MARKET DATA
Newsletter

Setelah Trump Bersabda, Mampukah IHSG & Rupiah Melanjutkan Pesta?

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
26 February 2026 06:15
Bendera Amerika ditampilkan di layar di lantai Bursa Saham New York (NYSE) di Kota New York, AS, 22 September 2025.
Foto: Bendera Amerika ditampilkan di layar di lantai Bursa Saham New York (NYSE) di Kota New York, AS, 22 September 2025. (REUTERS/Jeenah Moon)

Dari pasar saham Amerika Serikat, bursa Wall Street menguat pada Rabu atau Kamis dini hari waktu Indonesia. Kenaikan didukung oleh penguatan Nvidia dan Oracle, seiring pasar melanjutkan penguatan dari sesi perdagangan sebelumnya.

Indeks S&P 500 naik 0,81% dan ditutup di 6.946,13, sementara Nasdaq Composite menguat 1,26% menjadi 23.152,08. Dow Jones Industrial Average menanjak 307,65 poin atau 0,63% dan berakhir di 49.482,15.

Saham Nvidia naik 1,4% menjelang laporan kinerjanya yang dijadwalkan dirilis setelah penutupan pasar, bersamaan dengan laporan dari raksasa perangkat lunak Salesforce dan Snowflake.

Laporan Nvidia hadir di tengah kondisi investor yang mulai menyesuaikan kembali valuasi tinggi saham teknologi dan semakin skeptis terhadap besarnya belanja modal (capital expenditure/capex) AI oleh perusahaan hyperscaler.

"Apakah kepercayaan pasar seperti ini bisa bertahan dalam beberapa hari ke depan sebagian akan bergantung pada laba NVIDIA," tulis Ulrike Hoffmann-Burchardi, Chief Investment Officer untuk Amerika dan Global Head of Equities di UBS, dalam sebuah catatan, kepada CNBC International.

"Dengan hyperscaler yang dalam beberapa pekan terakhir mengumumkan peningkatan capex lagi, pasar memperkirakan produsen chip tersebut akan memproyeksikan pendapatan di atas estimasi konsensus disertai pertumbuhan penjualan yang kuat." Imbuhnya.

Michael Rosen, Chief Investment Officer di Angeles Investment Advisors, memperingatkan agar investor tidak bertaruh melawan CEO Jensen Huang, dengan mengatakan bahwa ia "memainkan kartunya dengan sangat baik.

Saham perusahaan AI lainnya, Oracle, melonjak 1%, memimpin kelanjutan rebound saham perangkat lunak, setelah saham tersebut dinaikkan peringkatnya oleh Oppenheimer yang menilai profil risiko-imbal hasilnya menarik setelah koreksi baru-baru ini.

Sektor perangkat lunak memperpanjang penguatannya dari sesi sebelumnya, ketika iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV) naik hampir 2%. ETF tersebut melonjak 3% pada hari Rabu, dengan saham seperti Palantir Technologies dan Microsoft ikut menguat.

Rosen menilai kekhawatiran investor terhadap sektor perangkat lunak dan AI "agak berlebihan."

"Pasar, menurut saya, sedang bergerak dari pendekatan 'masukkan semuanya ke satu kategori dan dorong naik' menjadi lebih selektif terhadap perusahaan mana yang mungkin memiliki posisi lebih baik dibanding yang lain," ujarnya.

Rosen juga mengatakan bahwa pasar yang sebelumnya jual dulu, tanya belakangan kini memasuki fase tanya belakangan, di mana segala sesuatunya mungkin tidak lagi terasa begitu menakutkan.

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google


Most Popular
Features