Saat Perang Memanas, Stimulus Selamatkan RI?

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia
04 March 2026 06:25
Konferensi Pers Terkait Kebijakan THR, BHR, dan Stimulus Ekonomi Idul Fitri. (CNBC Indonesia/Zahwa)
Foto: Konferensi Pers Terkait Kebijakan THR, BHR, dan Stimulus Ekonomi Idul Fitri. (CNBC Indonesia/Zahwa)

 Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan menghadapi tekanan, terutama dari luar negeri. Perang Iran dan penutupan Selat Hormuz meningkatkan ketidakpastian global.
Dari dalam negeri, stimulus lebaran diharapkan bisa menjadi katalis positif hari ini,

Stimulus Lebaran

Menjelang Idulfitri 1447 H, pemerintah menggulirkan serangkaian kebijakan untuk menjaga daya beli dan mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026.

Instrumen utamanya adalah pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur negara dan pekerja swasta, disertai Bonus Hari Raya (BHR) untuk mitra pengemudi ojek online serta sejumlah stimulus tambahan seperti diskon transportasi dan bantuan pangan.

Untuk aparatur negara, THR mulai dicairkan bertahap sejak 26 Februari 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komponen THR dibayarkan penuh 100%, mencakup gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, serta tunjangan jabatan atau kinerja sesuai regulasi.

Pemerintah menyiapkan anggaran Rp55 triliun, naik sekitar 10% dari tahun lalu, yang dialokasikan kepada 2,4 juta ASN pusat dan TNI/Polri (Rp22,2 triliun), 4,3 juta ASN daerah (Rp20,2 triliun), serta 3,8 juta pensiunan (Rp12,7 triliun). Ia juga menekankan bahwa THR berbeda dari gaji ke-13 yang akan dibayarkan terpisah pada Juni 2026.

 

Di sektor swasta, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menerbitkan Surat Edaran Nomor M/3/HK.04.00/3/2026 yang mewajibkan perusahaan membayar THR penuh dan tidak boleh dicicil. Pekerja dengan masa kerja minimal satu tahun berhak atas satu bulan upah, sedangkan yang bekerja kurang dari setahun menerima secara proporsional dengan rumus (masa kerja ÷ 12) × satu bulan upah. THR wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran.

Dengan perkiraan Idulfitri jatuh pada 20 Maret 2026, batas akhir pembayaran diperkirakan sekitar 10-11 Maret 2026. Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, potensi penerima mencapai 26,5 juta pekerja dengan estimasi total dana THR swasta sekitar Rp124 triliun.

Selain itu, pemerintah juga memfasilitasi pemberian BHR bagi lebih dari 850 ribu mitra ojek online dengan nilai sekitar Rp220 miliar. Dua aplikator besar, GoTo dan Grab, menyiapkan dana agregat sekitar Rp100-110 miliar untuk sekitar 800 ribu mitra.

Sementara Maxim dan inDrive turut menyalurkan BHR kepada puluhan ribu hingga ratusan mitra. Penyaluran didorong mulai H-14 dan paling lambat H-7 sebelum Lebaran, disertai penguatan perlindungan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan.

 

Sebagai pelengkap, pemerintah juga menggulirkan diskon transportasi senilai Rp911,16 miliar, bantuan pangan berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng untuk 35,04 juta keluarga penerima manfaat dengan anggaran Rp14,09 triliun, serta kebijakan Work From Anywhere pada beberapa hari di Maret 2026 guna mendukung kelancaran mobilitas dan menjaga konsumsi domestik selama periode mudik dan libur Lebaran.

PMI China dan Rapat Besar Pemerintah China

Hari ini (4/3/2026) China akan mengumumkan data PMI Manufaktur Februari 2026. Sebagai catatan,PMI manufaktur Januari berada di 50,3, naik dari 50,1, ditopang pesanan ekspor.

Namun biaya input meningkat ke level tertinggi sejak September, mencerminkan tekanan biaya produksi. PMI Manufaktur China pada Februari sangat penting untuk mengetahui seberapa besar kekuatan ekonomi China selama libur besar Imlek.

Pemerintah China memasuki pekan krusial pada 2-6 Maret 2026 dengan menggelar rangkaian agenda politik tahunan paling penting negara tersebut, yaitu Two Sessions (Lianghui). Forum ini menjadi panggung utama bagi Beijing untuk menetapkan arah kebijakan ekonomi, target pembangunan, hingga strategi nasional jangka menengah.

Two Sessions merupakan gabungan sidang dua lembaga utama China, yakni parlemen nasional dan badan penasihat politik. Hasil pertemuan ini biasanya menjadi sinyal kuat arah kebijakan ekonomi China dan sering berdampak ke pasar global, komoditas, hingga negara mitra dagang termasuk Indonesia.

Two Sessions menjadi agenda politik terbesar China setiap tahun dengan agenda:

Sidang badan penasihat nasional dimulai 4 Maret

Sidang parlemen nasional dibuka sekitar 5 Maret

Pertemuan berlangsung hingga sekitar 10-11 Maret

Periode 2-6 Maret menjadi fase pembukaan dan awal pembahasan agenda strategis negara.

Agenda paling krusial adalah penetapan arah ekonomi China untuk tahun berjalan dan beberapa tahun ke depan.

Biasanya mencakup target pertumbuhan ekonomi, kebijakan fiskal dan stimulus, anggaran pemerintah dan prioritas belanja, serta strategi industri dan teknologi.

Tahun 2026 menjadi momentum penting karena pemerintah China membahas rancangan Rencana Lima Tahun ke-15.

Dokumen strategis ini akan menetapkan target pembangunan ekonomi dan sosial jangka menengah, merumuskan arah modernisasi nasional, dan menjadi peta jalan pembangunan hingga 2030 dan visi menuju 2035

Ini adalah kerangka kebijakan paling menentukan bagi arah ekonomi China ke depan.

 OJK Beri Penjelasan Ekonomi Terbaru

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan nasional tumbuh 9,96% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada Januari 2026 menjadi Rp8.557 triliun. Angka ini dipaparkan dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Februari 2026 di Jakarta, Selasa (3/3/2026). Meski tumbuh solid secara tahunan, posisi kredit sedikit turun dibandingkan Desember 2025 yang tercatat Rp8.586 triliun.

Secara bulanan (month-to-month/mtm), kredit terkontraksi 0,33% dan secara year-to-date (ytd) juga minus 0,33%. Dari sisi komposisi, kredit investasi menjadi motor utama dengan pertumbuhan 22,38% YoY. Sementara itu, kredit konsumsi naik 6,58% YoY dan kredit modal kerja tumbuh lebih moderat sebesar 4,13% YoY.

 

Di tengah kinerja tersebut, OJK juga mencermati risiko global menyusul memanasnya konflik geopolitik akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Pejabat Sementara Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyebut terdapat tiga jalur transmisi yang perlu diantisipasi sektor jasa keuangan domestik.

Pertama, potensi lonjakan harga minyak apabila ketegangan berdampak pada penutupan Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 30% pasokan minyak dunia. Kenaikan harga energi, termasuk LNG, berisiko mendorong inflasi global dan memengaruhi arah kebijakan bank sentral, termasuk di dalam negeri.

Kedua, perlambatan pertumbuhan ekonomi serta potensi persaingan memperebutkan likuiditas global. Dalam situasi ketidakpastian, negara berkembang dituntut menjaga daya tarik dan stabilitas domestik agar tetap kompetitif dalam menarik arus modal.

Ketiga, meningkatnya fenomena flight to quality yang mendorong investor beralih ke aset aman. OJK menekankan pentingnya menjaga integritas pasar, tata kelola yang kredibel, serta ketahanan sistem keuangan agar tetap menarik bagi investor asing.

OJK bersama self-regulatory organizations (SRO) menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi fluktuasi pasar, termasuk meminta lembaga jasa keuangan memperkuat manajemen risiko dan melakukan stress testing dalam berbagai skenario, serta mempererat koordinasi di dalam forum KSSK.

Selat Hormuz  Ditutup, Minyak Melonjak

Pasar minyak dunia berada dalam tekanan akibat eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran. Situasi ini kembali memicu kekhawatiran gangguan aliran minyak melalui Selat Hormuz, jalur transit energi strategis di Teluk Persia.

Jenderal Iran sudah mengatakan menutup perairan Selat Hormuz yang membawa 20% minyak global dan 25% gas dunia itu. Bahkan militer mengancam akan menembak kapal manapun yang nekad berlayar.

Harga minyak brent melonjak 5,4% dan WTI melesat 4,7% pada perdagangan Selasa. Kenaikan ini memperpanjang lonjakan harga minyak yang sudah terbang 15% selama tiga hari perdagangan terakhir.

Eskalasi konflik menjadi pemicu utama lonjakan harga mintak. Iran dilaporkan membalas serangan dengan menargetkan infrastruktur energi di kawasan Teluk dan kapal tanker di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan LNG dunia. Sejumlah perusahaan asuransi membatalkan perlindungan kapal yang melintas, membuat kapal tanker dan kontainer menghindari jalur tersebut dan tarif pengiriman melonjak.

Gangguan pasokan meluas ke berbagai negara. Qatar menghentikan produksi LNG, Israel menutup sebagian ladang gas, Arab Saudi menghentikan operasional kilang terbesarnya, sementara pengapalan minyak Kirkuk Irak melalui pelabuhan Ceyhan Turki dilaporkan terhenti.

Otoritas Uni Emirat Arab juga menangani kebakaran serius di pelabuhan Fujairah. Sementara itu, raksasa migas Saudi, Saudi Aramco, berupaya mengalihkan sebagian ekspor melalui Laut Merah untuk menghindari risiko di Hormuz.

Dampaknya merembet ke produk turunan. Harga solar berjangka AS melonjak hampir 14% ke level tertinggi sejak September 2023, sedangkan bensin naik hampir 5% ke posisi tertinggi sejak Juli 2024. Margin kilang (crack spread) ikut melejit, mencerminkan lonjakan keuntungan pengolahan. Di pasar gas, harga acuan Eropa dan Asia juga menguat tajam.

Terkait lonjakan minyak, dari dalam negeri- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif. Terutama menyusul ditutupnya Selat Hormuz akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Bahlil membeberkan bahwa setiap harinya Selat Hormuz dilewati sekitar 20,1 juta barel minyak per hari. Adapun, sebagian minyak mentah yang diimpor Indonesia dari Timur Tengah juga melewati jalur tersebut.

"Atas arahan bapak presiden melihat perkembangan yang ada. Sekarang selat hormuz ditutup akibat perang Israel, Amerika, Iran ini dampaknya pada energi global," ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di Kementerian ESDM, Selasa (3/3/2026).

Ia pun memerinci, dari total impor minyak mentah RI, sekitar 20-25% berasal dari kawasan Timur Tengah yang distribusinya melalui selat itu. Sedangkan sisanya dipasok dari sejumlah negara lain seperti Afrika, Amerika Serikat, dan Brasil.

Oleh sebab itu, guna mengantisipasi kekurangan pasokan, pemerintah berencana mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat. Sehingga tidak terperangkap dinamika global yang saat ini masih berlangsung.

"Ini tidak bisa diramal kapan selesai. Ini gak bisa diramal. Bisa cepat bisa lambat. Kami ambil alternatif terjelek skenarionya sekarang ini crude dari Timur Tengah sebagian dialihkan ambil dari Amerika supaya ada kepastian ketersediaan," kata Bahlil.

 Indeks Dolar Melonjak

Indeks dolar melonjak ke 99,07 pada perdagangan Selasa (3/3/2026). Level ini adalah yang tertinggi sejak 24 Januari 2025.

Lonjakan indeks dolar ini mengancam rupiah. Indeks yang menanjak menandai investor tengah memburu dolar dan menjual instrument non-dolar lainnya, seperti rupiah.

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google


Most Popular
Features