MARKET DATA

7 Fenomena Langit di Malam Ramadan 2026: Gerhana & 6 Planet Berjajar

mae,  CNBC Indonesia
18 February 2026 17:25
This combination photo shows the totally eclipsed moon, center, and others at the different stages during a total lunar eclipse, as seen from Los Angeles, Sunday, Jan. 20, 2019. It was also the year's first supermoon, when a full moon appears a little bigger and brighter thanks to its slightly closer position. During totality, the moon will look red because of sunlight scattering off Earth's atmosphere. That's why an eclipsed moon is sometimes known as a blood moon. In January, the full moon is also sometimes known as the wolf moon or great spirit moon. (AP Photo/Ringo H.W. Chiu)
Foto: Foto kombinasi gerhana bulan total dari Los Angeles (AP Photo/Ringo H.W. Chiu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Langit pada malam pertengahan Februari- Maret yang bersamaan juga dengan Ramadan akan dihiasi beragam peristiwa alam menakjubkan.

Seperti diketahui, umat Islam akan menjadi ibadah puasa pada Kamis besok (19/2/2026) tetapi sebagian ada yang sudah memulainya pada hari ini, Rabu (18/2/206)/

Sepanjang periode tersebut, sejumlah peristiwa alam luar biasa juga akan menemani ibadah Umat Islam di dunia di malam hari.

Fenomena langit Ramadan tak hanya menambah kekhusyuan beribadah tetapi juga rasa bersyukur.

Berikut beberapa fenomena langit di malam-malam Ramadan mulai dari 19 Februari - 20 Maret 2026:

1. Tanggal 20 Februari: Planet-Planet Berjajar

Pastikan Anda melihat ke langit malam ini untuk menyaksikan salah satu pemandangan paling menakjubkan bulan ini. Keluarlah sekitar pukul 18.00 dan arahkan pandangan ke barat, di mana akan tampak garis vertikal langka.

Susunan tersebut mencakup Venus, Merkurius, Saturnus, dan bulan.

Venus bersinar saat senja. Venus yang memukau bercahaya di waktu senja, menjadi satu-satunya titik cahaya terang yang menonjol.

2. Tanggal 28 Februari: Parade Planet

Pada hari terakhir bulan ini, Merkurius akan tampak semakin redup dan turun lebih rendah di langit barat, sementara Venus justru semakin memikat.

Venus akan terlihat sekitar 7 derajat di atas horizon saat memulai penampakan panjangnya sepanjang 2026 sebagai bintang senja.

Malam terakhir bulan ini langit malam juga menghadirkan parade enam planet.

Enam planet utama—Mars, Jupiter, Uranus, Neptunus, Venus, dan Saturnus—yang akan berbaris dalam parade planet yang menakjubkan. (Tangkapan Layar/TIL Creatives)Foto: Enam planet utama—Mars, Jupiter, Uranus, Neptunus, Venus, dan Saturnus—yang akan berbaris dalam parade planet yang menakjubkan. (Tangkapan Layar/TIL Creatives)
Enam planet utama—Mars, Jupiter, Uranus, Neptunus, Venus, dan Saturnus—yang akan berbaris dalam parade planet yang menakjubkan. (Tangkapan Layar/TIL Creatives)

 

Planet yang terlibat meliputi Merkurius, Venus, Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus. Secara posisi, Merkurius, Venus, dan Saturnus terlihat berdekatan di langit barat hingga selatan, sementara Jupiter tampak paling terang di langit malam.

Uranus dan Neptunus berada dalam konfigurasi yang sama namun membutuhkan teleskop karena intensitas cahayanya rendah.

Fenomena ini terjadi akibat perbedaan kecepatan orbit masing-masing planet, yang pada periode tertentu menempatkan mereka dalam satu bidang pandang dari bumi.

3. Tanggal 3 Maret: Gerhana Bulan Total

Pada 3 Maret akan hadir Bulan Purnama "Worm Moon". Tahun ini akan sangat istimewa karena bulan akan mengalami gerhana total.

Dalam fase total, bulan tidak akan menghilang dari pandangan. Sebaliknya, satelit alami bumi itu berubah warna menjadi jingga tembaga akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer bumi.

Fenomena ini kerap disebut sebagai Blood Moon. Namun secara ilmiah, warnanya lebih menyerupai tembaga ketimbang merah darah pekat.

Gerhana bulan total ini dapat disaksikan dari sebagian besar wilayah Amerika Utara, Asia, dan Oseania, dengan waktu pengamatan menyesuaikan zona masing-masing.

Gerhana ini juga bisa disaksikan di Indonesia sekitar pukul 18.30 WIB.

Ilustrasi Gerhana BulanFoto: freepik.com
Ilustrasi Gerhana Bulan

 

4. Tanggal 7 dan 8 Maret: Konjungsi Venus dan Saturnus

Venus dan Saturnus bertemu rendah di langit barat pada mala mini. Konjungsi dapat diamati dengan teropong pada pukul 19:15, sementara teleskop kecil akan memperlihatkan cincin Saturnus yang tampak hampir sejajar.

5. Tanggal 18 Maret: Bulan Baru

Malam ini, bulan tampak tidak terlihat di langit. Namun sebenarnya bulan baru dan hanya tersembunyi dari pandangan kita.

Ini adalah malam yang sempurna untuk mengamati bintang. Pada mala mini lebih banyak galaksi terlihat dari Maret hingga pertengahan Mei, terutama pada awal malam hari.

6. Tanggal 19 dan 20 Maret: Bulan Bertemu Venus

Sekitar pukul 19:15 pada tanggal 19, bulan sabit bertemu dengan Venus. Carilah Venus di kiri atas bulan, rendah di langit barat.

Kemudian pada malam berikutnya, 20 Maret, Venus tampak menggantung di bawah bulan.

7. Tanggal 20 Maret: Ekuinoks Musim Semi

Ekuinoks Maret 2025 akan terjadi pada 20 Maret 2025, pukul 16.01 WIB. Fenomena ini menandai saat di mana matahari melintasi ekuator langit, bergerak dari belahan bumi selatan ke belahan bumi utara, yang mengakibatkan durasi siang dan malam yang hampir sama di seluruh dunia.

Peristiwa ini juga menandai awal musim semi di belahan bumi utara dan musim gugur di belahan bumi selatan.

Pada hari ini, matahari akan terbit tepat di timur dan terbenam tepat di barat.

 

(mae/mae)



Most Popular