Iran-AS Panas, Harga Minyak Membara! RI Menanti Data Genting Hari Ini
Pasar saham Amerika Serikat (AS), Wall Street kompak berakhir di zona merah pada perdagangan Kamis atau Jumat dini hari waktu Indonesia.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 267,50 poin atau 0,54% ke posisi 49.395,16. Indeks berbasis luas S&P 500 melemah 0,28% ke level 6.861,89. Sementara itu, Nasdaq Composite turun 0,31% dan ditutup di 22.682,73.
Investor menarik dana dari saham perusahaan kredit privat setelah manajer aset pasar privat dan alternatif, Blue Owl Capital, mengumumkan rencana pengetatan likuiditas investor menyusul penjualan aset pinjaman senilai US$1,4 miliar.
Langkah ini memicu kekhawatiran terhadap potensi kerugian di sektor pinjaman privat yang relatif kurang transparan. Saham perusahaan tersebut anjlok sekitar 6%, sementara saham manajer aset lain seperti Blackstone dan Apollo Global Management masing-masing turun lebih dari 5%.
Selain manajer aset, sektor perangkat lunak juga berada di bawah tekanan. Saham Salesforce turun lebih dari 1%, sementara Intuit melemah sekitar 2%. Saham Cadence Design Systems bahkan merosot hampir 3%.
Kelompok saham ini belakangan menjadi titik lemah pasar karena investor khawatir kecerdasan buatan (AI) akan mengganggu industri perangkat lunak. CEO Mistral AI, Arthur Mensch, mengatakan kepada CNBC pada Rabu bahwa lebih dari 50% perangkat lunak perusahaan berpotensi digantikan oleh teknologi AI.
Pelaku pasar di Wall Street juga tetap waspada setelah harga minyak mentah melanjutkan kenaikan di tengah kebuntuan antara Iran dan Amerika Serikat terkait program nuklir Teheran.
Presiden Donald Trump menyatakan pada Kamis bahwa dirinya akan memutuskan dalam 10 hari ke depan apakah akan meluncurkan serangan militer terhadap negara Timur Tengah tersebut.
"Jadi sekarang kami mungkin harus melangkah lebih jauh, atau mungkin tidak. Mungkin kita akan mencapai kesepakatan. Anda akan mengetahuinya dalam sekitar 10 hari ke depan," ujar Trump dikutip dari CNBC International.
Sentimen negatif pasar juga diperparah oleh penurunan saham Walmart lebih dari 1% setelah proyeksi laba tahunan perusahaan berada di bawah ekspektasi, meskipun kinerja kuartal keempat melampaui perkiraan analis.
Antonio Rodrigues, Chief Investment Officer di Procyon, mengatakan pergerakan pasar terbaru ini disebut sebagai konfirmasi perubahan kepemimpinan pasar.
Dia menilai momentum laba perlu mulai datang dari saham-saham di luar kelompok besar yang selama ini mendominasi indeks.
Rodrigues secara khusus melihat sektor industri dan konsumen siklikal sebagai area yang berpotensi memperoleh efisiensi dari belanja AI.
(saw/saw) Addsource on Google