Dunia Menunggu Pidato Trump, IHSG-Rupiah Dibayangi Ketidakpastian
Pergerakan pasar keuangan Tanah Air pada perdagangan hari ini masih berpeluang dipengaruhi sentimen eksternal, terutama dari Amerika Serikat dan China.
Investor akan mencermati agenda pidato kenegaraan pertama Presiden AS Donald Trump pada periode keduanya, perkembangan kebijakan tarif impor AS, hingga keputusan bank sentral China yang kembali menahan suku bunga acuan di tengah ekonomi yang melambat dan dinamika penguatan yuan.
Di sisi lain, tensi geopolitik juga ikut menambah kewaspadaan pasar setelah AS dan Iran dijadwalkan melanjutkan perundingan pekan ini di tengah meningkatnya tekanan militer di Timur Tengah.
Pidato Kenegaraan Tahunan Pertama Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan tahunan (State of the Union) pertama pada masa jabatan keduanya.
Pidato ini merupakan tradisi penting di Amerika Serikat karena menjadi panggung bagi presiden untuk memaparkan arah kepemimpinan dan program kerja di hadapan dua kamar Kongres.
Pidato dijadwalkan berlangsung pada Rabu pagi pukul 09.00 WIB. Trump akan berbicara di ruang sidang DPR AS di hadapan seluruh anggota Senat yang berjumlah 100 orang dan DPR yang memiliki 435 kursi.
Sesuai tradisi, ia kemungkinan akan didampingi Wakil Presiden JD Vance serta Ketua DPR AS dari Partai Republik, Mike Johnson, di belakang podium.
Pidato ini juga digelar tak lama setelah Trump mendapat salah satu pukulan terbesar terhadap agenda kebijakannya.
Banyak hal berubah sejak Presiden Donald Trump berpidato di Kongres setahun lalu, tetapi pidato State of the Union kali ini diperkirakan tetap panjang dan sarat agenda. Setelah setahun penuh gejolak politik dan turunnya popularitas, Trump akan menggunakan pidato ini sebagai upaya "reset", dengan rencana pengumuman kebijakan baru termasuk pemotongan pajak.
Empat hal utama yang disorot:
Pesan menuju pemilu paruh waktu: Fokus pada ekonomi dan biaya hidup, dengan klaim kemajuan dan janji menurunkan biaya.
Tarif dan putusan Mahkamah Agung: Keputusan pengadilan yang membatasi kebijakan tarif Trump menjadi pukulan bagi agendanya dan memicu pertanyaan soal janji-janji yang bergantung pada tarif.
Iran dan potensi konflik: Ketegangan militer meningkat; Trump diperkirakan menjelaskan sebagian sikapnya, meski fokus utama pidato tetap domestik.
Respons Demokrat: Partai Demokrat ingin tampil lebih solid, dengan tanggapan resmi dari Gubernur Virginia Abigail Spanberger.
Pidato ini menjadi momen penting bagi Trump untuk memulihkan momentum politik, sekaligus menghadapi kritik soal ekonomi, kebijakan luar negeri, dan janji yang belum terealisasi.
Mahkamah Agung AS menolak dasar argumentasi pemerintah yang menyatakan defisit perdagangan AS merupakan kondisi darurat yang mengancam keamanan nasional. Kebijakan tarif resiprokal Trump sebelumnya memicu gejolak, termasuk di internal Partai Republik, dan menjadi salah satu isu langka yang mendorong dukungan lintas partai untuk membatasi penafsiran luas Trump atas kewenangan eksekutif.
Meski demikian, Trump menegaskan tidak akan mundur dari kebijakan tarif. Ia menyatakan akan tetap mengenakan tarif impor dengan memanfaatkan landasan hukum yang sudah ada, bukan melalui klaim keadaan darurat.
Di sisi lain, data terbaru menunjukkan tantangan defisit perdagangan belum mereda. Biro Analisis Ekonomi AS melaporkan defisit perdagangan AS pada 2025 masih terus melebar meski kebijakan baru sudah berjalan, dengan kenaikan 2,1% dibandingkan 2024.
Sebagai pengingat, momen terakhir Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan State of the Union pada periode pertamanya terjadi pada 4 Februari 2020 di ruang sidang DPR AS, Capitol, Washington DC.
Pidato itu kemudian diwarnai insiden yang ramai dibicarakan publik, ketika Ketua DPR saat itu Nancy Pelosi yang berada tepat di belakang Trump merobek salinan naskah pidato sesaat setelah Trump menutup pidatonya.
Foto: Ketua DPR Nancy Pelosi merobek salinan pidato Presiden Donald Trum (AP Photo/Alex Brandon)House Speaker Nancy Pelosi of Calif., tears her copy of President Donald Trump's State of the Union address after he delivered it to a joint session of Congress on Capitol Hill in Washington, Tuesday, Feb. 4, 2020. (AP Photo/Alex Brandon) |
Aksi tersebut langsung menjadi sorotan karena terjadi di panggung resmi negara, dan memperlihatkan betapa tajamnya polarisasi politik di Washington kala itu. Sebelum insiden perobekan kertas, suasana juga sempat canggung di awal acara ketika Trump terlihat tidak menanggapi uluran tangan Pelosi.
Bank Sentral China Kembali Pertahankan Suku Bunga
Pada Selasa pagi kemarin, bank sentral China (PBoC) kembali mempertahankan suku bunga acuan pinjaman, di tengah upaya pemerintah China dalam menyeimbangkan kebutuhan mendukung ekonomi yang melambat sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar yuan.
PBoC menahan Loan Prime Rate tenor 1 tahun di level 3% dan tenor 5 tahun di 3,5%. Keputusan ini membuat suku bunga acuan tidak berubah selama 10 bulan berturut turut, meski pertumbuhan ekonomi China masih belum pulih.
Suku bunga 1 tahun menjadi acuan bagi sebagian besar pinjaman baru maupun pinjaman yang masih berjalan, sedangkan suku bunga 5 tahun banyak memengaruhi kredit properti dan hipotek.
Perlambatan ekonomi mulai terlihat pada kuartal terakhir tahun lalu. Ketika ekonomi China tumbuh 4,5% secara tahunan, menjadi laju paling lambat sejak negara itu melonggarkan pembatasan ketat Covid pada akhir 2022.
Sejumlah tekanan masih membebani pemulihan. China masih berjuang keluar dari deflasi yang berlarut larut, di saat konsumen menahan belanja karena pasar properti belum pulih, kondisi pasar kerja yang kurang menggembirakan, serta prospek pendapatan yang tidak pasti.
Di sisi nilai tukar, yuan China menguat dalam beberapa bulan terakhir. Dalam beberapa pekan terakhir, PBOC memberi sinyal yang lebih toleran terhadap penguatan yuan yang berjalan bertahap. Pelemahan dolar AS disebut ikut membuka ruang bagi yuan untuk melanjutkan penguatan.
PBOC berusaha menjaga pergerakan yuan dengan menjaga nilainya tetap berada dalam rentang 2% di atas dan di bawah titik tengah yang ditetapkan dalam tiap hari perdagangan. Otoritas juga menurunkan level penetapan harian tersebut, bahkan sempat turun ke bawah ambang 7 per dolar AS untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun pada akhir Januari.
Namun, yuan yang semakin kuat berpotensi menjadi tantangan bagi sektor ekspor, terutama ketika mesin ekspor China sudah berada di bawah tekanan tarif Amerika Serikat. Penguatan mata uang bisa mengikis daya saing harga eksportir, apalagi di tengah persaingan ketat dengan negara manufaktur lain.
AS Resmi Tarik Tarif 10%
AS mulai memungut tarif tambahan 10% sejak kemarin Selasa untuk seluruh barang impor yang tidak masuk daftar pengecualian, sesuai pemberitahuan U.S Customs and Border Protection.
Besaran ini mengikuti angka awal yang sempat disampaikan Presiden Donald Trump, bukan 15% seperti yang kemudian disebut sehari setelahnya. Perbedaan itu menambah ketidakpastian karena belum ada penjelasan resmi mengapa tarif yang dipakai lebih rendah, sementara sejumlah pihak di Washington memberi sinyal angka 15% bisa menyusul.
Kebijakan tarif baru ini muncul setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif sebelumnya yang memakai dasar keadaan darurat. Pemungutan tarif baru dimulai sejak tengah malam, bersamaan dengan penghentian pemungutan tarif lama yang sebelumnya berada pada rentang 10% hingga 50%.
Tarif ini menggunakan Section 122 yang memungkinkan presiden menerapkan bea masuk tambahan hingga 150 hari untuk banyak negara dengan alasan menanggulangi defisit eksternal AS.
Bagi pasar keuangan Tanah Air, isu tarif ini berpotensi menjadi sentimen risk off karena meningkatkan ketidakpastian perdagangan global.
Dampak yang biasanya paling cepat terlihat adalah tekanan pada rupiah, IHSG yang cenderung lebih volatil terutama pada saham berbasis ekspor dan komoditas, serta pergerakan imbal hasil SBN yang bisa naik jika investor meminta premi risiko lebih besar.
Namun, besaran tarif yang saat ini 10% juga bisa memberi ruang pelaku pasar untuk menilai dampaknya tidak sekeras skenario 15%, sehingga reaksi pasar sangat bergantung pada apakah AS benar benar menaikkan tarif dalam waktu dekat dan seberapa luas daftar pengecualiannya.
Lanjutan Perundingan AS dan Iran
Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan kembali menjalani putaran baru perundingan pada pekan ini, di tengah meningkatnya tekanan militer dari Washington. Di saat yang sama, Teheran memperingatkan akan membalas keras jika ada tindakan yang dianggap sebagai agresi.
Gedung Putih menyampaikan putaran ketiga pembicaraan terkait program nuklir Iran dan sejumlah isu lain akan digelar pada Kamis di Jenewa. Perundingan ini kembali berjalan pada awal bulan setelah sempat terhenti sekitar delapan bulan.
Trump disebut memerintahkan penambahan besar kekuatan militer di Timur Tengah untuk menekan Iran. Kantor berita Reuters melaporkan sebuah kapal induk kedua yang menuju kawasan tersebut tiba di Pulau Kreta, Yunani, pada Senin, di wilayah Mediterania.
Di sisi lain, seorang pejabat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan bahwa Washington memerintahkan pemulangan personel pemerintah non darurat serta anggota keluarga yang memenuhi syarat dari Kedutaan Besar AS di Beirut, Lebanon. Negara itu diketahui menjadi basis kelompok militan yang bersekutu dengan Iran.
Trump juga sempat memberi sinyal kemungkinan opsi serangan militer terbatas terhadap Iran. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan tidak ada konsep serangan yang bisa dianggap terbatas. Ia menyatakan tindakan semacam itu akan dipandang sebagai agresi dan Iran akan merespons sebagai bagian dari hak bela diri.
Sementara itu, sejumlah pejabat AS menilai dorongan diplomasi saat ini bisa menjadi kesempatan terakhir yang diberikan Trump kepada Iran sebelum opsi operasi militer besar yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel benar benar dijalankan.
Tenaga Kerja AS
Pengusaha swasta di AS menambah rata-rata 12.750 lapangan kerja per minggu dalam empat minggu yang berakhir pada 7 Februari 2026, naik dari angka revisi 11.500 pada periode sebelumnya, menurut ADP Research Institute.
Ini menandai empat minggu berturut-turut percepatan pertumbuhan lapangan kerja dan merupakan laju perekrutan tercepat sejak akhir November, yang menunjukkan adanya dorongan baru dalam momentum ketenagakerjaan.
(evw/evw) Addsource on Google
Foto: Ketua DPR Nancy Pelosi merobek salinan pidato Presiden Donald Trum (AP Photo/Alex Brandon)